
Alex mengejar dan menghentikan langkah Gresia(alika) karena iya penasaran atas apa yang iya dengar sama-sama tadi perkataan gresia(alika) pada Martin.
"Kak katanya sesuatu apa yang aku dengar tadi apa kah benar seperti itu kenyataanya ??? " tanya alex dengan keinginan tahunnya yang cukup besar.
Namun gresia tak bergeming atau melihat ke arah alex, dia hanya menatap lurus ke depan .
"Kak.....!!! jawab aku jangan hanya diam....!! " bentak alex yang geram karena tak mendapat apa yang iya ingin kan.
"Alex sudah ayok kita pulang kita tanyakan lagi nanti setelah di rumah ayok" cristian menghampiri dan membujuk alex untuk pulang terlebih dulu.
Alex hanya diam dan menatap diam pada gresia(alika) dan berlalu pulang bersama cristian.
Gresia yang masih ada di sana membalikan badan dan kembali masuk kedalam klub yang sudah hancur berantakan itu untuk menemui Marti yang masih ada di dalam.Caca yang masih ada di sana mengikuti nya masuk kedalam yang di ikuti oleh keren dari belakang.
Saat sampai di tempat di mana meraka tadi saling bertatap muka, iya masih melihat Martin yang terduduk sembari merangkul kakinya dan memasukan kepala nya kedalam selah kaki.
"Kak maaf kan aku.. aku bukan bermaksud untuk menyerang keponakan ku sendiri, aku sungguh tak mengetahui jika itu keponakan ku sendiri, dan maaf kakak aku juga belum bisa menemukan keberadaan kakak ipar di mana " gumam Martin sembari menangis.
"Heheh untuk apa ditangisi bukan kah sekarang kau sudah tau, oh iya aku juga melupakan sesuatu, aku katakan padamu berikan segel queen mafia kepadaku sekarang juga " gresia (alika) tertawa mengejek dan meminta barang.
Martin mendongak ke arah Gresia (alika) dengan tatapan bingung, Martin menatap heran bukan kah segel itu telah iya ambi saat dia mengambil alih posisi menjadi mafia terkejam, terus segel apa lagi iya minta? .
"Bukan kah dulu kau telah mengambilnya??? lalu untuk apa kau meminta lagu pada ku mana aku punya barang yang kau minta " jawab nya dengan datar.
"Nona kau dapat menemukan identitas ku yang sudah aku hapus , berati kau juga sudah menemukan di mana kakak Astrid berada bukan?? " Martin balik bertanya pada gresia (alika).
Gresia (alika) hanya melihat tangan di dada dan berkata dengan acuh pada Martin.
"Segel itu masih ku simpan di tempat mu, dan untuk keberadaan tante Astrid kau tak perlu tahu, karena tak ada urusan lagi dengan mu " ketus nya.
"Nona aku mohon beri tahu aku keberadaan nya karena , ada sesuatu yang harus aku sampaikan padanya pesan b dari almarhum kakak Alvin " ujar Martin memohon untuk memberi tahunya.
"Bukan kah tim intelejen mu cukup handal, kau juga tak sebodoh itu bukan " cerca nya menyindir Martin.
"Ya kalo aku sepandai yang anda katakan mungkin dari dulu saya sudah menemukan nya nona , dan tak perlu bertanya padamu sekarang " jawab Martin dengan tegas.
Namun Gresia (alika) dia berlalu pergi dan tak menghiraukan lagi Martin.
"Jika kau ingin tahu cari saja sendiri " katanya saat berlalu pergi meninggalkan t muat tersebut.
Gresia(alika) menatap ke arah keren dan caca yang ada di sana juga, lalu berlalu pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Caca dan keren mengikuti dari belakang untuk pulang, kembali ke markas karena hari juga sudah pagi untuk beristirahat dan bekerja yang lain.
Alex yang sudah sampai di rumah dia langsung merebahkan badannya di atas kasur, untuk menghilangkan lelah, saat berbaring dia masih saja terngiang ngiang ucapan Gresia(alika) tadi namun masih saja terus berpikir.
"Ehh... bagai mana keadaan kakak gibran ya sekarang, tapi kok masih belum ada kabar dari Bob dan yang lain " gumam alex pelan sembari menatap langit-langit kamar, karena lelah dia pun tak terasa terlelap tidur.
Cristian berjalan ke arah kamar alex untuk mengajak nya sarapan karena tau dari kemaren malam alex belum makan, namun saat pintu kamar alex di ketuk beberapa kali tak ada jawaban dari alex atau sahutan apa pun, cristian menjadi panik dan mulai m nyari Yuzi untuk meminta kunci cadangan kamar alex.
"Yuzi aku minta kunci kamar alex apa kau menyimpan nya ?? " tanya cristian saat telah bertemu Yuzi.
__ADS_1
"Ehh... ada nona sebentar saya ambil, memeng ada apa dengan tuan muda nona?? " tanya Yuzi yang merasa penasaran.
