Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Penghianatan Gibran Ill


__ADS_3

Setelah gibran mematikan semua sistem keamanan dan CCTV iya berjalan ke ruangan kembali entah apa yang iya lakukan, caca yang melihat itu hanya diam tak bertanya karena iya tak berani bertanya, saat gibran yang sedang bersikap dingin dan sangat tampak kekesalan dan emosi di raut wajahnya.


Kini hari pun sudah sore para koki di bagian dapur semua sedang sibuk untuk menyiapkan makanan malam seperti biasanya, namun yang membuat mereka terkejut yang adanya GM gibran tak pernah menginjakkan kaki di bagian dapur tapi kali ini pengecualian iya ada di dapur.


"Ada yang bisa saya bantu tuan??? " tanya salh satu koki di dapur tersebut yang bingung melihat gibran ada di sana.


"Tak ada kalian lanjutkan saja aku hanya ingin melihat apa yang kalian siapkan untuk makan malam " ujar gibran dengan aura dinginnya.


"Baik lah, jika ada yang anda butuhkan, anda bilang saja pada kami tuan " ucap nya lagi dan langsung kembali untuk memasak.


Gibran pun mendekati bagian nasi dan air minum, iya memasukan sesuatu kedalamnya namun semua orang di sana tak ada yang menyadarinya.


Kini malam pun telah tiba semua orang sedang menyantap semua makan yang telah di hidangkan di sana,Gibran dia hanya diam saja di ruang kerjaannya semenjak sekembalinya dari dapur.


'Tok.... tok... tok. 'Suara ketukan pintu dari orang di balik pintu ruangan kerja gibran.


"Masuk....!!! " sahut gibran dari dalam mempersilahkan masuk orang di balik pintu tersebut.


Orang itu pun masuk dengan membawa nampan yang berisi makan, untuk gibran.


"Tuan makanan anda silahkan " ujar pelayan itu menyimpan makan gibran di atas meja.


"Emh..., Apa cristian ada datang , atau menghubungi ke markas?? " tanya gibran dengan tatapan tajam nya.


"Emh.. emh.. ma. . . . masih belum ada tuan.. " ujar pelayan itu yang sedikit gugup saat melihat raut wajah gibran.


"Keluar... " Perintah gibran dengan dingin ke pelayan itu.


Pelayan itu keluar dari ruangan kerja gibran dengan perasaan lega, karena saat ada di hadapan gibran iya serasa akan segera di telan hidup-hidup oleh gibran sungguh mengerikan pikir nya.



Sedangkan kini di Amerika yang sudah mulai pagi yang mana Gresia ada di markas untuk mengecek, dan seke Sa r untuk melihat wiliam santoso yang sedang iya tahan di tempatnya.



"Queen.... ini sangat aneh kenapa, markas yang ada di Indonesia tak dapat di pantau, sepertinya semua kamera di matikan?? " ujar Bob yang memeng sedang di suruh memantau keadaan di Indonesia.



"Ini pasti ada yang tak beres, di sana queen, izin kan saya untuk kembali untuk membantu mereka" ujar bob sembari mengajukan diri untuk membantu.



"Tak usah kita selesaikan dulu urusan kita di sini, tenaga di sana ada cristian dan alex dan yang lain tak perlu terlalu kau urusi " tanggapan Gresia dengan keadaan yang sudah sangat genting di Indonesia.



Bob yang hanya sebagai bawahan dia hanya mengikuti apa yang diucapkan pimpinan,Gresia berjalan perlahan menuju ke halaman belakang markas yang mana ada satu bangunan yang di sana ada tuan muda ketiga santoso.


__ADS_1


"Kau hubungin saja cristian atau caca untuk tanyakan kenapa CCTV di markas semuanya mati!! " ujar Gresia memberikan perintah pada Bob untuk bertanya pada orang yang ada di sana.



"Itu... dia masalahnya queen saya menghubungi meraka namun, satu pun tak ada yang mau menjawab panggilan dari saya, termasuk tuan muda alex" jawab Bob dengan masih tenang.



"Emh.... kita lihat saja dulu apa yang mereka lakukan ?? " ujar Gresia.



"Maksud queen...?? " Bob yang tak mengerti dangan maksud perkataan Gresia barusan.



"Ada anjing yang sudah kita selamatkan akan menggigit, kita liat apa dia akan sanggup menerima akibat mengigit seorang penolongnya " ucapan Gresia yang semakin tak di pahami Bob,.



Bob hanya diam dan mengikuti Gresia berjalan kemana, Namun Gresia seolah sudah tau semua yang akan terjadi, seperti itu memang iya sengaja, atau emang telah dia atur sedemikian rupa.



"Sudah aku duga, pasti dia akan memanfaatkan kan kesempatan ini dan gibran yang sedang terluka " gumam Gresia di dalam hatinya.



Gresia membuka pintu bangunan tersebut dan melihat di sana sangat berantakan seakan telah ada badai yang sangat dahsyat yang baru saja melanda seisi gedung tersebut.




"Kalian mau apa datang kemari hah.....!!!!!! " Tiba-tiba terdengar teriakan dari sudut ruangan.



