Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
rumah pohon


__ADS_3

esok harinya,sinar mentari pagi sudah menembus kaca bening yang menyilaukan mata, membuat mey terbangun dari tidurnya.


kelopak matanya mulai membuka, orang pertama yang ia lihat setelah ia bangun dari tidurnya adalah suaminya sendiri yang masih memejamkan mata di depannya.


mey memandangi wajah suaminya itu yang nyaris sempurna, pesonanya bisa membuat orang² di sekitarnya menjadi tergila², kulitnya putih, badannya halus dan mulus.


hah... kenapa aku malah memandangi nya, aduh kepalaku masih pusing.


mey bangun dari tidurnya, ia memegangi kepalanya yang terasa masih pusing itu.


saat ia melihat pakaian yang ia kenakan, mey terkejut setengah mati,sama seperti yang di perkirakan alan tadi malam. ia kaget dan menjerit karena syok, Alan yang masih pura² tidur itu pun tidak bisa menahan tawanya.


mey melihat ke arah Alan yang tertawa cekikikan, dan karna malu, ia pun langsung berlari menuju kamar mandi.


"pffh,ahaha.... kenapa jeritannya kayak tikus kejepit yha" Alan tertawa senang setelah mengerjai istrinya itu.


"cih,aku belum sempat melihat ekspresinya, pasti sangat lucu, apa kapan² aku lakukan lagi ya" gumamnya.


saat di dalam kamar mandi, mey menggerutu kesal di depan cermin.


apa ini,ini baju? kenapa aku bisa memakai ini, ini pasti kerjaan si sialan itu.


mey mendengus kesal.

__ADS_1


kepalanya masih terasa sedikit pusing, samar² dia mengingat kejadian tadi malam "wah tampannya.... kau sudah punya istri? kalau belum, aku akan mencarikan istri untukmu, kedua temanku masih jomblo".


" gila, gila, gila... aku bicara itu, astaga".


"sebenarnya aku mau sih, tapi aku sudah punya suami. kau tau tidak! suamiku tidak waras, dia sudah gila".


" bunuh saja aku ya Tuhan.... kenapa aku bisa bicara seperti itu di depannya, apa setelah ini aku akan di hukum gantung" ingatannya tadi malam membuatnya merasa frustasi.


Alan turun dari ranjangnya, ia melihat ke arah kantung kresek berwarna putih yang di bawa mey kemarin yang di letakkan di atas meja. ia membukanya, setelah melihat isi dalam katung itu dia pun langsung membuangnya ke tempat sampah.


satu jam kemudian, Alan dan mey keluar dari kamarnya dan menuju meja makan. semua pelayan membungkukkan badan, sekretaris bay yang sudah menunggu dari tadi juga menyapa kedatangan tuannya.


"selamat pagi tuan, nona" bay membungkukkan badannya.


paman Li menarik kursi yang akan di duduki Alan, sedangkan bibik Li menarik kursi untuk di duduki mey. seperti biasa, mey lah yang menyiapkan hidangan di atas piring suaminya itu.


"tidak tuan, hanya tiga jam saja" jawabnya.


"oh aku lama yah, pasti kau capek menungguku kan, kalau begitu kau bisa pulang di rumah dan tiduran santai".


" tidak tuan, saya tidak keberatan menunggu anda".


"jika besok lagi aku membuatmu menunggu lama, kau bisa langsung datang ke kamarku dan memanggilku".

__ADS_1


" maaf tuan, saya tidak berani" bay menjawab dengan menunduk.


bagaimana bisa aku berani mengganggu anda, jika aku benar² melakukan itu kau pasti akan langsung memecat ku tuan, aku sudah bisa menjamin.


batinnya yang tidak ingin kehilangan pekerjaannya.


saat akan memasuki mobil, Alan berpesan kepada mey untuk membawakannya bekal makan nanti siang. sebenarnya dalam hatinya ia masih menggerutu kesal karna perbuatan Alan kemarin malam, tapi apa boleh buat, dia tidak bisa mengatakan tidak, akhirnya kata iya terucap dari mulutnya yang terasa sangat berat.


setelah sampai di kantor, Alan berbicara kepada bay di ruangannya. ia menyuruh bay untuk menyelidiki kasus keguguran nya sara, firasatnya mengatakan bahwa akan ada yang terjadi,lebih baik menyelidiki terlebih dahulu untuk berjaga² di kemudian hari.


bukan hanya menyelidiki kasus itu, Alan pun juga membuat rencana untuk menjatuhkan grup LU.


________


di sisi lain, luisa pergi ke rumah pohon tempat di mana dia sering bersama dengan mey sewaktu kecil. untuk pertama kali nya dia menaiki rumah pohon itu, ia melihat ukiran namanya yang terdapat pada batang pohon yang di buat mey sewaktu kecil, setelah melihat tulisan itu dia pun tersenyum.


selain itu, dia juga melihat dua kertas yang terselip dalam rumah kayu, dia pun mengambil kertas tersebut,ternyata itu adalah permohonannya yang selalu mey tulis saat ia ulang tahun. luisa kemudian membacanya satu persatu.


surat yang pertama: Terima kasih Tuhan, kau telah memberiku sahabat yang sangat baik. jangan biarkan dia meninggalkanku, aku tidak sanggup kehilangan seseorang yang ku sayang untuk kedua kalinya.


surat yang ke dua:ya Tuhan, aku tidak meminta banyak. tolong sembuhkan luisa, kembalikan dia seperti dulu.


maafkan aku karena telah melupakanmu, aku selalu membuatmu sedih, aku memang bukan sahabat yang baik. jika aku bisa mengulang waktu, aku tidak ingin melupakanmu lagi dan membuatmu menangis karena perbuatanku.

__ADS_1


tapi sudah terlambat, kau sudah bersama dengan pria lain, aku menyesali segalanya, menyesali semua yang telah ku perbuat padamu.


penyesalan luisa membuat hatinya sesak, dia tidak menyangka akan sesakit ini setelah mendapatkan ingatannya kembali.


__ADS_2