
sesampainya di tempat tujuan, alan merasa ragu untuk berjalan masuk, langkahnya terhenti di depan tugu yang bertulisan selamat datang,dia merasa tidak nyaman jika berada di keramaian.saat mey akan melangkah maju, tiba² alan menarik tangannya seolah² menginstruksikan jangan masuk, bukannya takut, tapi dia tidak suka bahwa tubuhnya tersenggol orang lain walaupun itu tidak sengaja.
"ada apa? " tanya mey yang merasa heran.
"tempat ini terlalu ramai, bagaimana jika kita pergi dan mencari tempat lain" ujarnya.
ya jelas saja ramai, namanya juga pasar malam, jika namanya di ganti kuburan malam itu baru sepi.
"atau begini saja, aku akan menyuruh beberapa bodyguard untuk menemani kita" saat alan akan merogoh ponsel dari saku kirinya, dengan tersenyum,seketika mey langsung menggandeng tangan alan dan membawanya masuk bersamanya.
saat membeli tiket masuk, penjaga loker tiket itu malah cengingisan melihat mey, padahal tawaan itu sudah menjalar sejak tadi saat ia baru menuruni mobil. tapi alan memandang orang² yang menertawai mey itu dengan tatapan tajam dan membuat mereka tidak berani menertawai istrinya lagi. mey yang belum menyadarinya pun bersikap acuh tak perduli,dia kira bahwa penjual tiket itu sudah gila.
setelah berada di dalam tempat tersebut, alan melihat banyak orang berjalan kesana kemari dengan raut wajah gembira, ada yang datang satu keluarga dengan anak² mereka dan ada juga sepasang kekasih yang masih pacaran, serta masih banyak lagi. jika bukan karena keinginan istrinya, ia tidak sudi menginjakkan kakinya di sana, apa lagi ada banyak sampah yang berserakan di jalanan karena para pengunjung yang membuang sampah sembarangan,membuat suasana tak elok di pandang. kotor, itulah kata yang tersirat dalam benak alan setelah melihat situasi tersebut. itu adalah pertama kalinya alan menginjakkan kakinya di tempat kumuh tersebut.
sedangkan mey tak menghiraukan apapun selain melihat wahana² di sekelilingnya, dia tidak sabar menaikinya satu persatu. sebenarnya tujuan mey membawa alan ke sana hanya untuk membayarkan tiket wahana yang akan dia naiki karena sekarang ia sudah tidak punya uang lagi.
di sepanjang jalan, banyak sekali orang yang bisik² dengan mata yang melirik ke arah mereka, samar² mey mendengar bisikan itu. mulai dari para wanita yang merasa kagum melihat suaminya, sampai² ada yang mengatainya seperti badut dan ada juga yang merasa iri dengan mey karena alan merangkulnya.
"eh... siapa laki² tampan itu, apa dia artis? ganteng banget".
" siapa wanita di sebelahnya yha? kenapa wajahnya mirip badut? apa dia salah satu sirkus di sini? ".
" wah iri sekali aku, aku juga ingin di rangkul" kurang lebih begitulah isi kata² bisikan dari orang² julit tersebut.
apa sih? mereka mengataiku badut yah, kurang ajar! . kata alan dan bibi Li aku cantik tau, walaupun aku masih ragu dengan perkataan alan, tapi aku percaya pada ucapan bibi Li. bibi Li saja sampai mengatakan Lee Min Ho pasti akan tercengan dengan mulut ternganga setelah melihatku.
mey merasa kesal hingga bergumam dalam batin, tapi kata² hinaan itu tak di masukkannya dalam hati dan menganggapnya sebagai angin lalu saja.
__ADS_1
alan yang tidak Terima istrinya yang di cemooh kan oleh banyak orang pun merasa marah, walaupun memang dia sendiri yang mendandani mey seperti itu, tapi bukan berarti orang lain bisa menghinanya sesuka hati.
'hanya aku saja yang boleh menghinanya, orang lain tidak boleh'.
ia mendekap wajah istrinya dan melihat ke arah orang² itu dengan sorotan tajam, seketika mereka langsung bergidik takut hingga membuat mereka semua membisu tanpa kata.
