Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan

Rasa Sakit Ini Ku Kembalikan
Rumah sakit


__ADS_3

Kini mereka sudah ada di rumah sakit, alex melihat keadaan cristian uang masih terbaring belum sadarkan diri, mungkin efek dari obat.


Setelah itu dia masuk keruangan sebelah di mana di sana ada bara yang di temani oleh keren.


"Tuan muda?? " ucapnya sembari membungkukkan badan sejenak.


"Emh bagai mana keadaan nya?? " tanya alex sembari berjalan ke arah bara yang sedang tertidur setelah mendapat perawatan.


"Keadaan baik-baik saja tuan, setelah mendapat perawatan, mungkin nanti setelah sadar sudah bisa kembali " ucap bara kepada alex.


Alex yang melihat keadaan bara yang sepertinya parah, dia hanya menghela napas.


"Berikan dia di rawat sampai sembuh , tak usah paksakan untuk kembali, biaya rumah sakit aku yang tanggung " ucap alex dan langsung berlalu pergi.


Alex pergi dari rumah sakit untuk mencari kebakaran sang kakak.


"Alex kau akan kemana?? " tanya gibran yang tak sengaja berpapasan dengannya di lorong rumah sakit.


"Aku akan mencarinya " jawabnya sembari ingin melanjutkan perjalanannya.


"Kalau kau ingin mencari nya, pergilah ke vila pribadi milik nya sepertinya dia pergi ke sana untuk menenangkan diri, oh iya sekalian kau bawa zainal kesan karena dia sebenarnya sedang terluka " ujar gibran menyarankan kan alex untuk ke arah vila pribadi milik gresia.


"Emh" jawab nya singkat sembari melangkah.


*******


Sedangkan di vila pribadi Alika sedang berbaring di tempat tidurnya, merasakan sakit yang sangat menyiksanya di bagian dada dan di bagian kepala belakang.


"Aaaaagggghhh sial kenapa begini aku ingin bergerak pun tak sanggup ini sangat sakit..! " jerit nya sembari mengumpat merasakan sakit di badannya.


Tangan alika mencoba menggapai obat pereda nyeri yang berada di atas meja nakas di samping tempat tidur.


'Paaakkkkk'


Gelas yang berisi air jatuh ke lantai dan berserak pecahan kaca di sana, alika yang sudah tak kuat lagi menahan rasa sakit di bagian kepala pun membuatnya pingsan.


Yang tak lama alex pun sampai di di vila tersebut, di lihat dari luar vila tersebut terlihat minimalis, tapi tak terlihat satu orang pun di sana yang membuat alex ragu apa kah sang kakak ada di sana atau tidak .


"Sepertinya tak ada orang tuan " ucap zainal yang sudah mengamati tempat tersebut.


"Kita masuk saja " ucap alex sembari membuka pintu dan masuk ke dalam .

__ADS_1


Alex merasa takjub saat melihat bagian dalam vila tersebut yang sangat bersih dan nyaman untuk di tinggali, serasa betah dan tak mau beranjak dari vila tersebut.


Alex melihat kamar yang pintu nyantai tertutup rapat dia berjalan ke arah kamar tersebut, di ada terlihat gelap karena lampu tak di hidup kan, alex mencari saklar kamu dan menghidupkan nya .


Saat lampu telah menyala maka terlihatlah seluruh ruangan, dan pandangan alex di edarkan ke setiap penjuru kamar hinga terhenti di bagian ranjang, karena iya melihat orang yang tergeletak di sana.


Alex menghampiri nya dan benar ternyata itu sang kakak alex mencoba membangun kan sang kakak namun tak kunjung bangun.


"Hei bangun lah apa kau tak takut aku menikam mu..! " ketus alex dengan nada dinginnya namu tak kunjung mendapat respon .


"Kenapa dia , tak waspada seperti biasanya adanya apa ini kenapa ada pecahan kaca berserakan di sini " gumam alex setelah tak mendapat respon dan melihat pecahan kaca yang berserakan .


Seketika iya pun teringat akan perkataan gibran, bahwa alika sedang terluka cukup parah.Iya langsung bergegas keluar kamar dan memanggil zainal.


"Dokter zai cepat lah kemari....!! " teriaknya dari ambang pintu.


Zainal yang mendengar teriakan dari tuan mudanya itu , iya langsung berjalan menuju ke arah suara.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?? " tanya zainal saat sudah sampai di kamar.


"Coba kau periksa dia, karena sedari tadi tak ada merespon ku " ujarnya sembari menunjuk alika yang terbaring.


"Tuan sebaiknya kita segera bawa ke rumah sakit , agar mengetahui masalahnya lebih detail lagi, untuk sekarang queen pingsan " jelas zainal sesaat setelah memeriksa keadaan alika.


