Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
DI RUMAH


__ADS_3

Sesampainya di rumah....


Mey segera mandi sebelum alan datang, saat ia akan mengambil pakaiannya di lemari, ia terkejut, tidak ada pakaiannya sama sekali dalam lemari tersebut.


"Eh...ini bukan bajuku, kemana semua bajuku".


Mey berusaha mencarinya, tetapi tidak ada, hanya pakaian mewah yang ada didalam lemarinya, kemudian mey menelpon paman Li menggunakan telpon yang ada di dalam kamar tersebut.


"Paman Li, apa kau melihat semua baju²ku yang ada di dalam lemariku?".


"Tuan muda meminta saya untuk membuangnya nona, karena kata tuan muda ia merasa sakit mata setelah melihat pakaian yang anda kenakan, jadi tuan meminta saya membelikan pakaian untuk buat nona mey".


Mey langsung menutup telponnya.


"Si sialan itu, seharusnya aku sudah menduga bahwa si sialan itu yang melakukannya" mey menggeram kesal.


Kemudian ia mengganti pakaian dengan baju yang sudah di sediakan, setelah itu ia melihat ke arah meja rias, di meja tersebut sudah di sediakan berbagai kosmetik ternama.


"Untuk apa dia memberikan barang² ini padaku, aku juga tidak akan menggunakannya" sembari mengambil bedak tersebut kemudian di Letakkannya lagi.


Beberapa menit kemudian, paman Li menelpon dan memberi informasi bahwa tuan alan sudah datang.


Mey segera menyambutnya seperti kemarin.


"Apa dari dulu jika dia datang semua orang selalu menyambutnya seperti ini, cihhh.....merepotkan sekali".


Itulah yang di pikirkan mey saat semua pelayan sudah menelusuri jalan yang akan di lewati tuannya.


Mey sudah menyiapkan air hangat untuk alan seperti kemarin, melepaskan sepatunya dan menaruh jas kotornya ke dalam keranjang.

__ADS_1


"Aku akan mandi, buatkan aku makanan" lalu dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


"Baik tuan" mey pun segera pergi ke dapur.


"Nona muda, anda sedang apa, saya akan membuatkannya untuk nona" kata salah seorang koki.


"Tidak perlu, aku akan membuatnya sendiri".


Entah terlalu enak atau bagaimana, alan perlahan tertidur karena pijatan itu.


Mey memanggil alan karena tangannya merasa lelah, lagi pula ini juga sudah larut malam.


"Tuan".


Mey mencoba membangunkan alan dengan suara pelan tapi Alan tidak merespon.


Karena takut membangunkan tuannya, mey pun tidur di atas ranjang.


Mey tertidur lelap di atas ranjang tersebut.


Saat tengah malam, alan terbangun dari tidurnya, ia baru menyadari, bahwa ia ketiduran di atas sofa, kemudian ia melihat ke arah mey yang sedang tertidur lelap di atas ranjangnya, tanpa ia sadari, senyuman mulai terukir di bibirnya.


Entah setan apa yang merasukinya, tiba² ia membaringkan tubuhnya di samping mey dan kembali tidur dengan memeluk istri cupunya.


(Dalam mimpi mey ia sedang di peluk oleh singa dengan bulunya yang hangat sehingga membuatnya nyaman).


Sesampainya di rumah....


Mey segera mandi sebelum alan datang, saat ia akan mengambil pakaiannya di lemari, ia terkejut, tidak ada pakaiannya sama sekali dalam lemari tersebut.

__ADS_1


"Eh...ini bukan bajuku, kemana semua bajuku".


Mey berusaha mencarinya, tetapi tidak ada, hanya pakaian mewah yang ada didalam lemarinya, kemudian mey menelpon paman Li menggunakan telpon yang ada di dalam kamar tersebut.


"Paman Li, apa kau melihat semua baju²ku yang ada di dalam lemariku?".


"Tuan muda meminta saya untuk membuangnya nona, karena kata tuan muda ia merasa sakit mata setelah melihat pakaian yang anda kenakan, jadi tuan meminta saya membelikan pakaian untuk buat nona mey".


Mey langsung menutup telponnya.


"Si sialan itu, seharusnya aku sudah menduga bahwa si sialan itu yang melakukannya" mey menggeram kesal.


Kemudian ia mengganti pakaian dengan baju yang sudah di sediakan, setelah itu ia melihat ke arah meja rias, di meja tersebut sudah di sediakan berbagai kosmetik ternama.


"Untuk apa dia memberikan barang² ini padaku, aku juga tidak akan menggunakannya" sembari mengambil bedak tersebut kemudian di Letakkannya lagi.


Beberapa menit kemudian, paman Li menelpon dan memberi informasi bahwa tuan alan sudah datang.


Mey segera menyambutnya seperti kemarin.


"Apa dari dulu jika dia datang semua orang selalu menyambutnya seperti ini, cihhh.....merepotkan sekali".


Itulah yang di pikirkan mey saat semua pelayan sudah menelusuri jalan yang akan di lewati tuannya.


Mey sudah menyiapkan air hangat untuk alan seperti kemarin, melepaskan sepatunya dan menaruh jas kotornya ke dalam keranjang.


"Aku akan mandi, buatkan aku makanan" lalu dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


"Baik tuan" mey pun segera pergi ke dapur.

__ADS_1


"Nona muda, anda sedang apa, saya akan membuatkannya untuk nona" kata salah seorang koki.


"Tidak perlu, aku akan membuatnya sendiri".


__ADS_2