"heh...! aku tidak bisa melihat" ucap mey dengan tangan yang mencoba menyingkirkan lengan alan dari wajahnya.
wahana pertama yang alan dan mey naiki adalah bianglala, mereka duduk berdampingan, walaupun mey sudah menyuruh alan untuk duduk sendiri di depannya,tapi tetap saja dia tidak mau. meski terlihat kurungan itu berat sebelah,alan bersikeras ingin duduk di sampingnya. ya bagaimana lagi, mey tidak bisa mengatakan tidak.
bianglala itu mulai berputar ke atas lalu turun ke bawah bagai sebuah roda, saat berada di atas, mey bisa melihat jelas orang² yang ada di bawah,semuanya nampak kecil.
"kau tau tidak, katanya kalau bianglala ini sampai di puncak paling atas dan sepasang kekasih saling ciuman, maka cintanya akan abadi" ujar mey kepada alan.
"benarkah? " dengan tersenyum mey menjawabnya dengan anggukan.
awalnya mey kaget, tapi pelan² dia mulai membalas ciuman tersebut dengan batin yang bergumam kenapa? kenapa dia menciumku, dan kenapa aku malah menerimanya. apa ini semua karena ucapanku tadi?
sebenarnya mey tidak bermaksud mengatakan itu, dia hanya asal bicara, ia tidak menduga bahwa alan akan benar² melakukannya.
_________________
sela dan zero bertemu di tempat mereka janjian. seperti biasa, zero selalu menutupi wajahnya dengan masker dan menutupi kepalanya dengan topi agar para fans nya tidak mengenalinya. sebenarnya ia juga tidak suka pergi ke tempat seperti itu, tapi entah kenapa dia ingin bertemu dengan sela, dan sebagai alasannya pun ia mengajak sela ke pasar malam.
setelah kurun waktu 10 menit untuk berjalan² dan menjajakan cemilan di tempat tersebut, sela tiba² seperti melihat gadis dengan rambut yang di kepang dua sembari mengamati punggung gadis itu dari belakang. .
karena matanya yang jeli, tanpa ragu dia pun memanggil orang tersebut "mey!! " serunya.
__ADS_1
mey yang mendengar seseorang memanggil namanya pun langsung menoleh ke belakang, ternyata itu adalah suara sela yang sedang melambai ke arahnya.
setelah mey menoleh ke belakang, seketika sela kaget apa benar itu mey? apa aku salah orang.
sela dan zero berjalan mendekat ke arah mey dan alan.
"eh... apa kau benar² mey? " sela mengamati mey dengan tatapan mengintimidasi.
"ada apa? " setelah mendengar ucapan mey, sela dan zero pun terkejut.
"wah, mey ini benar² kau? aku baru pertama kali melihatmu berdandan, jadi begini wajahmu kalo habis di dandani, keren.aku takjub loh, aku sampai nggak bisa mengenalimu" ucap sela heboh dengan mengacungkan dua jempolnya.
saat melihat laki² yang berdiri tegak di sebelah mey, sela pun langsung terkaget² sembari menutup mulutnya yang ternganga dan menutupnya dengan telapak tangan.
"wah... ini kan alan gervais, iya kan?? " tanya sela lagi, ia merasa takjub melihat wajahnya yang asli, ternyata alan gervais lebih tampan ketimbang foto yang beredar di internet.
"perkenalkan namaku sela" ucap sela dengan mengayunkan tangannya ke depan, bermaksud untuk bersalaman.
tapi alan hanya diam saja dan menatap dengan mata dingin.
sela pun menarik tangannya kembali.
"kau sudah put... " sebelum sela menyelesaikan kalimatnya, mey langsung membungkam mulut sela dengan tangan.
"bagaimana kalo kita makan saja" ajak mey, dia mengatakan itu agar sela tidak bicara yang macam².
bisa mati aku kalo sela bicara tentang pacar,bisa jadi dia akan menganggapku berselingkuh, apa lagi aku berbohong bahwa pacarku itu adalah tukang es krim. ya ampun aku terjebak dalam kebohonganku sendiri, demi apapun aku menyesal.
__ADS_1
jika alan tau, entah apa yang akan terjadi. apalagi dia adalah seorang yang posesif, membayangkan dia marah saja aku tidak berani.