"Oh baik lah, kau angkat dia aku tunggu di mobil " alex melangkah terlebih dahulu untuk ke mobil.


Zainal mengangguk tanda menguatkan perkataan alex, iya pun kembali menghampiri alika yang sedang terbaring.


"Queen maaf saya lancang, saya akan membawa anda ke rumah sakit untuk di tangani lebih lanjut" ucap nya meminta izin dari sang pemilik tubuh untuk mengangkatnya.


Kini alika sudah di bawa ke dalam mobil, dan alex yang mengendarai mobil tersebut.


Mereka pun sampai di rumah sakit para suster sudah menunggu dengan belankar yang sudah siap. Zainal kembali mengangkat tubuh alika untuk di bawa masuk.


"Mari dok, taroh di sini " ucap suster sindi.


Sesudah zainal menempatkan alika di brankar , mereka langsung mendorongnya ke ruangan IGD. Sedangkan alex dia menunggu di depan ruangan, tak lama datang lah gibran ke sana , karena tadi di beritahukan oleh suster nabila.


"Alex bagai mana dengan keadaan nya?? " tanya gibran yang baru datang dan menyodorkan sebotol air mineral.


"Belum tau " jawab nya singkat sembari meneguk air mineral.

__ADS_1


"Bagai mana keadaan yang lain?? " tanya alex balik.


"Cristian sedang tertidur kemungkinan 1jam lagi dia baru bangun, kalo bara dia sudah sadar dan kondisinya sudah membaik cuman luka memar di tubuhnya saja yang masih butuh perawatan " jelas gibran tentang kondisi keduanya.


Alex hanya memanggut paham dengan yang di ucapkan gibran.


"Oh iya bagai mana kamu selama di St. Louis?? " tanya gibran


"Biasa saja tak ada yang sepesial, hanya saja melelahkan harus kembali ke sekolah dan mengerjakan pelajaran yang sudah hafal di luar kepala " jawab alex dengan malas.


"Emh itu kewajiban mu sebagai anak harus sekolah dengan rajin meski kau sudah pintar, ingat lah dia menyekolahkan mu kembali pasti ada tujuan baik " ujar gibran sembari tersenyum.


"Oh iya, apa maksud perkataan mu tadi kaka aku kelemahan dia maksudnya bagai mana?? " tanya alex terhadap perkataan gibran .


"Begini maksudku, ya kau kelemahannya maka dari itu dai bersikap dingin agar musuh tak memanfaat kan mu untuk mengalahkannya, karena jika kamu yang ada di tangan musuh maka kakak mu itu akan hilang akal apa pun mampu iya lakukan, seperti yang kau lihat tadi " jelas gibran sembari mendongak melihat kearah langit-langit rumah sakit.


"Jadi dia sangat menjagamu, agar tak ada yang menyakiti, meski dia yang harus menyakiti tapi jangan sampai orang lain, itu cara dia menyayangi mu, itu sangat terlihat jelas bukan dengan cara seperti tadi, " sambung gibran lagi


"Alex seandainya kau tau, gresia itu mengalami retak tulang bagian rusuk dan ada pendarahan di bagian kepala, yang di sebabkan musuh yang cukup kuat dan imbang bertarung dengannya sewaktu di Miami " gumam gibran dalam hati sembari sekilas melihat pada alex yang terlihat banyak pertanyaan di benaknya dan ada rasa lelah.


"Jika kau lelah istirahat lah, jika dia nanti sudah sadar atau ada perkembangan akan aku beri tahu " usul gibran pada alex.


"Tak usah aku tak lelah, sebaiknya aku di sini juga " ucap alex dengan lesu.


"Sebenarnya kau ada masalah apa, coba cerita?? " tanya gibran pada alex


"Aku tak punya masalah, tapi kaka aku boleh bertanya tidak?? " ucap alex sedemikian rupa iya mencoba memperbaiki mimik mukanya.


"Mau bertanya apa?? " tanya gibran kembali.


"Kaka apa kau tau, jika ibuku masih hidup?? " tanya alex yang tiba-tiba.


"Eh.. emh tidak tau emang kenapa?? " ucap gibran ada sedikit keraguan saat hendak menjawab .


"Tak ada aku hanya ingin tahu saja, Kak jawab dengan jujur "ucap Alex lagi dengan sedikit memaksa.


" Benar aku tak mengetahui masalah ibu mu itu, tapi kalo gresia aku kurang tau dia tahu atau tidak "Jawab gibran mencoba mengalihkan kecurigaan Alex.


Kini di antara keduanya hanya terdiam, tak ada lagi kata yang terucap dari keduanya, hanya menunggu dokter zainal keluar dari IGD.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2