
Alex yang telah rapi pergi ke arah meja makan untuk sarapan. Di sana alex tak melihat cristian untuk ikut sarapan.
"Apa dia sudah pergi?? " tanya alex pada Yuzi yang ada di sana.
"Yang anda maksud nona cristian tuan???, kalo dia sudah berangkat sembari sarapan di jalan, sepertinya dia sedang terburu-buru untuk kembali ke kantor " tanya Yuzi dan menjelaskan jika cristian sudah pergi kembali untuk ke kantor.
"Oh " jawab nya singkat sembari meneguk teh nya.
Saat sedang asik sarapan handphone alex yang berada di meja bergetar menandakan ada panggilan masuk.
"Siapa di sepagi ini menelpon?? apa iya tak perlu bekerja?? " tanya alex pada si penelepon.
"π·πππ..?! " ππππ ππππ‘ ππππ πππππ ππππππ ππππππ πππππ ππ πππ’ππ ππππππ ππ’π.
"π°πππ‘...!? πππ ππππ πππ πππ ππππππππ πππ, ππππ πππππ πππ , ππππ πππππ ππππππππ πππππ ππππππππ πππππππππ ππππππππ ππππ ππ πππππ, ππππππ πππ ππ ππππ πππππππππ’π ππππ ππππ " ππππ πππππ π’πππ πππ ππ πππππππ ππππππ.
"π°ππ πππππππ’π ππππππππππ ππ ππππππ ππ??, ππππππ’π πππ ππππππππ ππππ’ππ ππππ ππππ π’πππ πππ ππππππ’π??? " πππ ππ ππππ‘ ππππππ πππππ.
"π°πππ‘..??! ππππ ππ πππππ ππππ πππππ πππ ππππ πππππππππ, ππππ ππππππ πππ πππππ πππππππ πππππππ πππ ππππ ππππ πππ πππππππ πππππππ ππ π’πππ ππππ’π πππππ, πππ ππππ’π πππππ πππ πππππ ππππππππ ππππ πππ πππππ πππππππππππ πππ πππ...! "πΆπππππ π’πππ ππ πππππππ ππππππ πππππ πππππππππ πππ ππππ ππππ‘.
" π°ππ ππππππ πππππ πππ ππππ, ππππ πππππ ππππ ππππ "πππππ ππππ‘ ππππ.
Telpon langsung di matikan oleh alex, dia tak mau mendengar ocehan Gresia lebih lanjut, iya pun langsung menyudahi sarapannya dan segera bersiap untuk pergi.
" Huh.... kamu kira aku ini pekerjaan mu asal menyuruhku mengurus perusahaan, yang paling malas untuk duduk terus menghadapi semua kertas dan komputer yang sama sekali aku tak mengerti semua tulisan di sana "gerutu alex sembari berjalan menuju keluar.
" Tuan tas anda ketinggalan "ujar Yuzi sembari memberikan tasnya.
" Ohh.... ya makasih, aku pergi dulu, oh iya jika nanti ada yang bertanya aku kemana aku ada di kediaman veloz "ucap alex dengan senyum sekilas dan memberi pesan jika nanti ada yang bertanya tentangnya.
" Baik tuan "jawab Yuzi mengangguk mengerti.
Bara yang sudah menyiapkan kendaraan yang akan dikenakan alex dan iya juga akan ikut serta dengan alex.
" Tuan mari semua sudah siap "ajak bara yang telah membukakan pintu mobil untuk alex.
" Semua aman bukan, taka kan ada yang curiga?? "tanya alex saat hendak masuk.
" Semuanya aman tuan, tak akan ada yang mencurigai nya bahkan tuan Glen sekali pun, sekarang beliau sudah sampai di tempat yang telah kita tentukan "jawab bara dengan apa tugas yang telah alex berikan padanya.
" Bagus "jawab alex dengan duduk manis di dalam mobil.
Begitu juga dengan bara iya duduk di kursi pengemudi dan menyalakan mesin mobil lalu melajukan mobil meninggalkan kediaman.
__ADS_1
Sedangkan di Amerika yang kini malam hari, gresia sedang sibuk menyiapkan semua keperluan untuk dapat besok di salah satu cabang perusahaan yang letak nya berada di Miami.
"Bob bagai mana keadaan di markas sekarang?? " tanya Gresia yang belum sempat melihat ke markas karena di di bukan dengan pekerjaan.
"Semuanya baik-baik saja nona, yang saya liat taka ada masalah, tapi sepertinya tuan muda santoso itu dia mulai depresi, dia hanya sekali melakukan percobaan bunuh diri " Bob menjelaskan situasi di markas.
"Oh... ternyata dia ingin mencari jalan keluar dengan cara melukai sendiri, lakukan saja sampai mati kalo bisa " ketus Gresia.
Bob yang melihat senyum Gresia dia menjadi merinding sendiri, pastilah ada maksud dari semua perkataan nya itu.
"Oh, iya nona tuan dion dia terus mencoba terus untuk memastikan mata-mata ke dalam markas, namun semua sempat di cegah oleh para penjaga di sana, namun kemungkinan itu hanya siasat nya saja, kami masih belum menemukan maksud dan rencananya " Bob teringat akan satu hal dan iya langsung menyampaikannya sebelum Gresia kembali di sibukkan lagi .
