
Gibran hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah alex, dia pun bangkit dan berjalan menuju kedalam ruangan Gresia(alika).
"Nona bangun dulu kita makan sebentar, setelah itu nanti anda minum obat " p ucapnya sembari menyimpan makanan di atas nakas.
Gresia (alika) bangun dari tidurnya sembari memandang gibran dengan datar dan dingin.
"Simpan saja di sana nanti aku akan makan sendiri...! " ucapnya.
Gibran melihat ke arah Gresia (alika) secara seksama, dia melihat kalo Gresia (alika) akan sulit untuk menggerakkan anggota badannya karena banyak jarum yang tertancap di seluruh tangannya.
"Maaf nona kalo saya lancang sebaiknya saya saja yang menyuapi anda, karena tak akan nyaman jika anda yang melakukannya sendiri dalam kondisi sekarang ini " ucap gibran sembari membuka makanan yang iya bawa.
"Aku bilang simpan, ya simpan tak usah banyak aturan, sebaik nya kau pergi keluar saja suruh suster masuk saja kesini " Ucapan nya yang sangat dingin membuat gibran tertegun.
"Baik lah nona kalo seperti itu akan saya panggilkan suster kemari. " Gibran terhenti dari aktifitasnya dan berjalan keluar untuk mencari suster.
Tak lama suster masuk kedalam ruangan, ternyata yang di panggil gibran adalah suster sindi, yang di suruh alex tinggal di sana untuk merawat gresia(alika) di rumah sakit tersebut.
"Permisi nona ada yang bisa saya bantu??? " tanya Suster sindi sembari menghampiri ranjang rawat gresia yang terlihat gresia sedang menatap kearahnya datar.
"Lepaskan semua ini, ini semua sangat menggangu..! " ucap nya datar sembari melirik kearah selang dan harum yang menancap di bagian tubuhnya.
"Maaf nona untuk sekarang tak bisa karena anda baru saja pulih jika ingin melepasnya tunggu anda pulih lebih lagi atau lebih cepat lagi nya besok nona " ucap suster sindi sembari ada rasa takut melihat raut wajah gresia (alika).
"Lakukan saja apa yang aku katakan tak usah banyak kata...!! " Bentak nya dengan menaikan Nanda sedikit meninggi.
Gibran yang berada di luar ruangan mendengar hentakan gresia (alika) dia pun terperanjat dan masuk kedalam ruangan.
"Ada apa nona??? " tanya gibran langsung ke arah gresia (alika) sembari sedikit melirik ke arah sindi.
"Ini tuan nona ingin melepas jarum infusll dan selang pembantu lainya, sedangkan sekarang kondisi nona gresia masih belum terlalu stabil tuan" jawab sindi seakan tau akan lirikan gibran padanya .
"Nona sebaiknya dengarkan apa yang di katakan suster , ini juga demi kebaikan nona sendiri " ucap gibran dengan lembut dan perlahan.
Gresia mengerutkan dahinya kesal dengan perkataan mereka berdua.
"Aku ingin ke kamar mandi bagai mana dengan keadaan ku seperti ini ke kamar mandi bodoh...!! " ucap gresia geram.
"Maaf nona saya tak, paham mari saya bantu untuk mengantar anda ke kamar mandi nona " ucap sindi yang merasa sedikit malu.
__ADS_1
Gibran pergi keluar dari ruangan juga karena merasa malu.
***************
Sekarang di markas alex sedang bersiap untuk kembali ke st.louis , yang di bantu para anak buah di sana, begitu juga Bob dan bara sudah bersiap untuk ikut dengan tuan mudanya tersebut.
"Tuan muda pesawat sudah siap mari kita berangkat sekarang, " Ajak bob pada alex yang sedang duduk di kursi kamarnya menghadap ke arah komputer.
"Emg" jawabnya singkat sembari mematikan komputer, dan bangkit dari duduk nyaman nya tersebut.
"Semua sudah?? " tanya alex kepada mereka.
"Sudah tuan kita akan segera pergi, dalam beberapa menit lagi hanya tinggal menunggu anda saja tuan " jawab Bob yang berada di belakang alex.
"Emh bagus kalo begitu kita berangkat ke Miami terlebih dahulu, setelah itu baru kita lanjut pergi ke st. Louis " ucap alex dengan tegas dan dingin.
"Apa kita tak langsung berangkat ke st. Louis tuan??? " ucap Bob yang memberanikan diri untuk bertanya.
"Tidak " jawabnya singkat.
"Baik, nanti saya konfirmasi kan lagi pada pilot nya tuan untuk penerbangan ke Miami, dan membatalkan penerbangan ke bandara internasional st. Louis " jawab Bob dengan tegas pula iya pun pergi terlebih dahulu untuk berbicara dengan pilot dan kopilot, tentang jelas penerbangan yang berganti haluan.
"Tuan apa anda sudah, memberi tahu queen akan pemberangkatan anda ke Miami?? " ucap caca yang ada di ruang aula markas.
