
Gresia yang kini berjalan ke arah ruang kerjanya yang mana memeng ada pekerjaan yang harus iya pantau, karena seharian ini iya tak datang ke kantor untuk memantau langsung jadilah iya harus begadang.
"Bob..... kau nanti periksa semua ini dan jangan sampai ada yang salah " perintahnya sembari memberikan satu tumpuk berkas pada Bob.
"Baik... akan segera saya selesaikan queen" bib menerima itu dan langsung beranjak pergi untuk kembali kerja.
Tak lama dari kepergian bob dari ruang kerja Gresia, datanglah alex masuk ke sana dengan mimik muka yang banyak pertanyaan di benk nya untuk Gresia.
"Apa yang kau ingin tanyakan??? " tanya Gresia iya telah tau apa yang ada di pikiran alex meski hanya sekilas melihat raut wajahnya.
"Kau pasti sudah tau maksud ku, jadi jelaskan??! " ucap alex yang langsung duduk di sebrang Gresia.
"Tak ada yang perlu aku jelaskan, kau belum saat nya untuk mengetahui, jadi sebaiknya kau bersikap lah seakan tak tau, yang tak kau tak tau tak mesti kau ketahui jika tak ingin sakit hati nantinya " jelas Gresia dengan sikap acuh dan dinginnya sembari menatap semua berkas yang ada di hadapan nya .
"Aku hanya ingin tau, siapa wanita di salam sana yang sedang dirawat oleh suster sindi, aku tidak ingin mengetahui rahasia mu... yang lain" pungkasnya dengan tak senang mendapat jawaban Gresia barusan.
"Suah kukatakan kau tak perlu tau....! " ucap nya acuh.
'Brakkkkkkkkk....... '
"Baik aku nak mencari tahu sendiri jika kau tak ingin memberi tahunya, jangan salahkan aku jika bertindak dengan cara ku...! " ujar alex saat setelah menggebrak meja.
Alex menggertak akan menggunakan caranya sendiri untuk mencari tau siapa yang Gresia sembunyikan di sana.
'Plaakkkkkk..... '
Tamparan keras mendarat di pipi alex yang kini iya hanya memeganginya karena panas bekas tamparan tersebut.
"Apa kau tak mendengar perkataan ku tadi hah.... apa kau ingin seperti hiburan dan akan menjadi gibran yang yang kedua.....!!!! " bentak Gresia yang sudah emosi.
"Bukan kah aku sedari tadi meminta kau menjelaskan secara baik, tapi kau tak mau makan jangan salah kan aku untuk bertindak dan mencari tahu sendiri " jawab alex tegas pada Gresia.
Gresia mengepalkan kedua tangan nya karena menahan amarah, karena bagai mana pun alex masih lah adiknya dan jika tantenya nati sudah benar-benar pulih dan ingat jika inya memiliki seorang anak dan bertanya padanya, bagai mana iya harus menjawabnya jika iya telah membunuhnya.
"Keluar......!!!!!! " teriaknya sembari menunjuk ke arah pintu keluar.
__ADS_1
Alex menatap Gresia dengan penuh amarah pula tapi bagaimana mungkin iya berani untuk melawan, sembari memegangi pipinya yang masih terasa sakit iya keluar dan sesekali melihat ke arah Gresia.
"Aaaaaggggghhhhh....... menjengkelkan.....!!!!!! " racau nya sembari menjatuhkan tubuhnya ke kursi dan menatap langit-langit ruangan tersebut.
"Jika aku tak harus menjawab pertanyaan yang akan sulit ku jawab di masa depan sudah ku bunuh, tanganku sudah geram " racau nya dengan kesal.
Karena kesal iya tak lagi fokus untuk mengerjakan semua pekerjaannya, jadi iya pergi ke tempat dimana para tahannya di tahan yang mana di sana juga ada alka dan yang lainya.
"Bangun kau..... aku tak menyuruh kalian tidur.....!!!!!! " tendang Gresia pada Julian dan yang lain.
Mereka terbangun dan melihat aneh pada Gresia yang baru saja datang sudah mengamuk.
"Kau... lawan aku jika kau bisa mengalah kan ku kau akan ku bebaskan untuk kedua kalinya " tunjuk Gresia pada Julian dan melepaskan sebilah pedang pada Julian.
"Ingatlah... apa yang kau ucap barusan jangan kau menjilat nya kembali semua kata-kata mu barusan...! " Julian tergiur dengan tawaran Gresia padanya iya pun bersemangat untuk mengalahkan Gresia.
"Itu pun jika suasana hatiku baik" ketuanya lagi dengan tatapan sinis nya .
"Klian bawa mereka ke arena tarung....!!! " perintah Gresia pada para anak buahnya untuk membawa mereka.
Julian begitu bersemangat hingga tak sadar jika amarah Gresia sedang memuncak, kemungkinan untuk iya selamat hanyalah kemungkinan kecil, yang pasti Julian akan tewas.
"Jangan menyesal jika kau kalah, maka semua yang menjadi milik mu akan menjadi milik ku " ucap Julian dengan sombong dan angan-angan yang tinggi.
