
*flasback*.
kejadian awal mula bagaimana mey bisa mendapat penyakit trauma.
di saat usianya masih 10 tahun, mey tinggal serumah dengan ibu dan saudari tirinya saja, ayahnya pergi ke luar kota untuk menjalankan bisnis.
awal mula kejadiannya berawal dari mey yang sedang di suruh ibu tirinya untuk menyetrika seluruh baju yang ada dalam keranjang milik ibunya dan saudarinya.
jika mey tidak menyelesaikan pekerjaannya sesegera mungkin, dia tidak akan mendapatkan jatah makan malam.
lalu mey langsung melaksanakan perintah dari ibunya, dan pada saat ia menyetrika baju berwarna merah milik ibunya tersebut, ia tiba² melihat kucing yang sedang kesulitan berjalan karena kakinya terjerat oleh tali rapiah.karena merasa kasihan, mey langsung menghampiri kucing tersebut dan meninggalkan setrikaan itu dengan posisi yang masih dalam keadaan tengkurap.
sesaat setelah mey membantu kucing itu lepas dari jeratan, dia lupa dengan pekerjaan menyetrikanya tadi, dia malah bermain dengan kucing itu hingga dia menyium bau gosong. seketika mey langsung ingat tentang setrikaan nya tadi yang belum ia selesaikan.
mey berlari ke arah tempat setrikaan, dia melihat baju yang sedang ia setrika tadi sudah mengeluarkan asap. lalu dengan buru² mey langsung mencabut kabel setrika itu dari stop kontak.
mey ketakutan setelah melihat baju milik ibunya itu sudah bolong cukup besar.
bagaimana ini, ibu pasti marah.
batinnya takut.
tiba² ibu tiri dan saudarinya datang, mey terkejut, dia langsung menyembunyikan baju itu di belakang badannya.
"apa yang kau sembunyikan" tanya sara dengan judes.
mey hanya menggeleng²kan kepalanya, ketakutannya membuat tubuhnya panas dingin.
"kau menyembunyikan apa? sini, berikan padaku! " ujar ibu tiri dengan wajah galaknya.
tapi lagi² mey menjawabnya dengan menggeleng²kan kepalanya berulang² kali.
dengan perasaan geram, ibu tiri pun langsung mencabut paksa apa yang di sembunyikan mey di tangannya.
ia kaget saat melihat baju kesayangannya yang mahal itu rusak.
"apa yang kau lakukan pada baju ku! kau tau kan baju ini sangat mahal! jika di bandingkan dengan nyawamu, itu tidak akan sebanding!! " teriak ibu tiri dengan tangan kiri yang mencekik leher mey.
mey mulai menitihkan air mata, lalu tanpa belas kasihan, ibu tirinya menyeretnya masuk kedalam gudang, dia mendorong mey hingga terjatuh ke lantai.
__ADS_1
"ibu maaf, mey tidak sengaja" dia menangis, meminta untuk di ampuni atas ketidak sengajaan nya tadi.
"kenapa ibuku harus mengampunimu?! jangan panggil ibuku dengan sebutan ibu, dia hanya ibuku, kau bukan anaknya! " sahut sara.
"malam ini kau tidur di sini! dan jangan harap kau bisa keluar! awas jika kau mengadu pada ayahmu, aku pasti tidak akan segan² memberimu hukuman lebih kejam dari ini" ancam nya kemudian keluar dari gudang itu dengan membanting pintu itu dengan keras.
mey langsung berlari ke arah pintu dan menggedor² pintu tersebut sembari berteriak "ibu maaf! jangan tinggalkan aku di sini, aku takut, maaf ibu.... " dia menangis, terdengar suara ibu tirinya yang sedang mengunci pintu tersebut.
"diam!!! " bentak ibunya dengan suara keras.
"hiks... hiks.... ibu maaf" mey terus mengulangi kata itu, tapi ibunya tak punya belas kasih sama sekali, mey mendengar suara langkah kaki yang semakin lama semakin menjauh dan meninggalkannya sendirian.
gelap, tidak ada cahaya sedikitpun.ruangan itu sungguh tertutup dengan banyak debu yang berterbangan karena sudah lama gudang itu tak di bersihkan. mey takut setengah mati, ia merasa jika matanya seperti buta, tidak ada bedanya dia membuka tau menutup matanya, semua terlihat sama, yaitu warna hitam, seolah² dia seperti orang buta yang tak tau arah.
terdengar suara kresek kresek di sebelahnya, tapi dia tidak dapat melihat apa itu. mey merinding ketakutan, seperti ada banyak tikus yang berjalan kesana kemari di dekatnya.
mey terus menangis terisak membuat tenggorokannya sakit dan kering, matanya pun terlihat bengkak hingga air matanya sudah habis karena terlalu lama menangis.
tubuhnya kotor, seakan semua debu di ruangan itu menempel di tubuh dan bajunya.
sebenarnya mey ingin mengadukan kelakuan ibu dan saudari tirinya pada ayahnya atas kelakuan buruk mereka padanya, tapi dia terlalu takut, dia tidak ingin membuat ayahnya trauma untuk ke dua kalinya atas pernikahan.
semua suka duka yang ia alami saat masih kecil selalu ia pendam sendiri dalam hati, semua pengalaman buruk yang telah ia lewati selama ini terus membekas di hatinya.
