SENJA TERLUKA

SENJA TERLUKA
Whisper Challenge [Budek Haqiqi]


__ADS_3

Moderator dari permainan ini adalah Bara. Weekend tiba, ia langsung mengumpulkan kawan-kawannya untuk bermain whisper challenge yang sempat viral di Yo*tube.


"Kita gak sebut per kata ya. Tapi kasih semacam klu yang berhubungan sama kata," kata Bara menjelaskan game-nya.


"Siap-siap aja lo yang budek tambah budek!" cetus Fina lalu tertawa ngakak.


"Gue mau lagu EXO aja," ujar Nabila yang menyetel lagu lewat dua headphone.


"Yang pertama Aurel sama Bintang coba. Mereka kan udah lama sahabatan, mau tau yang budeg siapa." Bara tertawa setelahnya.


Aurel duduk 1 meter dari Bintang. "Kalo musiknya gede mana bisa denger."


Bintang sudah memakai headphone-nya dan manggut-manggut karena tempo lagunya enak didengar.


"WOI BUDEK!" teriak Nabila ngotot. Bintang tidak dengar karena suara musik. Bara dan lainnya tertawa melihat mereka tidak dengar apa-apa.


...[AUREL & BINTANG]...


Bara menginterupsi mereka. "1.. 2.. 3.. MULAI!"


Ghaisan yang berdiri di belakang Aurel mengangkat papan tulis kecil bertuliskan 'UPACARA'.


Yang lainnya memperhatikan Bintang dan Aurel yang nampak serius. Intinya, Yuan yakin tidak bisa menahan tawa kalau salah satu dari mereka tidak dengar.


"JADWAL SEKOLAH!"


Aurel mengeryit, "Apa? Awal sekolah?"


Yang pertama tertawa adalah Ghaisan. "Gak yakin dah gue."


Bintang menggeleng dan mengeja, "JAD-WAL SE-KO-LAH!"


Aurel tertawa karena bingung, "BAKWAN OLAH?"


Mereka tertawa lagi.


"Dari sekolah ke bakwan.. Gila..." Nabila geleng-geleng.


Bintang menghela nafas, "JAD- JADWAL SEKOLAH. HARI SENIN KITA NGAPAIN?"


"Jadwal sekolah hari senin?" tanya Aurel agak ragu.


Bintang mengangguk cepat, "IYA! KITA DATENG, TERUS NGAPAIN?"


"MASUK KELAS LAH," balas Aurel.


"BARIS DI LAPANGAN!"


"Upacara!"


"Woah.. hebatt!" pekik Bara kagum. Mereka tepuk tangan gemas.


Ghaisan mengangkat kata kedua 'GAJAH'.


"CEPETAN, BINTANG!" Aurel sudah tidak sabar karena ingin banyak menebak kata dalam waktu 3 menit.


Bintang berpikir sebentar. "HEWAN! HEWAN GEDE DI RAGUNAN!"


Aurel mengulang, "HEWAN APA? HEWAN DI TAMAN? KUPU-KUPU!" Dia tertawa bingung.


Skala mendesah, "Kupu-kupu emang ada di Ragunan?"


Bintang teriak lagi, "HEWAN GEDE!"


"HEWAN GEDE APA?" Aurel gemas sendiri.


Bintang menggaruk kepalanya, "Iya itu! GEDE, HIDUNGNYA PANJANG!"


"Bangau?"


Bintang menggeleng, "GEDE COY! HIDUNGNYA PANJANG!"


"Minumnya gampang?"


Sudut mata Fina sampai berair mendengar mereka debat satu kata.


"Pass aja pass, susah!" Bintang tertawa juga karena tidak tahu apa yang disebut Aurel.


Ghaisan mengangkat papan lagi bertuliskan 'CEO'.


"Gampang ini mah," ujar Yuan melirik Skala yang memperhatikan mereka.


Bintang ikut melirik Skala dan tertawa bingung menjelaskannya.


"SKALA APA?!"


"MANUSIA!"


Ghaisan sampai ngesot di lantai tidak kuat berdiri karena tertawa terus. Bara dan Fina juga tidak berhenti tertawa.


"PROFESINYA!"


Wajah Aurel kebingungan. "Sekali lagi coba."


"PRO-FE-SI SKA-LA!" ulangnya.


"PENGUSAHA!"


"BUKAN!" Bintang tarik nafas. "JABATANNYA!"


