Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
Bab113


__ADS_3

setelah beberapa menit, akhirnya dessert rasa vanila dan coklat itu pun selesai di buat. sebenarnya dessert rasa coklat itu adalah masakan mey yang khusus di persembahkan untuk suami tercintanya.


"sekarang kita taruh di kulkas dulu, setelah kau mandi dan berdandan cantik, aku akan mengantarkan mu memberikan makanan ini kepada bay" ujar mey sembari meletakkan kedua dessert itu kedalam lemari pendingin.


"aku merasa insecure, bagaimana jika masakanku tidak enak dan dia tidak suka".


" tenang saja, kau harus percaya diri. yakinlah bahwa masakan mu itu enak. kan aku yang ngajarin" mey mengucapkan kalimat itu dengan penuh percaya diri.


"hahaha... kenapa aku malah tambah khawatir yha" gumamnya lirih, sebab mey yang mengajari lah yang membuat keyra merasa tambah tidak yakin.


setelah itu mereka berdua berpisah karena kamar mereka berlawanan arah. mey menuju ke kamarnya, memutar gagang pintu itu dan masuk ke dalamnya.


terdengar suara shower dari balik pintu kamar mandi.


apa Alan sedang mandi? batinnya.


mey berjalan ke arah ranjang, tak sengaja ia mendapati ponsel Alan yang terletak di atas meja samping tempat tidur, tiba² otak kecilnya itu mendapatkan ide, tanpa berpikir panjang ia pun mengambilnya.


ia mengirimkan pesan kepada bay agar menemuinya di paviliun petang nanti, dia melakukan itu agar seolah² Alan yang mengirimkan pesan tersebut supaya bay bersedia untuk datang.


setelah pesan tersebut terkirim, ia langsung cepat² menghapusnya agar tidak di ketahui oleh Alan.


gagang pintu kamar mandi nampak berputar, mey yang menyadari itu pun dengan gesit meletakkan ponsel itu ke tempat awalnya, dia kemudian duduk di atas ranjang dan berpura² sedang merapikan seprei.


Alan yang baru keluar dari kamar mandi langsung menghampiri mey dengan sebuah handuk kecil berwarna putih yang terslempang di atas kepalanya.

__ADS_1


"suamiku kau habis mandi" perasaan was²nya karena takut ketahuan terlihat jelas dari mimik wajahnya.


cih... bisa²nya aku melontarkan pertanyaan sekonyol itu, jika dia keluar dari kamar mandi dan membawa handuk itukan sudah pasti dia habis mandi, tidak mungkin kan habis


makan?...


Alan melihat istrinya sejenak, ia merasa bahwa perilaku mey itu terlihat sangat aneh, seperti orang yang habis kepergok mencuri.


"ma, maksudku aku juga ingin mandi" lanjutnya.


aku ini ngomong apa sih. rasanya aku ingin menggadaikan mulutku saja deh, dasar mulut sialan.


perlahan Alan mulai mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah mey "maksudmu kau ingin mandi berdua denganku kan? " ucapnya sembari tersenyum penuh arti.


sudah ku duga pikirannya pasti akan menuju ke arah sana, dosa apa yang telah ku perbuat di masa lalu hingga aku harus mempunyai suami mesum seperti ini ya Tuhan....


sedangkan mey, ia malah merasa geli setelah mendengar suara yang baru saja berhembus melewati telinganya, entah kenapa tiba² wajahnya berubah manjadi merah padam, lalu ia pun menutupinya dengan kedua telapak tangannya karena merasa malu.


"jangan mengikitiku, aku mau mandi dasar mesum" ucapnya menghindari Alan, ia agak berlari pelan menuju kamar mandi dengan wajahnya yang masih ia tutupi.


______________


kira² pukul 5 petang, mey dan keyra berjalan melewati taman untuk menuju ke paviliun.


"apa benar bay ada di sini? " tanya keyra yang masih merasa ragu.

__ADS_1


"insting ku mengatakan bahwa bay ada di sekitar sini, aku sudah mulai mencium aroma keberadaannya" jawab mey sembari memperagakan ala² anak indigo.


keyra yang melihat itu pun hanya bisa tertawa "hahaha... dasar konyol".


" aku dapat merasakan keberadaannya di dalam paviliun itu" ujar mey sembari menunjuk ke arah paviliun berwarna keemasan tersebut.


tanpa butuh waktu lama, akhirnya sampailah mereka di depan sebuah bangunan cantik yang didirikan tidak jauh dari taman.


keyra nampak sedikit terkejut setelah melihat bay yang ternyata memang berada di ruangan tersebut "eh, ternyata prediksimu benar kakak ipar. dari mana kau tau bahwa dia ada di sini? ".


"aku ini mempunyai indra ke enam, aku bisa menerawang keberadaan seseorang hanya dengan mata batin. hahaha... , ayo cepat ke sana, aku akan mengamatimu dari sini" mey menyuruh keyra agar segera menemui bay sebelum hari berubah gelap.


"aku merasa gugup, bagaimana jika dia menolak pemberian ku? tidak bisakah aku memberikan makanan ini melalui para pelayan saja? " ujar keyra takut.


"mana bisa begitu, kau sendiri yang harus melakukannya agar dia terpana olehmu, ajak dia bicara agar kalian semakin dekat. dia pasti akan menyukaimu, percayalah pada pakar cintamu ini" ucapnya sembari mendorong keyra pelan.


dengan rasa gugupnya yang hakiki, keyra mencoba memberanikan diri menemui bay yang sedang duduk sendiri di paviliun. sebelum itu, dia menarik nafasnya dalam², mencoba untuk menenangkan perasaannya.


bay yang menyadari ada seseorang yang sedang melangkah mendekatinya pun langsung menolehkan kepalanya ke belakang, terlihat seorang wanita cantik berjalan ke arahnya dengan memakai gaun berwarna putih sembari membawa sebuah keranjang rotan warna coklat.


_____________


mey mengamati dari kejauhan, setelah melihat bay dan keyra sudah mulai berbincang² ia pun langsung berjalan pergi meninggalkan mereka berdua. senyuman tipis nampak di bibirnya dengan membawa sebuah harapan tulus agar dua sejoli itu dapat cepat² untuk saling jatuh cinta.


semoga usahaku ini tidak sia²....

__ADS_1


begitulah batinnya.


tak sengaja saat akan menuju ke kamarnya, mey malah berpapasan dengan ratu elizza yang terlihat dingin hingga membuatnya kaku tak berkutik. mertuanya itu menyuruhnya untuk ikut dengannya "ikut lah denganku, aku ingin bicara sesuatu " begitulah kata perintah yang keluar dari bibir sang ratu, dan mey pun dengan berat hati menerima ajakan tersebut.


__ADS_2