Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
sudah sehat


__ADS_3

bulan yang menemani kegelapan di malam hari telah lingsir, sekarang terbitnya matahari telah membuat suasana menjadi hangat.


suara cicitan burung yang bersahut²an dari luar jendela kamar terdengar jelas di dalam kamar, membuat mey terbangun dari tidurnya, matanya terbuka, menoleh ke arah Alan yang masih tertidur lelap di sampingnya. pandangan matanya fokus tertuju ke arah suaminya, hingga membuat kelopak matanya tak berkedip karena memandangi wajah yang nyaris sempurna tersebut.


perlahan bulu mata hitam panjang yang menempel satu sama lain itu mulai membuka, memperlihatkan pupil mata Alan yang berwarna biru laut tersebut.


sungguh indah, bagaikan memakai lensa mata, hingga membuat mey terpesona iri melihat warna mata secantik itu.


"kenapa kau memandangiku terus? apa kau terpesona denganku? aku tau jika aku itu tampan" ucap Alan yang menyadari bahwa mey tadi memandanginya tanpa berkedip.


ya ampun narsis banget sumpah.


"apa sih, kau terlalu pede" jawab mey mengelak, lalu ia pun bangun dari tempat berbaring nya, saat dia ingin beranjak dari ranjang, tiba² Alan memegang tangannya, bermaksud tidak memperbolehkan mey pergi.


"kau mau ke mana? " tanya Alan yang masih memegangi pergelangan tangan istrinya.


"mau masak".


" siapa yang menyuruhmu masak? temani aku tidur lagi" suruh Alan, lalu ia memejamkan matanya kembali.


"kau tidak berangkat bekerja? bukankah ini belum akhir pekan? , kantormu libur yah? ".


" apa kau lupa? aku ini bosnya".


"tapi aku ingin bekerja" ucapan mey itu membuat Alan agak kesal "tidak boleh" matanya terbuka, melihat mey dengan sorotan mata tajam, mengartikan bahwa dia tidak senang. .


" kenapa? " tanya mey tanpa takut sedikitpun, dia sudah tidak seperti dulu yang merinding karena tatapan mengerikan itu, mungkin karena ia sudah terbiasa melihat tatapan tersebut, jadi membuatnya nampak biasa saja sekarang.


" pokoknya tidak boleh ya tidak boleh, kau itu masih dalam proses penyembuhan, nanti jika kau kecapean dan jatuh sakit lagi siapa yang akan repot? aku tidak ingin ya merawat mu terus menerus".


"tapi aku ini adalah karyawan".


secepat kilat Alan merubah ekspresi wajahnya " oh sekarang kau pandai ya membalikkan ucapanku" dengan tersenyum Alan menarik tangan mey dan mulai mengglitiki tubuh istrinya di bagian perut, membuat mey tertawa geli tanpa henti.


"sudah cukup ini geli hahaha... " ucapnya dengan tubuh menggeliat ke sana ke mari di atas kasur karena gelitikan itu .

__ADS_1


Alan menghentikan aktifitas tangannya, perlahan mey menghentikan suara tawanya, gara² itu pun tenggorokannya sampai kering.


mey duduk di hadapan suaminya, tangannya merangkul leher Alan seraya berkata " aku ingin bekerja, beberapa hari ini aku sudah sering libur, boleh ya" matanya berbinar penuh harap.


"kau masih sakit".


"aku sudah sehat, lihat! wajahku tidak pucat lagi kan? ini semua karena kau yang merawatku dengan baik, Terima kasih karena itu" Alan tersenyum bangga setelah mendengar kata² tersebut, di telinganya itu adalah sebuah pujian.


"aku janji, aku akan membawa obatku dan akan aku minum jika aku merasa pusing lagi nanti" lanjutnya dengan menaikkan jari telunjuk dan jari tengahnya ke atas.


"hemmm... baiklah, terserah kau saja" jawabnya mengalah, menuruti kemauan istrinya yang keinginannya tidak bisa di ganggu gugat.


dengan senyum penuh kegembiraan mey berterima kasih seraya mencium pipi suaminya sebagai hadiah.


_______________


mey dan Alan bersama² menuruni anak tangga, di sana mereka melihat sekretaris bay yang sudah berdiri mematung di bawah tangga, menunggu tuannya turun. entah sejak kapan dia sudah berdiri bagaikan demit di situ, yang jelas, dia selalu menunggu Alan sebelum berangkat ke kantor.