"Aku hanya ingin lihat tuan muda santoso yang tak bendanya ini,...??? yang kata anak buah ku kalo iya terus mencoba untuk mati " ucap Gresia dengan seringai di bibirnya sembari berjalan untuk mendekati wiliam.



"Jangan kemari kalo tidak kau akan ku bunuh sekarang juga....!!! " ancam nya sembari mengacungkan balok kayu di tangannya.



Bob yang ingin menghentikan itu di hentikan oleh Gresia dan untuk diam tak ikut campur, Bob menuruti perintah Gresia dia hanya diam.



"Benarkah.... kau akan membunuh ku hanya dengan sebuah balok kayu heh.... itu sangat lucu... iblis seperti ku mana bisa mati hanya dengan balok kayu " ujar Gresia dengan tatapan tajam dan aura membunuh yang kuat.

__ADS_1



"Jika kau berani melukaiku, aku akan melapor pada polisi jika ada penjahat si sini " ucap wiliam polos, padahal iya sudah satu tahun lebih terkurung di sana.



"Hahahahahah.... akan kah ada kesempatan untuk kamu keluar dari sini..!!! " ucap Gresia yang membuat siapa pun menjadi ketakutan.



Wiliam yang sudah setengah mati ketakutan dengan tatapan dan aura yang di keluarkan Gresia. Namun Gresia dengan emisinya tersebut tak akan mungkin menyakiti seorang anak kecil jadi iya hanya menakut-nakuti nya saja, serasa puas dia pun meninggalkan tempat tersebut, karena sekitar 2jam lagi iya masih ada pekerjaan yang harus segera iya selesaikan.



Sedangkan kini di kita M yang mana meraja semua merasakan kantuk saat setelah makan, semuanya kini sudah terlelap tidur, gibran sebagi orang dalam dia memberi tahun pada musuh yang berada tak jauh dari masakan untuk segera masuk dan mengambil apa yang iya butuh kan.


Musuh yang telah mendapat sinyal dari gibran iya masuk dengan maskernya yang masih ada di mukanya, meskipun iya mengenakan masker num gibran masih bisa melihat expresi orang tersebut yang terseyum menyeringai saat menoleh padanya.


"Dimana keluargaku??!! " tanya gibran pada orang tersebut tentang keberadaan orang tuanya.


"Tenang lah mereka aman di tempat ku, setelah aku mendapatkan apa yang aku mau, dan kembali baru akan aku bebaskan meraka " ujarnya pada gibran dengan berjalan ke arah ruang pribadi queen.


Gibran hanya bisa bersabar lebih lama lagi untuk menyelamatkan mereka. Mereka yang telah mengambil segala sesuatu yang ada di markas itu , mereka pun kembali dengan menggunakan kendaraan yang ada di markas.


Gibran membiarkan itu semua, dan ikut pergi untuk memastikan kalo orang itu akan melepaskan keluarganya.


Sedangkan sekarang keadaan di markas yang berantakan, semua orang yang tertidur masih belum juga ada yang terjaga, namun ada Satu yang terlewatkan iya tak memakan hidangan yang telah di siap kan koki, ya itu perawat sindi yang berada di ruang rawat nyonya youn.


Sindi keluar melihat markas yang sangat sepi iya keluar untuk , mencari caca untuk menanyakan keberadaan cristian lagi . Namun sindi terus berjalan melewati semua penjaga yang tertidur.


Sindi menjadi curiga kalo markas telah di serang, dia pun langsung berbalik badan dan kembali ke ruang rawat, dan mencari ponsel nya untuk menghubungi orang yang bisa di minta bantuan.


"Ayo... dong nona di angkat ayo dong... " sindi yang sudah ketakutan terus menghubungi cristian namun tatap saja tak ada jawaban.


iya menghubungi dokter zai juga tak ada di jawab, iya menghubungi kontak lain pun sama saja hanya tinggal ada sabtu kontak yang belum ita hubungi ya itu nomor Gresia.


"Mudah-mudahan nona Gresia mengangkat temponya,.... dan bisa membantu " sindi langsung menghubungi Gresia dan tersambung.


"π™·πšŠπš•πš˜....??𝚊𝚍𝚊 πšŠπš™πšŠ?? " πšπšŽπš›πšπšŽπš—πšπšŠπš› πšœπšžπšŠπš›πšŠ πš˜πš›πšŠπš—πš πšπš’ πšœπšŽπš‹πš›πšŠπš—πš πšπšŽπš•πš™πš˜πš—.


"π™½πš˜πš—πšŠ πšπš˜πš•πš˜πš—πš πš”πšŠπš–πš’ πš—πš˜πš—πšŠ....???!! πš—πš˜πš—πšŠ πšπš˜πš•πš˜πš—πš..... πš”πšŠπš–πš’ πš—πš˜πš—πšŠ.... "πšœπš’πš—πšπš’ πš’πšŠπš—πš πš™πšŠπš—πš’πš” πš’πš’πšŠ πš“πšŠπšπš’ πšπšŠπš” πš‹πš’πšœπšŠ πš‹πš’πšŒπšŠπš›πšŠ πšπšŽπš—πšπšŠπš— πš“πšŽπš•πšŠπšœ.


