Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
bau ketiak


__ADS_3

hujan sudah mulai mereda, petir pun sudah hilang, tapi angin masih berhembus kencang. mey menatap lekat suaminya dengan mata yang berkaca², alan mendongakkan kepalanya dan mata mereka saling bertatapan.


"deg.. deng.. deggg" jantung mey tiba² berdetak cepat.


kenapa? kenapa jantungku tak berdetak seperti biasanya, ini aneh.


"maaf, aku datang terlambat. seharusnya tadi aku menyuruh orang untuk menemanimu agar kau tidak sendirian" ujar alan.


jari lentik mey menyentuh pipi mulus suaminya 'tidak, ini bukan salahmu, ini semua terjadi karena kesalahanku sendiri' sebenarnya dia ingin mengatakan itu, tapi seakan mulutnya membeku, kata² itu tidak bisa terucap dari mulutnya.


alan tau jika mey takut gelap, lalu ia menghidupkan lampu tidur sebagai alat penerangan,mungkin listriknya padam karena ada kabel yang terputus. kemudian ia menyuruh mey supaya tidur untuk menenangkan perasaannya.


alan juga ikut tidur di sebelah mey dan mendekapnya dengan pelukan hangat supaya istrinya itu tidak takut lagi.


ini adalah pertama kalinya mey merasa nyaman dengan pelukan suaminya, tidak ada gumalan dalam hatinya lagi sekarang. lalu perlahan ia memejamkan mata, dan tertidur dalam mimpi yang indah.


*


keesokan harinya, mey terbangun dari tidurnya. ia membuka matanya dan melihat alan yang masih tertidur pulas di hadapannya.


wajahnya sungguh indah, saat tidur ia bagai sebuah lukisan hidup, aku seakan terpesona dengan maha karya yang menakjubkan itu.


yang masih menjanggal di otakku adalah, kenapa dia bisa memilihku menjadi istrinya, bukankah ada banyak wanita di luaran sana yang lebih cantik dan lebih hebat dariku? dia mapan, siapa wanita yang akan bisa menolaknya.


karena mey tidak ingin berpikir lebih jauh lagi, dia pun turun dari ranjang dan menuju ke dapur untuk memasakkan makanan untuk suaminya jikalau dia bangun nanti.


selisih 15 menit, alan terbangun dari tidur lelapnya, dia melihat samping, ternyata istrinya sudah tidak ada di sebelahnya.

__ADS_1


lalu alan turun dari ranjangnya, keluar dari kamar dan berjalan menuruni anak tangga dengan memasukkan tangan kanannya kedalam saku celana, sedangkan tangan kirinya menutupi mulutnya yang menguap karena masih sedikit merasa kantuk.


mey menyilangkan rambut panjangnya ke samping kiri hingga leher jenjang putihnya terlihat.


alan berdiri sejenak di sisi pintu dapur melihat istrinya dari belakang yang sedang memasak. dia memandangi tubuh istrinya dari atas sampai bawah, ia tersenyum melihat mey yang memakai kemejanya dengan telanjang kaki. dia pun mendekati istrinya tersebut dan memeluknya dari belakang sembari mengecup leher mey singkat hingga membuatnya tertegun.


mey menoleh ke arah alan sebentar "kau sudah bangun? " dengan tersenyum mey melanjutkan memotong wortel lagi.


alan tak menjawabnya ia terus saja mencium bau wangi dari tubuh istrinya, hingga mey merasa geli karena merasakan hembusan nafas alan di lehernya.


"hentikan, itu geli" ucap mey dengan tertawa kecil.


alan membalikkan tubuh mey agar menghadap ke arahnya.


"aku belum mandi loh" lanjut mey.


mey pun mengendus tubuh alan .


"heh, kau itu sedang apa? " tanya alan heran dengan apa yang sedang mey lakukan. .


"tapi kok wangi" ucap mey.


"kau itu sedang mengendus ketiak ku yah? ".


" benar loh aku tidak bohong, ketiakmu wangi, kau pakai deodoran apa? " mey terus mengendus ketiak suaminya itu.


"dasar pengendus ketiak" gumam alan dengan tersenyum, lalu mendekap wajah mey ke arah ketiaknya agar istrinya itu bisa mencium bau ketiaknya sepuas mungkin🤣🤣🤣.

__ADS_1


______________


di sisi lain, paman dan bibik Li masih tiduran di atas ranjang. dalam kurun waktu satu tahun, hanya satu hari ini saja mereka bisa hidup dengan nyaman seperti ada di rumah sendiri. biasanya jika alan ada di rumah, mereka tidak akan bisa sesantai ini, pasti akan banyak pekerjaan yang harus di kerjakan.


hidup bersama selama 30 tahun lebih tanpa ada buah hati membuat mereka agak kesepian. bibik Li tidak dapat melahirkan anak sebab rahim miliknya sudah di angkat karena penyakit yang pernah di deritanya saat masih muda dulu.


tapi tak masalah bagi mereka, karena paman dan bibik Li sudah menganggap alan sebagai anak mereka sendiri.


____________


mey dan alan duduk di meja makan sembari menyantap masakan yang sudah di buat oleh mey.


"bagaimana rasa masakannya? apa masakanku enak? " tanya mey penuh antusias seperti sedang menunggu jawaban dari juri.


"menurutmu? " jawab alan dengan balik bertanya.


ya Tuhan.... seakan aku ingin murka setelah mendapat jawaban yang menyebalkan itu, tolong berikan aku kesabaran yang melimpah.


alan merasa tanpa pembantu hidupnya akan lebih menyenangkan, tapi jika tinggal bersama dengan mey sendirian, siapa yang akan membersihkan rumah sebesar itu, tidak mungkin dia menyuruh paman dan bibik Li yang sudah laju usia itu untuk bersih².


apa aku harus membuat rumah sederhana untuk keluarga kecilku nanti, apa lagi jika kami sudah mempunyai momongan, itu pasti akan lebih menyenangkan.


fikirnya dalam benak, sembari senyum² sendiri membayangkan keluarga kecilnya nanti.


dia itu sedang apa? apa setelah memakan masakanku dia jadi gila. merinding aku.


batin mey yang merasa aneh melihat kelakuan alan yang tidak jelas.

__ADS_1


__ADS_2