
pagi harinya, sara terbangun dari tidur. dia melihat ke samping ranjang yang kosong,setelah itu dia menemui pelayannya untuk menanyakan apakah suaminya kemarin malam pulang atau tidak, tapi pelayan itu mengatakan tidak.jawaban itu membuat sara menjadi sangat kesal.
ini pasti karena si wanita sialan itu, tidak akan
ku biarkan kau merebut suamiku dasar jal*ng.
sembari mengepalkan tangannya, dia kembali kedalam kamar untuk mengambil ponsel.
kemudian, ia pergi dengan menaiki mobilnya menuju kantor polisi untuk mengajukan tuntutan atas keguguran nya.
__________
mey bekerja, seperti biasa kedua temannya selalu merumpikan sesuatu yang tidak terlalu penting, yaitu tentang
presdir Alan.
mereka menjadi heboh dengan foto yang terpapar di media sosial yang memperlihatkan presdir dari LA grup dengan seorang wanita yang sedang makan bersama di sebuah restoran mewah tadi malam. tapi foto wanita itu tak terlihat jelas, hanya gambar punggungnya saja yang terlihat.
skandalnya yang beberapa bulan ini sudah tidak ada lagi sekarang muncul kembali.
moly dan sela mengamati foto perempuan itu dengan seksama, mereka seperti pernah melihat perempuan tersebut, tapi entah di mana.
kemudian mereka melihat ke arah mey bersamaan.
"kenapa kalian melihatku seperti itu? apa ada yang salah? " tanya mey tidak mengerti.
"punggungmu seperti sama dengan wanita yang ada di dalam foto ini" ucap sela sembari memperlihatkan foto itu kepada mey.
eh... kenapa bisa ada berita seperti ini.
__ADS_1
batin mey yang melihat caption dari unggahan tersebut yang bertulisan "presdir dari LA grup makan malam dengan kekasih barunya di sebuah restoran mewah".
hah... omong kosong apa yang mereka tulis, membuat mataku perih saja.
" apa benar ini kau? " tanya sela penasaran.
cih, mata mereka jeli sekali.
"hahaha... mana mungkin aku bisa makan malam dengannya, kalian bercanda ya" jawab mey dengan menutupi kebenaran.
"iya juga sih, mana mungkin dia mau makan malam bersamamu. dasar pikiran anak ini memeng kolot haha..." sahut moly dengan memukul pundak sela.
"heh gendut, apa kau kira pukulan mu itu tidak sakit, dasar tangan gajah" ucap sela mengelus² pundaknya, kemudian melanjutkan ucapannya lagi "kau tadi juga berpikir seperti itu kan, berarti bukan aku saja, tapi otakmu juga kolot".
" heh... enak saja kau ini, kau bicara apa tadi hah?! " kata moly tidak terima karena di katai kolot dan tangan seperti gajah.
beberapa saat kemudian, sara dan dua orang polisi tiba² datang ke perpustakaan tersebut dengan membawa surat perintah untuk menangkap mey.
semua terkejut kaget, apa lagi sela dan moly, mereka tidak menyangka temannya akan di tangkap polisi.
mey ikut mereka ke kantor polisi untuk di interogasi. tiba² Alan datang menemui mey, seakan akan dia sudah tau tentang semua ini.
Alan membawa pengacara ternama dan memperlihatkan bukti² bahwa mey tidak bersalah. ia menunjukkan rekaman CCTV yang berada tidak jauh dari tempat kejadian, rekaman itu memperlihatkan bahwa sara sebenarnya jatuh sendiri dan tidak di dorong seperti yang sara laporkan kepada pihak berwajib.
bukanya untung malah buntung, berniat untuk menjebloskan mey kedalam penjara malah dia sendiri yang di penjara sebagai tuduhan pem fitnahan. Alan berkata, bahwa mereka tidak boleh mencabut tuntutan sara walau dengan tebusan, ia harus mendekam di jeruji besi sesuai hukum yang berlaku yaitu selama 6 bulan.
siapa yang berani menolak perintah Alan, pihak yang berwajib mengiyakannya. jelas saja, hukum di negeri ini bagaikan pisau, tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. semua yang mempunyai kekuasaan lebih tinggi akan menjadi pemenangnya.
semua reporter yang tau tentang berita bahwa istri dari LU grup di penjara atas pem fitnahan kakak tirinya sendiri langsung meliput, dan berita itu menjadi booming di berbagai surat kabar.
__ADS_1
bahkan kontrak kerja yang sudah di tanda tangani sara beberapa bulan ini di batalkan, itu membuatnya menjadi kacau, ia semakin benci pada kakak tirinya tersebut.
________
Alan dan mey kembali ke rumah, mey mencoba untuk membujuk Alan agar mencabut tuntutan itu.
"suamiku dengarkan aku! " ucap mey dengan berjalan mengikuti langkah kaki Alan menuju kedalam kamar.
"apa yang akan kau katakan? jika kau memintaku untuk membebaskan wanita jadi²an itu aku tidak mau".
" aku yang dia fitnah, kenapa jadi kau yang marah?! lagi pula kebenarannya sudah terungkap kan? itu sudah cukup bagiku".
Alan mengernyitkan Alisnya, dia menutup pintu kamarnya dan memojokkan mey.
"kenapa? kau bilang kenapa??, itu karena kau adalah istriku, aku tidak ingin kau terkena masalah atau di sakiti oleh orang lain. dia mencoba menjebloskan mu kedalam penjara dan aku mencoba melindungi mu, tidak bisakah kau mengatakan Terima kasih saja atas apa yang aku lakukan untukmu? ".
mey tercengang mendengar ucapan yang di lontarkan Alan barusan,dia ingin melindungiku? mey menatap wajah Alan lekat yang berada dekat di depan wajahnya.
" Terima kasih, tapi aku tidak ingin kau ikut campur atas semua urusanku, biarkan aku mengurus urusanku sendiri" ucap mey yang keras kepala.
"jadilah wanita yang sedikit jahat agar tidak mudah di tindas" ia membisikkan kata² itu ke telinga mey, kemudian Alan berjalan menuju sofa dan merentangkan kedua tangannya ke atas sofa tersebut sembari memejamkan matannya.
"pergi!" dengan suara beratnya ia menyuruh mey pergi dari kamar tersebut,tapi mey masih dian saja di depan pintu.
"aku bilang pergi! " Alan mengulangi kata²nya lagi dengan nada yang lebih keras, padahal matanya masih terpejam,tapi ia tahu bahwa mey masih berdiri di tempat tersebut.
kemudian mey pun keluar dari kamar itu.
Alan menenangkan dirinya sendiri berusaha agar tidak terbawa emosi apalagi sampai melukai mey, ia tidak ingin istrinya itu terluka karena dirinya.
__ADS_1