" πšƒπšŽπš—πšŠπš—πš πš”πšŠπšπšŠπš”πšŠπš— πšπšŽπš—πšπšŠπš— πš™πšŽπš›πš•πšŠπš‘πšŠπš—, πšŠπš”πšž πš‘πšŠπš›πšžπšœ πš–πšŽπš—πš˜πš•πš˜πš—πš πšŠπš™πšŠ?? "πšžπš“πšŠπš› π™Άπš›πšŽπšœπš’πšŠ πš’πšŠπš—πš 𝚊𝚍𝚊 πšπš’ πšœπšŽπš‹πš›πšŠπš—πš πšπšŽπš•πš™πš˜πš— πšπšŽπš—πšπšŠπš— πšπš’πš—πšπš’πš—.


" π™½πš˜πš—πšŠ πš–πšŠπš›πš”πšŠπšœ... πš–πšŠπš›πš”πšŠπšœ.... "πšžπšŒπšŠπš™ πš—πš’πšŠ πšπšžπšπšžπš™.


" π™Έπš’πšŠ...!!!πš–πšŠπš›πš”πšŠπšœ πš”πšŽπš—πšŠπš™πšŠ !! "πšœπšŽπšπšŠπš” π™Άπš›πšŽπšœπš’πšŠ.


" π™ΌπšŠπš›πš”πšŠπšœ πšπš’ πšœπšŽπš›πšŠπš—πš πš—πš˜πš—πšŠ, πšœπšŽπš–πšžπšŠ πš™πšŽπš—πš“πšŠπšπšŠ πšœπšŽπš–πšžπšŠπš—πš’πšŠ πš”πšŠπš•πšŠπš‘ πšπšŠπš— 𝚜𝚊𝚒𝚊 πš“πšžπšπšŠ πšπš’πšπšŠπš” πš–πšŽπš•πš’πš‘πšŠπš 𝚌𝚊𝚌𝚊 πšπšŠπš— πš’πšŠπš—πš πš•πšŠπš’πš— πš—πš˜πš—πšŠ, πš—πš˜πš—πšŠ πšπš˜πš•πš˜πš—πš πš”πšŠπš–πš’ πš—πš˜πš—πšŠ "πšžπš“πšŠπš› πšœπš’πš—πšπš’ πš’πšŠπš—πš πš–πšžπš•πšŠπš’ πšπšŽπš—πšŠπš—πš πš–πšŽπš—πš“πšŽπš•πšŠπšœπš”πšŠπš— πšœπšŽπš–πšžπšŠ πš’πšŠπš—πš πšπšŽπš›πš“πšŠπšπš’.


" πš‚πšŽπš”πšŠπš›πšŠπš—πš πš”πšŠπšž 𝚊𝚍𝚊 πšπš’πš–πšŠπš—πšŠ??? "πšπšŠπš—πš’πšŠ π™Άπš›πšŽπšœπš’πšŠ πš’πšŠπš—πš πš–πšžπš•πšŠπš’ πš™πšŠπš—πš’πš” πšπšŽπš—πšπšŠπš— πš”πšŽπšŠπšπšŠπšŠπš— πšπšŠπš—πšπšŽπš—πš’πšŠ πš’πšŠπš—πš πš—πš’πšŠπšπšŠπš—πš’πšŠ 𝚊𝚍𝚊 πšπš’ πš–πšŠπš›πš”πšŠπšœ πš“πšžπšπšŠ.

__ADS_1


" πš‚πšŠπš’πšŠ...𝚊𝚍𝚊 πšπš’ πš›πšžπšŠπš—πš πš›πšŠπš πšŠπš πš—πš’πš˜πš—πš’πšŠ, πš—πš˜πš—πšŠ, 𝚜𝚊𝚒𝚊 πšπšŠπš”πšžπš πš—πš˜πš—πšŠ " πšžπšŒπšŠπš™ πšœπš’πš—πšπš’ πš’πšŠπš—πš πš‹πšŽπš›πšπšŽπšπšŠπš› πš”πšŽπšπšŠπš”πšžπšπšŠπš—.


"π™ΊπšŠπš–πšž πšπšŽπš—πšŠπš—πš πš•πšŠπš‘, πš“πšŠπš—πšπšŠπš— πš”πšŽπš•πšžπšŠπš› πšπšŠπš›πš’ πš›πšžπšŠπš—πšπšŠπš— πš’πšπšž, πšœπšŠπš–πš™πšŠπš’ 𝚊𝚍𝚊 πš‹πšŠπš—πšπšžπšŠπš— πšπšŠπšπšŠπš—πš " πš™πšŽπš›πš’πš—πšπšŠπš‘ π™Άπš›πšŽπšœπš’πšŠ πšπšŠπš— πš•πšŠπš—πšπšœπšžπš—πš πš–πšŽπš–πšŠπšπš’πš”πšŠπš— πšœπšŠπš–πš‹πšžπš—πšπšŠπš— πšπšŽπš•πš™πš˜πš— πš—πš’πšŠ.


__ADS_2