"Direktur?"


"Bahasa inggrisnya?!"


"CEO!"


Mereka bertepuk tangan riuh karena Aurel dan Bintang berhasil menjawab dua dari tiga kata yang tidak mudah. Keduanya melepas headphone dan mengusap telinga.


"Kamu pinter juga jelasin yang terakhir." Skala sungguh tidak menyangka ke Bintang.


Bintang bertanya, "Tadi pas kedua, lo bilang apaan sih?"


"Kamu bilang, hewan gede hidungnya panjang. Tapi Aurel bilang, hewan gede minumnya gampang." Bara sampai perutnya sakit kalau mengingat kata kedua tadi.

__ADS_1


Aurel tertawa, "Musiknya full. Aku gak denger apa-apa, beneran."


Lanjut ke Babak Kedua oleh Nabila dan Fina. Sama-sama suaranya nyaring, harusnya suara mereka mampu menembus headphone. hehe


...[FINA & NABILA]...


"Tapi apakah mereka berhasil menjawah satu pertanyaan?" Bara bersiap setelah mereka memakai headphone. "MULAI!"


Sekarang Bintang yang berdiri di belakang Nabila memegang papan tulis kecil 'JULI'. Entah maksudnya Bulan atau nama teman mereka, Fina tidak tahu.


"SAHABAT KITA! YANG JADI PENULIS!"


Nabila memperhatikan, jadi bisa tenang.


"Kerabat nulis? Pelan-pelan coba," ujar Nabila.


Fina menunjuk mulutnya, "Liatin! SA HA-BAT KI-TA YANG JA-DI PE-NU-LIS!"


Wes pokoe bubar...


"Siapa yang lagi nulis?" Nabila justru melihat kawan-kawannya tertawa. "Kaga ada, Fin."


Makin keras tawa mereka, Fina makin lelah karena Nabila tidak paham.


"Lewatin aja," ujar Nabila menyerah.


Kata kedua adalah 'BATAGOR'.


"MAKANAN FAVORIT AUREL!"


Kali ini Nabila agak tahu, "Makanan? Favorit Aurel?"


Fina ngangguk-ngangguk, "IYA APA?! CEPET, WAKTUNYA ABIS NTAR!"


"SABAR, OON!" hardik Nabila belum sempat berpikir. "Nasi goreng, mie ayam!"


Fina menggeleng.


"Batagor."


"Yess!" Fina senang Nabila tidak terlalu budek.


Yuan bertanya pada Aurel, "Lo suka batagor?"


Aurel menjawab, "Iya. Aku terharu mereka tau makanan kesukaan aku."


Lanjut dengarkan mereka di kata ketiga 'KEMBAR'. Fina rasa ini agak sulit.


"GUE SAMA GHAISAN!"


"Adek-Kakak. Terus kenapa?" cengo Nabila.


"GUE SAMA GHAISAN MIRIP !"


"Kembar."


Mereka tepuk tangan karena skor Aurel-Bintang dan Fina-Nabila adalah sama.


"Gue dengernya, yang lagi nulis. Makanya gue jawab gak ada," tawa Nabila.


...[SKALA & BARA]...


Kini Skala dan Bara, supaya imbang karena umurnya beda tipis. Begitu mereka sudah pakai headphone. Nabila bilang, "Biasanya yang tua rada budek."


"Budek banget malah," timpal Ghaisan.


Bintang menulis 'CEKER AYAM'.


Skala bertanya, "Pake bahasa informal aja ya. Kan seumuran."


Bara mengangguk setelah mengendorkan headphone-nya.


"Itu dibenci Bara banget," kekeh Aurel.


"Bara gak suka ceker?" tanya Fina.


"Iya. Katanya kayak makan tangan bayi."


Skala mulai teriak, "MAKANAN YANG LU BENCI!"


Bara menganga, "Hah? Marahan sama siapa?"


"Bukan. MAKANAN YANG LU BENCI. MAAA-KAAA-NAN!"


"Ceker ayam," jawab Bara dengan malas.


"Suara Skala nyaring lho. Bara denger ya?" Fina merasa begitu. Satu ruangan ini saja sudah menggema karena Skala.


"Musiknya kedengeran sampe sini kok," ujar Bintang.


Kata kedua 'ALATAS'.


"Nama Bapaknya, asem." Yuan tertawa kecil.


"DOKTER TERKENAL!"


