
Keesokan harinya....
Setelah mandi dan berganti pakaian, mey mengambil ponselnya dan duduk di sofa.
Setelah menghidupkan ponselnya, alan mengirim pesan untuk mey.
*buatkan aku makanan dan bawakan ke kantorku*.
Itulah kata yang tertulis dari isi pesan tersebut.
Apa²an orang gila ini, malas sekali aku membuatkan bekal makanan untuknya.
Mey menghiraukan isi pesan tersebut, ia masih santai dan menyandarkan kepalanya di sofa sembari memejamkan matanya.
Tiba² ponselnya berdering, ternyata yang menelfon adalah alan, mey mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo".
Kata mey dalam telefon.
"Kau sudah membaca pesanku belum".
Dengan suara seperti sedang kesal.
"Sudah".
"Cepat buatkan aku bekal dan bawakan kemari, aku kasih kamu waktu 1 jam, kalau terlambat aku akan menghukummu".
Tanpa mendengar jawaban mey, alan langsung mematikan sambungan teleponnya.
Apa dia tidak bisa membiarkanku tenang sebentar, dia kan bisa memesan makanan lewat online, kenapa harus repot² menyuruhku datang kesana.
Dengan perasaan kesal, ia beranjak dari tempat duduknya menuju dapur.
Saat di dapur.
"Siang nona".
Bibik Li menyapa mey sembari membungkukkan memberi hormat.
"Siang juga bibik Li".
Jawab mey dengan tersenyum.
"Nona anda sedang apa, biar saya saja yang memaksakan makanan untuk nona".
"Tidak perlu bibik Li, aku bisa sendiri, lagi pula ini bukan untukku, ini untuk alan".
Sembari memotong bahan² untuk memasak.
"Kalau begitu, biarkan saya membantu nona memasak".
Bibik Li pun membantu mey menyiapkan bekal makanan untuk alan.
"Nona, nona bersiap²lah, biar saya saja yang yang menghias makanan ini".
"Baiklah, aku akan mengambil tasku dulu di kamar".
__ADS_1
Mey melangkahkan kakinya menuju kamar untuk mengambil tasnya.
Setelah itu ia membawa bekal itu ke kantor alan sembari menaiki mobil yang sudah di persiapkan paman Li untuknya.
Sesampainya di perusahaan LA grup.
Supirnya membukakan pintu untuk mey, mey pun keluar dari dalam mobil tersebut, ia melihat kearah depan, ia melihat gedung pencakar langit yang tinggi dan besar, mey masuk ke dalamnya, ia bertanya pada staf kantor dimana ruangan presdir alan.
"Permisi, dimana ruangan tuan muda alan".
"Anda siapa".
Tanya staf tersebut.
"Saya hanya mengantarkan bekal makanannya saja".
Staf tersebut menelfon presdir alan, alan menyuruh stafnya untuk membiarkannya masuk.
"Presdir sudah menunggu anda, ia ada di lantai 40".
Sembari tersenyum ramah.
Mey pun melangkahkan kakinya menuju kedalam lift, dan pergi menuju ke tempat yang sudah di beritahukan karyawan tadi padanya, setelah turun dari lift tersebut.
Apa ini ruangannya.
Mey berdiri mematung di depan pintu salah satu ruangan yang ada di lantai tersebut.
Mey membuka pintu itu dan melihat alan yang sedang bermesraan dengan wanita lain.
"Itu siapa sayang".
Eh...apa aku datang di waktu yang salah.
Pikir mey.
"Maaf...maaf mengganggu, saya hanya mengantarkan makanan untuk presdir".
Mey membungkukkan badannya berulang ulang kali meminta maaf karena merasa tidak enak.
Mey meletakkan bekal yang di bawanya ke atas meja kerja alan.
"Maaf mengganggu, saya akan pergi".
Sembari menundukan kepalanya.
"Siapa yang menyuruhmu pergi".
Kata alan sembari mengerutkan keningnya.
Mey menghentikan langkah kakinya.
"Kau pergilah".
Melihat ke arah perempuan yang bersamanya tadi.
Perempuan itu pun mengambil tasnya dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1
Sekarang hanya tinggal mey dan alan yang berada di dalam ruangan itu.
Alan berdiri dari duduknya dan menghampiri mey yang sedang berdiri mematung dan menundukkan kepalanya ke bawah
"Kau tidak perlu membungkuk dan merendahkan dirimu kepada orang lain, kau cukup hormat dan mematuhi perintah ku saja".
Tangan alan mengangkat dagu mey ke atas, membuat mey melihat ke arah matanya, setelah itu ia melepaskan cengkraman tersebut.
"Kau tau ini jam berapa".
Terlihat dari raut wajah alan, jika dia sedang kesal.
"Jam 12 siang".
Jawab mey dengan suara lirih.
"Itu jam 12 siang lewat, kau telat 5 menit, kau tau tidak, aku menunggumu dari tadi, kenapa kau lama sekali, apa kau kesini sambil ngesot".
Suara alan memarahi mey.
Aku hanya telat 5 menit, kau tidak akan mati kelaparan juga kan.
"Maaf".
Sembari menundukkan kepalanya, ia hanya bisa ngengatakan kata itu saja kepada alan, mey tau, jika ia membantah nya, dia akan menyulitkan hidupnya sendiri, maka dari itu, ia hanya bisa memaki dan mengutuki alan dari dalam hatinya.
Dalam peraturan sudah tertulis, bahwa ia tidak boleh mengatakan sesuatu yang membuat suaminya marah dan membantah perkataannya.
Mey tidak tau resiko apa yang akan ia dapatkan setelah melanggar peraturan itu, tapi ia hanya menghindarinya saja.
Alan menyuruh mey duduk di kursi yang berada di depan meja kerjanya.
Mey membuka bekal makanan siang yang di bawanya tadi, setelah membukanya, mey terkejut dengan isi didalam tempat makanan tersebut.
"Apa kau membuat bentuk hati didalam wadah makanan itu untuk membuatku terkesan".
Kata alan sembari melihat ke arah makanannya yang berbentuk hati.
Apa²an ini, kenapa bentuknya seperti ini, ini pasti kerjaan bibik Li.
Gumam mey merasa kesal.
"Semoga kau menyukai nya".
Kata mey dengan senyum paksa.
*************
Sedangkan di kediaman rumah alan gervais, bibik Li sedang di dapur dan tertawa geli.
Pasti nona sekarang membuka wadah makanan itu dan tuan muda melihatnya.
Itulah yang dia pikirkan.
*************
"Suapi aku".
__ADS_1
Alan menyuruh mey untuk menyuapinya, mey pun melakukan apa yang alan perintah kan padanya.
BERSAMBUNG......