Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
penebus hutang


__ADS_3

"Nyonya, tuan saya meminta saya untuk


menagih hutang suami anda, kapan anda


akan membayarnya?!" tatapan sekretaris


bay menusuk tajam meminta ibu tiri may


untuk membayar hutang suaminya.


Ibu tiri mey merasa takut saat melihat


tatapan bay yg sangat mengerikan hingga


membuatnya merinding.


"Saya akan membayarnya, pasti saya akn membayarnya. Katakan pada tuan anda


tolong berikan saya waktu, lagi pula suami


saya baru meninggal, tolong belas kasih


anda tuan".


Duduk tersipu dengn mengetupkan kedua


tangannya untuk memohon belas kasih.


Sekretaris bay melihat sekeliling ruangan


rumah tersebut.


"Kenapa anda tidak menjual rumah anda


saja untuk membayar hutang, mungkin ini


akan cukup untuk menutupi setengah dari


hutang suami anda".


"Ah jangan tuan, ini adalah satu²nya


peninggalan suami saya, saya mohon


jangan, atau begini saja, saya akan


memberikan salah satu putri saya untuk di


nikahi oleh tuan anda".


Sahut ibu tiri mey mey dengan cepat


sembari menatap kearah sekretaris bay, saat


mendengar sekretaris bay mengatakan


untuk menjual rumahnya.


"Apa kau fikir tuan saya akan menyukai


putri anda?"


Sekretaris bay menatap remeh kearah ibu


tiri mey mey.


"Iya tuan pasti, putri saya sangat penurut


dan bisa melakukan apapun saya akan


mengirimkan kedua foto putri saya kepada

__ADS_1


anda".


Ia segera mengambil ponselnya dan


mengirim foto itu ke sekretaris bay.


DI KEDIAMAN RUMAH ALAN GARVEIS


Sekretaris bay memberikan informasi


kepada alan tentang pembicaraannya


dengan ibu tiri mey mey siang tadi.


"Selamat malam tuan".


Sekretaris bay membungkukkan badannya


memberi hormat kepada Alan.


"Bagaimana siang tadi, apa orang itu


memberikan uang untuk membayar


hutangnya?".


Tanya Alan dengan duduk bersantai di atas


sofa sembari menghisap sebatang rokok


yang berada di tangan kirinya.


"Tidak tuan, tapi orang itu ingin


memberikan salah satu putrinya untuk


dinikahi oleh tuan muda sebagai penebus


hutang".


mengatakan hal tersebut kepadanya


sehingga membuat bay merasa merinding


saat mendengar suara tuannya yang


tertawa keras.


"Apa mereka tau, aku bisa mendapatkan


wanita manapun yg aku inginkan, semua


gadis mengantri untuk bisa berada


disisi ku, seberapa cantik anaknya sehingga


bisa membuatku tertarik".


Sekretaris bay memberikan ponselnya dan


memperlihatkan kedua foto gadis tersebut


kepada Alan.


Saat melihat foto pertama alan terlihat


biasa saja, entah kenapa dia seperti terlihat


tidak tertarik sedikit pun, mungkin itu


dikarenakan bahwa ia sudah terbiasa melihat

__ADS_1


wanita² cantik di sekelilingnya. Tapi setelah


dia melihat foto yang kedua alan tertawa


terbahak² hingga suaranya memenuhi


langit² atap rumahnya dan membuatnya


bergema. Sekujur tubuh bay merinding


mendengar tawa tuannya tersebut.


"Apa perempuan ini bisa di sebut gadis, lihat


penampilannya yang culun ini apa dia masih


menyusu ibunya setiap hari, hahahaha.....apa


ibunya benar² akan memberikan anaknya


ini untuk di nikahkan padaku, lihat


badannya saja tidak berbentuk seperti ini".


Menunjukan foto itu kepada bay dengan


mulutnya yang masih tertawa dan


menghinanya berulang² kali.


Setelah alan berhenti tertawa, sekretaris bay


memberikan penjelasan tentang kedua foto


tersebut.


"Tuan, foto pertama tadi adalah foto sara


anak kandung dari istri peminjam hutang,


dia cantik dan mempunyai kharisma


sehingga dia menjadi seorang model, dan


foto kedua adalah anak tirinya yang


bernama mey mey aisyah, seorang gadis


culun dan kutu buku".


"Katakan jika aku ingin bertemu dengannya


besok".


Memberikan ponsel bay kepadanya, setelah


itu alan langsung beranjak pergi dengan


masih menampakkan senyuman gelinya.


Sekretaris bay melihat ponselnya, ia terkejut


saat melihat foto yang ingin di temui


tuannya.


"Eh...apa tuan benar² akan bertemu dengan


perempuan ini, dia bukan selera tuan muda


sama sekali.

__ADS_1


Sekretaris bay merasa heran.


Bersambung...


__ADS_2