"Bokap gua bukan?" Bara ragu.


Aurel tertawa. "Lagi cuti tapi."


"HO'OH!" Skala tertawa juga.


"ALATAS?"


Berhasil!


"Bapaknya sendiri malah bingung," heran Skala.


Yang terakhir 'SENJA'.


Bintang menoleh, "Itu arti nama lo, Rel." Aurel tersenyum saja.


"SORE-SORE!"

__ADS_1


Dahi Bara mengkerut, "Haa?"


"PAS SORE!"


"TARIK SESSS!" teriak Ghaisan heboh.


"Brisik, anj*r!" hardik Bintang. "Lagi serius ini."


"Oh, SORE! KENAPA SAMA SORE?!" Bara mulai nyantol.


Skala beralih klu. "ARTI NAMANYA AUREL!"


"Emang gue bawel?" tanya Bara bingung.


"ARTI NAMA AUREL, BUDEK!"


Skala baru kali ini merasa sinting.


"AUREL, ARTINYA APA?"


"MANA GUA TAU! EMANG GUA YANG BIKIN NAMANYA!" Bara tertawa heran.


"Sore... astagfirullah... SOOO-REEE !"


"Iya napa sore-sore?!" sewot Bara.


"Elu kaga paham-paham. Pass aja pass. Nyerah aja lah. Seret ini tenggorokan." Skala melepas headphone dan meminum air yang ada di atas meja.


Bara tertawa, "Paan sih, yang terakhir?" Ia menoleh ke Bintang.


Bintang jawab, "Senja."


"Ohh, senja. Pantesan si Skala ngomong sore-sore."


"Elu budek, Bar." Skala meledek.


...[GHAISAN & YUAN]...


"Awas lo kalo conge!" ancam Yuan.


"Gue yang teriak nih?" Ghaisan mau-mau saja.


Bara gantian yang pegang papan dan menulis kata di belakang Yuan.


'WAWANCARA'


Gubrak! Ghaisan sulit memberi clue.


"Elu ngasih gue susah amat, Bang." Ghaisan cengengesan menunjuk Bara.


"Dah, mulai!" perintah Bintang.


"CEPET, ONCOM!" teriak Yuan.


Ghaisan garuk-garuk kepala. "BERITA!"


"CERITA APAAN?"


"BE! BE-RI-TA!"


"Berita? Apaan lagi?"


"ELU NYARI INFORMASI!"


"Haaaaa— nyari formasi?!" Yuan keder.


Ghaisan mengira Yuan sudah benar menebak informasi. "IYA! INNN-FORR-RRRR-MASI!"


"Berita... nyari informasi.. WAWANCARA!"


Yuan berdiri dan bersorak senang.


Kata kedua adalah POCONG.


"WOII!" teriak Ghaisan karena Yuan ngelamun. "DENGERIN GUA! LONTONG, LONTONG!"


Yuan menelaah, "Lontong apa tolong?!"


"YANG BENTUKNYA KAYAK LONTONG!"


Aurel tertawa sampai bersembunyi di dada Skala.


"Tinggal ngomong, setan yang loncat-loncat," ujar Bintang.


Yuan berpikir, "LEMPER?"


Nabila ingin sekali menabok Ghaisan karena membeli clue ngawur.


"IYA, BENTUKNYA GITU, DIIKET TIGA!"


Yuan kesal, "NI ANAK BIKIN GUE GILA. LONTONG APAAN DIIKET TIGA?" Dia justru tambah ngawur karena jawab, "LONTONG SERIBU TIGA!"


"SETAN! SETAN!"


"Tadi lontong, sekarang setan. Apa hubungannya???" Yuan menepuk jidatnya lelah.


"WAKTUNYA HABIS!"


Nabila mematikan server lagu dan lanjut tertawa. "Pocong aja clue-nya muter-muter lo, San."


Yuan mendesah, "Kalah gue ini mah."


Bara mengumumkan, "Aurel-Bintang skor 2. Skala-Bara skor 2. Fina-Nabila skor 2. Ghaisan-Yuan skor 1."


"YANG KALAH NAIK WAHANA TORNADO DI DUFAN!" sorak Nabila.


Yuan dan Ghaisan mati kutu.


Kesadisan Nabila.... tidak bisa dikalahkan.


BERSAMBUNG...


SENENG nih yee dihukum naek begituan...wkwk

__ADS_1


__ADS_2