Bob mengangguk dan pergi untuk memeriksa apa yang di serahkan oleh Gresia, untuk iya serahkan kembali pada Gresia nantinya.
"Huh. serangga-serangga kecil ini mulai tak bisa hidup tenang di tempat ya, sudah tak sahar untuk segera mati " Gresia bergumam sembari menatap layar komputer nya.
Sedangkan di Indonesia dimana lebih tepatnya di rumah sakit dimana tempat gibran di rawat sekang, gibran yang sedang menunggu kedatangan cristian yang tak ada datang sedari tadi kini hati sudah hampir siang.
"Cristian kemana anak ini, kenapa belum juga ada datang ke sini bukanya dia bilang tak akan lama lagi akan segera sampai, jangan bilang terjadi apa-apa?? " tanya gibran pada dirinya sendiri dengan rasa khawatir akan keadaan cristian sekarang.
Gibran melihat handphone nya di sana ada beberapa panggilan tak terjawab dari cristian, dia pun langsung menghubungi ulang namun tak ada jawaban , sudah beberapa kali gibran mencoba menghubungi namun tak ada jawaban.
Di saat sedang panik seperti itu iya mendapat pesan dari nomor yang tak iya kenal, mengirimkan pesan ancaman padanya.
__ADS_1
"πΈππππ πππ ππππππ πππππ πππππ πππ ππππππππππ πππ π’πππ πππ πππ, πππππ ππππ πππππ πππππ ππππππ ππππ πππππππππππππ, ππππ πππ πππππ πππππ ππππ ππππππππππ ππ’π ππππππππ πππππππ ππππππππ’π " πππ πππππ π’πππ ππππππ ππππππ.
"Aahhhhh aku harus berbuat apa, sekarang sudah tak ada waktu lagi, alex aku tak mungkin meminta bantuan padanya , cristian kamu sekarang dimana??? " gibran semakin prustasi dia mencabut semua selang infus ditangan san langsung mengganti baju untuk keluar dari rumah sakit.
Di saat gibran hendak melangkah kan kaki di pintu tiba-tiba zainal tiba di ruangan itu untuk, melihat saja di kala iya sedang punya waktu senggang.
"Kau mau kemana?? kamu itu belum bisa keluar rumah sakit, kau belum terlalu pulih gibran?? " ucap zainal sembari menarik gibran untuk kembali.
Gibran menepis tangan zainal dan tak ada sepatah kata pun yang keluar dari nya iya pergi dengan muka dingin dan di penuhi amarah dan emosi yang seakan-akan bisa melesak kapan saja.
"Aku harus beru tau mereka kalo gibran, keluar rumah sakit " gumam zainal sembari mencari kontak cristian.
Namun iya beberapa kali menghubungi namun tak juga mendapat jawaban, iya mencoba menghubungi sister sindi buang bersama di markas namun sindi juga mengatakan kalo cristian pergi ke rumah sakit sejak pagi tadi.
Zainal yang tak melihat cristian sedari tadi ati tak ada cristian yang datang menemuinya iya menjadi khawatir akan keadaan cristian yang sampai sekarang di telpon tak ada jawaban.
"Cris.... kamu dimana sekarang kenapa telpon ku tak kau jawab satupun?? " zainal panik akan keadaan cristian yang sekarang sedang mengadakan rapat yang belum selesai di kantor.
Sedangkan sekarang cristian yang masih sibuk dengan urusan kantor dan rapat yang tak membawa ponsel nya ke ruangan rapat tersebut tak tahun kalo sudah banyak sekali panggilan yang masuk pada ponsel nya.
"Ok.... kita akan mengikuti semua rencana yang telah di atur oleh CEO, ingatlah dalam proyek ini jangan ada kesalahan , kalo tidak kalian sendiri sudah tau apa akibatnya " umar cristian tegas dalam pembahasan proyek.
"Baik bu.. kami akan mengusahakan dengan yang terbaik, agar tak ada ke gagal dalam kerjasama nantinya " ujar para manager.
"Ya... itu harus, Sekarang kalian bisa kembali dan apa yang sudah saya suruh perbaiki makan cepat perbaiki " tegas cristian lagi mengingatkan pada semua karyawan dan para manager dan direktur yang lain.
"Baik rapat kali ini sampai di sini, nanti selesai makan siang saya mau kalian sudah ada yang menyerahkan laporan yang saya minta , kalian bisa kembali " cristian membubarkan rapat, dan iya langsung bergegas ke ruangannya.
"Hah... sepertinya aku harus istirahat sejenak, karena sangat lelah untuk memimpin sebuah rapat saja " ucap nya dan tak ada melihat ponsel nya.
__ADS_1
Cristian dia terlelap karena lelah, sedangkan gibran yang kini sedang berjalan menuju markas untuk mencari kode pin rahasia yang ada di pintu ruangan rahasia yang ada di ruangan pribadi milik queen. Iya tak lagi berpikir tentang resiko penghianat nya pada Gresia atau queen golden eyes, karena sekarang iya sedang di buta kan akan emosi dan rasa panik akan keselamatan keluarganya, yang sedang ada di tangan lawan.