'kebahagiaan? tulisan itu seakan pergi dalam hidupku setelah ibuku tiada. aku seperti terpuruk dalam alam yang gelap mencari sinar terang yang tak kunjung ada.
sendiri, sepi,tak punya sandaran untuk hidup. sebagai ilusi, seakan kehidupanku hanya mengulangi musim gugur terus menerus tanpa ada musim semi yang tak kunjung tiba'.
flasback end____________________#
bay mengetuk pintu kemudian masuk kedalam ruang kerja alan sembari membawakan segelas kopi hangat untuk ia berikan pada bosnya itu.
setelah pekerjaannya selesai, alan duduk menghadap ke arah kaca yang memperlihatkan hujan deras dari luar ruangan.
"tuan ini kopi anda, silahkan anda minum terlebih dahulu" ujar bay sembari meletakkan kopi itu di atas meja alan.
tiba² alan tercengang setelah melihat kilat dari arah timur, itu adalah tempat di mana mey berada.
dia langsung berdiri, mengambil ponselnya dan menelepon mey.
__ADS_1
"tut... tut... tut.. " deringan ponsel itu terus berbunyi, tapi mey tidak mengangkatnya karena ponselnya tertinggal di rumah.
"sial, kenapa dia tidak mengangkatnya" gumamnya kesal, lalu alan mengambil jasnya yang ia slampirkan di atas kursinya dan berjalan ke arah pintu.
"tuan, anda mau kemana" tanya bay.
"aku akan pulang".
" tapi tuan, sekarang masih hujan, jalannya juga licin, tidakkah sebaiknya tuan menunggu hujan reda " ucap bay khawatir, tapi alan tak menghiraukan ucapan bay dan terus melangkah keluar dari ruangannya.
dengan kecepatan penuh, alan ugal²an di jalan yang banyak genangan air tersebut.
batinnya terasa cemas, menghawatirkan mey yang duduk di vila itu sendirian.
walau membahayakan nyawanya,dia terus melaju dengan kecepatan tinggi di jalan yang berkelok² itu.
jalannya sangat licin, mungkin jika dia bukan pengemudi yang handal, mungkin saja dia akan mengalami kecelakaan fatal.
hujan semangat lebat, petir terus menyambar dan mengeluarkan suara keras, bahkan angin pun berhembus kencang seperti ada badai.
beberapa saat kemudian, sampailah alan di halaman vila itu, semuanya nampak gelap, lalu dia masuk ke dalam vila itu dengan di terangi oleh senter HPnya.
alan berlari ke arah kamar dan segera membuka ruang kamar tersebut. setelah dia masuk, ia mendapati istrinya yang sedang duduk terpuruk di bawah jendela dengan kepalanya yang ia sembunyikan dalam tangan seperti burung unta.
lalu dia langsung berjalan ke arah mey dan memeluknya. mey menangis,ia pun membalas pelukan alan "aku takut hiks... hiks" suaranya terisak².
"jangan takut, aku ada bersamamu" jawabnya dengan mengelus² rambut istrinya.
kemudian alan membopong tubuh istrinya dan mendudukkan nya di sisi ranjang, setelah itu dia berjongkok sembari membenamkan wajahnya di punggung tangan istrinya dan berkata "maafkan aku telah meninggalkanmu sendirian, aku sungguh minta maaf".
sebenarnya alan adalah seorang yang sulit untuk meminta maaf kepada orang lain, ntah kenapa kata² itu bisa terucap dari mulutnya yang kaku.
mey melihat ke arah alan yang sedang berjongkok di depannya sembari meminta maaf atas sesuatu yang bukan kesalahannya.
air matanya mulai berjatuhan semakin deras, tapi itu bukan karena takut, melainkan terharu dengan sikap suaminya yang sangat lembut padanya.
aku tidak pernah menyangka, orang yang biasa aku kutuki setiap hari, seseorang yang selalu aku umpat dalam hati, adalah seseorang yang selalu menjagaku dan menemaniku saat aku dalam kesulitan.
dan tak pernah ku duga sebelumnya, bahwa suamiku yang ku anggap jahat itu adalah seorang yang dapat menyinari hidupku dalam kegelapan.
__ADS_1
perasaanku terasa tenang bersamanya, seolah² ketakutanku tadi sirna seketika setelah dia ada di dekatku.