"Cih..... banyak omong...!! "Gresia dengan segala amar hnya langsung menyerah ke arah Julian.
Kini pertarungan resmi di mulai ke duanya saling nengabkat pedang dan mengayunkan dengan lihainya, namun dengan gesit Gresia mengelak dari semua serangan Julian, begini juga dengan Julian.
Julian yang memang kakinya yang sudah terluka , hingga agak sedikit terganggu pergerakan nya hingga tanganya tetsores ujung oedang Gresia, Pertarungan sengit itu berlangsung cukup lama, di antara keduanya masih belum bisa di tentukan siapa si pemenang.
Gresia yang kesal karena masih saja belum bisa melumpuhkan lawan padah sudah cukup lama bertarung, Karena Gresia agak sedikit lengah hingga item ya terkena mata pedang yang Julian lenggang tepat di bagian bahunya.
"Sial..... terlalu bego...!!! " gerutunya pada diri sendiri.
"Bagai mana apa ingin menyerah!???. " tanya Julian dengan arogan pada Gresia.
__ADS_1
"Heh.... menyerah tak ada dalam kamis seorang , queen mafia yang mencantumkan kata menyerah.. ", jawab Gresia dengan arigannya juga .
Iya pun menyeimbangkan Julian dengan membabi buta dan semua emosi di luapkan nya pada pedang yang iya mainkan untuk menyerah Julian.
Keduanya seakan imbang dalam pertarungan ini, karena Gresia kesal iya pun mengeluatkan pistol dari balik jubahnya dan mengarahkan ke arah Julian.
Julian yang mulai panik karena Gresia mengganti senjata nya, iya menjadi bingung harus berbuat apa, Julian hanya bisa harus tetap bertahan, Gresia terus membidik ke arah sasaran.
"Kau curang.....!!!! " protes Julian pada Gresia.
"Di sini adalah tempat ku jadi akulah yang menentukan aturan mainnya, " jawab Gresia dengan aura membunuhnya yang kuat mengarahkan pistol ke arah Julian.
Di saat keadaan Julian agak sedikit melonggar, Gresia dengan cepat mengayun kan pedang nya dan mengenai beberapa bagian badan Julian, dan kini iya terluka, pertarungan pun di lanjut kembali, yang membuat Julian sangat terluka parah dan kini ya sudah mulai tak kuat untuk berdiri.
Gresia yang sudah mulai bosan karena lawannya yang mulai melemah, dia pun tak segan langsung , menendang nya dari arena, tarung .
"Ganti.... dia terlalu lemah, membuat ku lelah.. 👿👿....!!!! " teriak Gresia yang masih di selimuti dengan amarah.
Para anak buah pun langsung menarik alka ke atas ring tempat untuk bertanding yang mana atasan nya sudah menunggu.
"Hei.... lepaskan aku...!!! aku tak ada hubungannya...!!! " teriak alka memberontak tak ingin naik.
"Diam lah tuan kalo tak ingin mati sia-sia di sini " di peringatkan oleh mereka untuk tak memberontak agar tak mati sia-sia, sebelum bertarung.
Gresia melemparkan sebilah pedang arah alka, dan iya berjalan menghampirinya.
"Ingat lah dalam pertarungan ini aku tak akan segan, meski kamu adalah kakak ku,..... 👿" bisik nya dengan tatapan yang mengerikan.
"Baik lah aku sebagai kakak akan mengikuti permainan mu ini sampai selesai, tapi kamu harus ingat ikatan darah lebih kental daripada air, Pasti kau tak akan berani untuk membunuh " balas alka dengan berbisik pula.
"Heh... " seringai nya dengan tanpa basa-basi Gresia mengacungkan pedang nya ke arah alka.
Kini pertarungan dimulai yang mana keduanya terus melakukan perlawanan yang sangat sengit dari keduanya, meski Gresia sedari tadi sudah bertarung namun iya sama sekali tak terlihat kelelahan.
Tapi tak lama alka yang tak sanggup untuk melawan Gresia diapun mengaku kalah, agar tak babak belur seperti Julian, namun apa yang iya akui tak di gubris oleh Gresia dia tirus mengayun kan pedangnya merah alka. Alka yang bertahan untuk agar tak terluka dia pun terus mencoba menangkis dan mengelak agar tak terkena sasaran pedang Gresia yang terlihat sangat tajam yang telah berlumur darah segar dari luka di badan alka yang bercampur dengan darah Julian.
__ADS_1
Gresia terus melakukan perlawanan yang membuat semuanya menjadi tegang, karena kini alka yang melakukan serangan balik, membuat pertarungan menjadi dangan mengadakan untuk di tonton.
Cristian yang tak sengaja melewati lorong tersebut untuk menuju ke bagaian tempat gibran di tahan, untuk sekedar memeriksa keadaan nya tak sengaja mendengar kegaduhan di arena bertarung iya pun melihat ke sana sebentar, dan sangat terkejut saat melihat semuanya.