Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
MERIAS WAJAH


__ADS_3

Keesokan harinya, mey terbangun dari tidurnya, ia melihat alan yang sudah memakai jas rapi dan bersiap² untuk pergi ke kantornya. Dengan spontan mey langsung duduk di atas ranjang tersebut.


Matilah aku.....


itulah kata² pertama setelah ia bangun dari tidurnya.


"Kenapa kau malah duduk diam seperti itu, pakaikan aku dasi" dengan ekspresi datar.


Mey langsung berdiri.


"Ahh...maaf tuan maaf, saya bangun ke siangan".


Sembari membubgkukkan badannya meminta maaf, lalu membantu alan memakaikan dasinya.


Saat mey memakaikan dasi.


"Apa²an kau ini, kau menjerat leherku dasar wanita sialan, kau ingin aku mati yah".


"Maaf, aku tidak tau caranya memakaikan dasi" sembari menunduk kebawah.


”Lalu kau bisa apa, apa kau hanya bisa makan, pakaikan sepatuku".


Alan duduk di sofa sembari membenarkan dasinya.


Setelah selesai memakaikan sepatu, seperti kemarin, mey berjalan di belakang nya menuju ke meja makan dan mengantarnya sampai masuk kedalam mobil kemudian memberi ucapan sampai jumpa.


Setelah itu mey kembali ke kamarnya dan melihat ke arah jarum jam.

__ADS_1


"Apa? ini masih pagi, kenapa orang itu cepat² pergi kekantor, berati bukan aku yang kesiangan, tapi memang dia yang gila berangkat ke kantor pagi², jadi untuk apa aku meminta maaf dihadapannya tadi, menyebalkan sekali".


Setelah bergumam mey pergi ke kamar mandi untuk mandi.


Saat sedang diperjalanan, alan baru teringat sesuatu, ia lupa membawa dokumen penting pagi ini, alan pun meminta supirnya untuk balik,


Setelah mandi berganti pakaian, mey melihat ke arah meja riasnya kemudian mendekati meja tersebut.


"Jika aku memakainya, tidak akan ada yang tau jugakan, lagi pula si gila itu juga sudah pergi kekantornya".


Mey mengambil bedak tersebut dan memakainya ke wajah, serta memakaikan sedikit lipstik dibibirnya yang mungil itu, kemudian dilanjutkan dengan meluruskan rambutnya dengan alat pelurus rambut.


Alan kembali ke rumahnya dan segera mencari dokumen itu diruang kerjanya.


"Dimana aku meletakkan itu, apa aku menaruhnya di kamar".


Alan pun langsung menuju ke kamarnya, ia menarik gagang pintu kemudian membukanya.


Mey menoleh kearah alan yang sedang berdiri mematung di depan pintu, mey pun terkejut akan kedatangan alan tiba².


"Ehh...kenapa orang gila itu kembali lagi" batin mey.


"Dekk dekk" suara jantung alan berdetak cepat setelah melihat wajah istrinya.


"Sangat cantik, benar² cantik" itulah kata hatinya sekarang.


Mey pun langsung cepat² memakai kacamata nya kembali.

__ADS_1


"Ada apa tuan, apa ada yang tertinggal" tanya mey.


Alan tersadar dari lamunannya tersebut.


"Iya, ambilkan aku dokumen di dalam laci itu" menunjuk ke arah laci sebelah ranjangnya.


Mey pun langsung mengambilkannya dan memberikan dokumen itu kepada alan.


Kemudian alan segera berbalik menuju ke dalam mobil, saat berada di dalam mobil, jantung alan masih berdetak cepat.


"Aku baru pertama kali melihatnya berdandan, dia bener² sangat cantik" Sembari membayangkan mey berias tadi.


Sekretaris bay merasa heran kepada tuan yang menjadi aneh setelah kembali dari dalam rumahnya.


"Tuan anda kenapa, apa ada masalah?" tanya sekretaris bay penasaran.


"Bay, menurutmu apa alasan seseorang wanita berpura² menjadi dekil dan jelek di depan orang lain?".


Bay menjawab...


"Mungkin wanita tersebut ingin di cintai dan di lihat bukan karena kecantikannya melainkan hatinya, dia ingin melihat siapa yang bisa mencintainya setulus hati, siapa yang akan berada di sisinya walaupun dia jelek, begitulah yang saya tau tuan, maaf tuan jika saya banyak bicara".


Menghadap ke arah alan yang berada di kursi belakang.


Alan tersenyum kecil...


"Bulan ini aku akan memberimu bonus".

__ADS_1


"Terima kasih tuan, terimakasih".


Jarang² aku melihat tuan tersenyum seperti ini, apa ini termasuk keajaiban dunia.


__ADS_2