Alex hanya memandang dingin pada caca, yang bertanya perihal tersebut padanya.
"Maaf tuan kalo pertanyaan saya barusan terlalu lancang pada anda, tapi jika anda belum memberi tahu kan pada queen sebaiknya anda beritahukan dulu, kalo tidak nanti anda yang terkena sasaran amukan nya tuan, kami sebagai bawahan tak mampu untuk membantu Anda tuan " jelas caca seakan tau apa yang dimaksud alex dengan tatapannya tersebut .
"Tak usah kau suruh itu sudah aku lakukan...!! " ketusnya dengan dingin sembari terus melangkah.
Caca menggangu paham, dengan jawaban alex dia pun mengikuti alex dari belakang dengan banyak kertas dan dokumen yang ada di tangannya tersebut.
"Tuan saya ada titipan dari queen untuk anda beberapa dokumen, yang akan di oerllukan anda nanti di sana, " ucap caca yang masih mengikutinya dari belakang.
"Berikan pada bara atau bob aku tak ada waktu untuk mengurusi dokumen yang tak terlalu penting itu " ketusnya
"Baik jika anda ingin memeriksanya nanti tanyakan pada mereka berdua saja tuan saya titipkan semua ini pada mereka berdua " jawab caca sembari menyusun kembali semua kertas yang ada di tangannya tersebut.
Alex kini sudah tiba di lapangan yang ada di depN markas di sana sudah ada satu pesawat pribadi yang bertengger siap meluncur terbang membawanya ke benu Amerika dengan cepat.
__ADS_1
"Mari tuan semuanya sudah siap..! " ucap Bob yang menyambut alex tak jauh dari pesawat.
Alex janya mengangguk den berjalan menuju pintu pesawat.
"Bara kau harus menjaga tuan muda dengan benar kalo tidak nanti bukan hanya tulang mu patah mungkin saja kepalamu terpisah" ucap keren yang mengingatkan bara.
"Heh kau menakuti ku atau memperingatkan ku, tapi tak masalah jika tuan muda tak dalam masalah meski nyawaku yang menjadi taruhan aku ikhlas keren" jawab nya mantap tanpa ada keraguan dari setiap kalimatnya.
"Yayaya tapi kau juga harus memikirkan masa depan, ya sudah lah tuan muda sudah di dalam pesawat kau juga pergi blah, jaga dia dengan baik " ucap keren dengan pelukan ala peria kekar.
Kini pesawat sudah lepas landas dari lapangan markas, caca dan yang lain kembaliasuk ke markas untuk melakukan tugasnya yang belum selesai.
********""
Cristian yang baru terbangun dari tidurnya iya langsung mengambil ponsel nya yang ada di atas nakas di samping tempat tidutnya tersebut, terlihat ada satu pean yang belum terbaca, iya membukanya dan ternyata itu pesan dari alex.
"Cih pergi pun atau aa berpamitan dengan ku langsung, malah ahanya mengirim pesan teks saja, bocah macam apa kau itu heh , pergi saja sana aku tak peduli, jika tak ada kau dunia ku seakan Damai " cerutu cristian tak jelas sembari menatap ponselnya.
"Nona saat nya mengganti obat dan ini makanan anda " ucap suster yang mengagetkan cristian.
"Heh kau nabila membuatku terkejut setengah mati saja " gerutu nya pada suster nabila.
Sedangkan suster nabila hanya melempar senyum saat melihat cristian merasa terkejut.
"Maaf nona, soalnya sedari tadi anda mengomel sendiri pada ponsel anda, memangnya siapa yang pergi tanpa berpamitan dengan anda nona?? " tanya nya sembari bercanda.
"Hah.....tak ada lakukan saja jika kau ingin menganti obat, dan simpan saja di sana makannya " ketusnya dengan datar.
Nabila mengganti obat dan mengganti lontong infus yang sudah kosong, sembari tersenyum melihat ke arah cristian.
"Kau kenapa nabila, seperti yang stres saja sedati nya di melempar senyum pada ku apa ada geng aneh di muka ku ini hah?? " tanya nya dengan sensi pada nabila, yang masih ada rasa kesal karena tadi iya sempat terkejut oleh nabila .
"Tidak ada nona, hanya ada yang lucu saja, anda mengoceh pada ponsel sendri andai saja bukam saya yang masuk mungkin anda sudah di kira ada gangguan mental nona " ucap nya dengan senyuman yang semakin melebar.
"Kau meledek ku hah?? apa kamu mau amuba suka pada queen?? " ucap nya.
"Ampun nona jangan adukan pada queen. " ucapnya memohon.
Di antara meraka berdua memang akrab terkadang bercanda dan ada saaat nya serius.
__ADS_1
,🌹🌹🌹🌹Buat kalian para Readers ,author ucapin makasih ya, udah selalu setia baca ceritanya author. author cuman bisa ucapin beribu kata makasih aja pada kalian yang udah setia baca dan author doain buat kalian selalu di beri kesehatan selalu,,, 🤲🤲🤲aamiin...🤲🤲🤲