
"Nyonya, tuan saya meminta saya untuk
menagih hutang suami anda, kapan anda
akan membayarnya?!" tatapan sekretaris
bay menusuk tajam meminta ibu tiri may
untuk membayar hutang suaminya.
Ibu tiri mey merasa takut saat melihat
tatapan bay yg sangat mengerikan hingga
membuatnya merinding.
"Saya akan membayarnya, pasti saya akn membayarnya. Katakan pada tuan anda
tolong berikan saya waktu, lagi pula suami
saya baru meninggal, tolong belas kasih
anda tuan".
Duduk tersipu dengn mengetupkan kedua
tangannya untuk memohon belas kasih.
Sekretaris bay melihat sekeliling ruangan
rumah tersebut.
"Kenapa anda tidak menjual rumah anda
saja untuk membayar hutang, mungkin ini
akan cukup untuk menutupi setengah dari
hutang suami anda".
"Ah jangan tuan, ini adalah satu²nya
peninggalan suami saya, saya mohon
jangan, atau begini saja, saya akan
memberikan salah satu putri saya untuk di
nikahi oleh tuan anda".
Sahut ibu tiri mey mey dengan cepat
sembari menatap kearah sekretaris bay, saat
mendengar sekretaris bay mengatakan
untuk menjual rumahnya.
"Apa kau fikir tuan saya akan menyukai
putri anda?"
Sekretaris bay menatap remeh kearah ibu
tiri mey mey.
"Iya tuan pasti, putri saya sangat penurut
dan bisa melakukan apapun saya akan
mengirimkan kedua foto putri saya kepada
__ADS_1
anda".
Ia segera mengambil ponselnya dan
mengirim foto itu ke sekretaris bay.
DI KEDIAMAN RUMAH ALAN GARVEIS
Sekretaris bay memberikan informasi
kepada alan tentang pembicaraannya
dengan ibu tiri mey mey siang tadi.
"Selamat malam tuan".
Sekretaris bay membungkukkan badannya
memberi hormat kepada Alan.
"Bagaimana siang tadi, apa orang itu
memberikan uang untuk membayar
hutangnya?".
Tanya Alan dengan duduk bersantai di atas
sofa sembari menghisap sebatang rokok
yang berada di tangan kirinya.
"Tidak tuan, tapi orang itu ingin
memberikan salah satu putrinya untuk
dinikahi oleh tuan muda sebagai penebus
hutang".
mengatakan hal tersebut kepadanya
sehingga membuat bay merasa merinding
saat mendengar suara tuannya yang
tertawa keras.
"Apa mereka tau, aku bisa mendapatkan
wanita manapun yg aku inginkan, semua
gadis mengantri untuk bisa berada
disisi ku, seberapa cantik anaknya sehingga
bisa membuatku tertarik".
Sekretaris bay memberikan ponselnya dan
memperlihatkan kedua foto gadis tersebut
kepada Alan.
Saat melihat foto pertama alan terlihat
biasa saja, entah kenapa dia seperti terlihat
tidak tertarik sedikit pun, mungkin itu
dikarenakan bahwa ia sudah terbiasa melihat
__ADS_1
wanita² cantik di sekelilingnya. Tapi setelah
dia melihat foto yang kedua alan tertawa
terbahak² hingga suaranya memenuhi
langit² atap rumahnya dan membuatnya
bergema. Sekujur tubuh bay merinding
mendengar tawa tuannya tersebut.
"Apa perempuan ini bisa di sebut gadis, lihat
penampilannya yang culun ini apa dia masih
menyusu ibunya setiap hari, hahahaha.....apa
ibunya benar² akan memberikan anaknya
ini untuk di nikahkan padaku, lihat
badannya saja tidak berbentuk seperti ini".
Menunjukan foto itu kepada bay dengan
mulutnya yang masih tertawa dan
menghinanya berulang² kali.
Setelah alan berhenti tertawa, sekretaris bay
memberikan penjelasan tentang kedua foto
tersebut.
"Tuan, foto pertama tadi adalah foto sara
anak kandung dari istri peminjam hutang,
dia cantik dan mempunyai kharisma
sehingga dia menjadi seorang model, dan
foto kedua adalah anak tirinya yang
bernama mey mey aisyah, seorang gadis
culun dan kutu buku".
"Katakan jika aku ingin bertemu dengannya
besok".
Memberikan ponsel bay kepadanya, setelah
itu alan langsung beranjak pergi dengan
masih menampakkan senyuman gelinya.
Sekretaris bay melihat ponselnya, ia terkejut
saat melihat foto yang ingin di temui
tuannya.
"Eh...apa tuan benar² akan bertemu dengan
perempuan ini, dia bukan selera tuan muda
sama sekali.
__ADS_1
Sekretaris bay merasa heran.
Bersambung...