
setelah ia berfoto dengan saudari tirinya,lalu mey duduk di tempat duduk yang sudah di sediakan untuk para tamu.kemudian 3 wanita menghampirinya.
"apakah ini kakak dari model terkenal dan tercantik di kota ini,tidak di sangka wajahnya biasa saja,dia terlihat culun memakai kaca mata sebesar itu hahaha".
mereka bertiga tertawa penuh penghinaan.
tapi may tidak ambil hati dengan ucapan mereka dan mengabaikannya.
"eh...bukankah gaun yang kau pakai itu Brended kelas atas yang di buat khusus oleh desainer terkenal dari prancis yah".
mereka bertiga mengamati gaun yang di kenakan oleh mey.
" bukan,ini KW kok".
kata mey.
"ya benar juga sih,perempuan kayak kamu mana bisa beli yang asli".
mereka bertiga tidak henti² nya mengolok² mey.
beberapa saat kemudian,Alan datang bersama sekretarisnya dan 4 pengawalnya memasuki ruangan tersebut,para gadis² yang melihatnya langsung berkerumun menuju ke tempat di mana Alan berdiri,3 orang yang mengolok² mey dari tadi juga ikut berlari ke arah Alan.
semua wartawan yang hadir di perta itu juga berganti meliput pria tampan tersebut.
di dalam batin mereka berkata"jarang² bisa meliput presdir dari LA grup,karena presdir Alan biasanya sangat sibuk dan sulit untuk di temui".
suasana sangat ricuh di sana,4 pengawal itu dan juga sekretaris bay kewelahan menangani mereka.
Alan melihat ke arah mey yang sedang duduk sendiri di pojokan.
eh...dia melihat ke arah sini,apa dia akan menghampiriku.
mey sudah berkeringat panas dingin,ia merasa lega karna Alan melangkahkan kakinya berlawanan dari Arah tempatnya berada,mey pun langsung cepat² pergi dari ruang itu ke area belakang.ia merasa tidak tenang jika alan berada di dekatnya.
__ADS_1
Alan berjalan ke tempat di mana pengantin itu berada,ia pun mengucapkan selamat.
"selamat adik ipar,semoga kalian menjadi keluarga yang harmonis".
alan mengayunkan tangannya ke depan untuk memberi selamat.
luisa dan sara bergantian berjabat tangan dengan Alan,dengan perasaan heran.
adik ipar ? yang benar saja,sejak kapan presdir Alan jadi kakak iparku
otak mereka merasa tidak mengerti maksud dari ucapan yang di lontarkan Alan barusan.
kemudian Alan duduk di sofa yang sudah di sediakan,serta membicarakan bisnis dengan Ayah dari luisa.
beberapa saat kemudian,Luisa merasa tidak enak badan,ia bicara pada istrinya untuk istirahat di kamar sebentar,luisa pun kemudian melangkahkan kakinya pergi dari ruangan tersebut.dan istrinya masih di sana untuk menerima tamu.
saat luisa berjalan memasuki lorong² kapal tersebut,ia merasa kepalanya benar² sangat sakit,sehingga tidak kuat lagi untuk berdiri.kemudian ia ambruk ke lantai berusaha untuk mencoba berdiri lagi,tapi sulit untuk dia lakukan.
"apa yang terjadi,apa kau sedang tidak sehat,aku akan membantumu berjalan".
mey memapah luisa dan membantunya berdiri.
mey membawa luisa ke dalam ruang istirahat,yaitu kamar luisa.kemudian mey mendudukkan Luisa ke atas ranjang.
" di mana kau menaruh obat mu".
tanya mey.
"di dalam laci".
sembari memegang kepalanya karna merasa sangat pusing.
mey pun langsung mencari obat itu di dalam laci yang berada di sebelah ranjang tersebut.setelah menemukannya,ia pun memberikan obat dan segelas air putih kepada luisa,kemudian luisa pun meminumnya.
__ADS_1
" apa kau sudah merasa lebih baik".
tanya mey merasa khawatir.
luisa hanya menganggukkan kepalanya,yang dapat di artikan bahwa dia memang sudah lebih baik sekarang.
sara membuka pintu kamar tersebut,ia melihat luisa dan mey yang sedang berduaan.
sara yang melihat akan hal itu menafsirkan makan yang berbeda,ia berfikir mey mengambil kesempatan untuk berduaan dengan Luisa.
sara pun masuk kedalam ruangan tersebut dengan ekspresi kesal.
"apa yang kau lakukan di sini,kenapa kau bisa bersama dengan suamiku".
berbicara dengan nada suara agak tinggi.
" aku tidak ada maksud apa²,aku hanya membantunya".
jawab mey.
"siapa yang akan percaya dengan mulut munafikmu itu".
"seharusnya kau tidak memarahinya, dia memang benar² membantuku".
kata luisa membantu mey untuk bicara pada sara.
" kenapa kau membelanya,aku hanya tidak ingin kau terpengaruh dengan wajah sok polosnya itu".
sara merasa kesal dengan suaminya.
"dengar ya,aku membantu suamimu untuk membawanya kemari.ntah kau percaya atau tidak,aku sudah bicara yang sejujurnya".
mey pun langsung pergi meninggalkan ruangan tersebut,karna dia tidak mau melihat drama pertengkaran rumah tangga dengan dia yang menjadi orang ketiganya.
__ADS_1