"selamat pagi tuan, nona" bay membungkukkan badan, menyapa ke dua tuannya yang sedang berjalan.


bay langsung menarik kursi yang akan di duduki Alan, lalu Alan pun mendudukinya.


"selamat makan tuan, nona. saya telah memerankan beberapa makanan sebagai sarapan pagi ini, dan saya juga telah membawakan baju ganti" ujarnya memberi tau.


"hemmm" jawab Alan dengan deheman.


mey menyajikan makanan di atas piring Alan, setelah itu merekapun menyantap masakan tersebut tanpa menghiraukan bay yang berdiri mematung seperti bayangan yang tak di anggap ada, kehadirannya bagaikan hantu yang tak kasat mata, tidak ada yang menanyakan dirinya sudah makan atau belum, begitulah nasib orang jomblo wkwkwk🤣🤣.


sehabis makan, mereka segera mandi. tapi bukan mandi berdua, ada kamar mandi lagi di kamar sebelah.


mungkin butuh waktu 15 menitan mereka baru selesai, dan setelah itu Alan berangkat bekerja sekalian mengantarkan mey ke perpustakaan.


_____________


di perpustakaan, moly dan sela bertanya kepada mey perihal masalah berita yang tersebar beberapa waktu lalu yang menyatakan bahwa Alan dan micha sedang menjalin kasih hingga di belikan nya kalung mahal berbentuk hati.

__ADS_1


"mey apa berita itu benar adanya? bukankah dia suamimu? kenapa dia bisa memberikan kalung yang melambangkan cinta itu kepada perempuan lain? apa dia menyelingkuhi mu? " tanya moly yang merasa kepo dengan berita yang menggemparkan beberapa hari lalu.


"emmm... aku tidak tau , tapi aku percaya jika suamiku itu tidak akan menduakan ku dengan perempuan lain" jawabnya dengan tangan yang sibuk merapikan buku² di atas rak.


"yang benar saja, kau percaya? aku sarankan jangan percaya dengan bentuk laki² hidung belang seperti itu, bisa saja dia mempunyai banyak istri simpanan di belakang mu, dan menyembunyikan ratusan anak" ucap sela.


"jangan mengada², pasti kau mengatakan itu gara² menonton suara hati istri kemaren, iya kan? " sela hanya diam, itu membuktikan bahwa tebakan mey benar.


dan ocehan itu terus berlanjut hingga perpustakaan itu di buka, memang benar, jika mempunyai teman super kepo kayak mereka harus banyak² ngelus dada.


___________


tak terasa bahwa hari sudah mulai senja, akhirnya waktu pulang pun telah tiba.


mey berjalan dan berdiri di sebrang jalan untuk menunggu taksi lewat, sebuah taksi berwarna kuning berhenti di depannya.


seseorang penumpang keluar dari pintu mobil dan berjalan mendekati mey, ternyata itu adalah micha.


"hay" sapanya dengan tersenyum.


"iya, ada apa? " jawabnya dengan membalas senyuman itu dengan senyuman kecut.


micha meraih tangan mey "aku ingin mengajakmu berkunjung ke vila ku, mau yha? please ".


apa sih wanita ini? dia habis di rukiah ya, kok sikapnya tiba² baik begini? padahal kita kan nggak saling kenal.


" maaf aku harus pulang, suamiku pasti akan khawatir jika aku pulang terlambat" mey menarik tangannya kembali.


dengan mengepalkan kedua tangannya, micha masih saja membujuk mey dengan tersenyum.


"ayolah, aku tidak punya teman satu pun di sini. aku hanya tau kau saja, aku ingin berteman dengan mu" ucapnya dengan mata berbinar, meminta mey untuk menerima bujukannya.


mey terdiam sejenak, memikirkan sesuatu dalam benaknya. tidak mungkin tiba² micha begitu baik padanya hingga memintanya untuk menjadi teman, ini pasti ada sesuatu. karena mey penasaran dengan apa yang ingin micha lakukan, ia pun mengiyakannya saja.


dengan senyum penuh arti, micha membukakan pintu taksi itu untuk mey, dan mereka pun pergi menuju vila di mana micha tinggal sekarang.

__ADS_1


__ADS_2