"Tak ada bocah itu pintu di kunci, di panggil pun tak ada satuan, jadi aku mau mengeceknya kedalam " jawabnya.
Yuzi mengerti iya pergi berjalan ke arah ruang penyimpanan, tak lama iya pun kembali keluar dengan membawa kunci yang di minta cristian.
"Ini nona kunci yang ada minta " Yuzi menyerahkan kunci nya kepada cristian.
"Ok terima kasih " pungkasnya dan langsung menuju ke kamar alex.
Sesampainya cristian di depan kamar alex, ternyata kamar alex sudah terbuka tak di kunci lagi, iya pun masuk dan melihat alex yang sedang duduk di meja belajarnya sedang melakukan video call dengan seorang wanita.
Cristian hanya memerhatikan di ambang pintu, ternyata anak yang selama ini acuh dengan para gadis remaja ternyata bisa juga jatuh cinta, cristian hanya tersenyum melihatnya, hingga iya tak sadar jika ponselnya berdering ada panggilan dari zainal.
Alex yang mendengar suara nada dering panggilan iya pun mencari ke sana kemari mencari asal suara hinga iya berbalik ke arah pintu dan melihat cristian yang sedang senyum-senyum sendiri tengah apa yang ada dalam pikirannya. Alex mematikan telpon dan berjalan ke arah pintu.
"Eeehhm.... apa seru mendengar percakapan orang...! " ketua alex dengan datar.
"Oh iya ayok kita sarapan terlebih dahulu, kau belum makan dari kemaren malam " ajak cristian yang ingat pada tujuan awalnya.
Alex hanya memasang muka malas nya dan masuk kedalam untuk mengambil barang lalu turun kebawah untuk makan.
"Cih... sarapan apa dia tak lihat ini jam sudah jam berapa apa masih pantas di sebut sarapan " gerutu alex sembari berjalan.
Saat alex sampai di meja makan di sana sudah ada cristian dan Yuzi yang ikut serta makan di sana, yang diminta oleh cristian menemaninya.
"Pagi menjelang siang tuan " sapa Yuzi yang mengingat jika sekarang telah jam 10:46 pagi
"Hem.... " jawab nya singkat sembari mengambil nasi ke dalam piringnya.
__ADS_1
"Alex skali boleh aku tanya, gadis mana yang bisa menaklukan hati seorang alex yuon yang terkenal anti dengan anak gadis " celetuk cristian di sela makannya.
"Diam lah " ketus alex sembari menghentikan makan nya.
"Cieee malu ni ya " goda cristian
"Sedang makan diam tak usah banyak suara, keselek baru tau rasa " celetuk alex lagi dengan langsung melanjut kan makan nya.
"Ya elah gak usah malu kali, kakak juga sudah tau kamu kan sudah besar tak masalah kamu mau dekat dengan gadis mana pun..uhuk...uhuk...uhuk...uhuk.." goda nya lagi hingga akhirnya cristian tersedak oleh sayur sawi yang biya makan.
Yuzi yang berada tak jauh dari cristian langsung menyodorkan segelas air.
Alex hanya tersenyum dengan rasa menag nya, ternyata perkaranya menjadi nyata cristian tersedak.
"Sial kau bocah kau menyumpahi ku agar tersedak, aku memang ingin aku mati tersedak bukan ?? " gerutunya memaki alex.
Alex yang sudah dengan acara makan nya dia mengelap sisa makanan yang ada di bibirnya lalu meneguk jus di gelasnya.
"Jika itu memeng benar terjadi aku akan sangat bahagia sekali"seringai alex sembari berlalu pergi.
" Cih... pikiran pun jahat sekali awas saja, kau nanti pasti kena omel pacar mu itu...!! "pekik cristian kepada alex yang terus berlalu.
" Sudah lah Yuzi kalian saja yang melanjutkan aku sudah tak mood lagi untuk makan, oh iya aku akan pulang dulu ke rumah jika nanti ada yang menanyakan ku bilang saja akun pulang "cristian hilang selera makannya dia menyudahinya dan menitip pesan pada Yuzi dan iya berlalu pergi untuk pulang.
" Iya nona, nanti saya sampaikan, anda hati-hati di jalan "ucap Yuzi.
Kini Yuzi meme bereskan sisa makanan dan membersihkan kembali meja makan tersebut.
Sedangkan kini Gresia(alika) yang sudah ada di rumah pribadi nya sedang menyiapkan makanan untuk iya makan dan sekalian menyiapkan untuk nanti sekalian makan siang.
"Hah.. ini sepertinya enak untuk aku makan nanti, ahh tapi sayang rasanya untuk aku lahap ini sangat cantik " celoteh nya sediri.
Gresia(alika) menyimpan makanan yang sudah matang di atas meja, dan iya sibuk kembali dengan acara memasak nya , yang belum selesai.
__ADS_1