Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
belajar


__ADS_3

mereka berhenti di sebuah tempat pembelajaran tata krama seorang bangsawan.


mey dan alan turun dari mobil, mey memandangi depan gedung itu dengan penuh perasaan heran.


bukankah ini adalah tempat untuk melatih tata krama ? kenapa dia membawaku kemari?


alan menggandeng tangan mey dan masuk ke tempat tersebut. dua orang penjaga menarik gagang pintu kaca, membukakan pintu untuk mempersilahkan mereka masuk.


mey dan alan melangkah masuk kedalam pintu itu, terlihat empat pelayan wanita berbaris sejajar di depan pintu sembari membungkukkan badan menyambut kedatangan alan dan mey.dan sesaat kemudian,datanglah seorang wanita paru baya yang masih terlihat muda mendekat ke arah mereka dan membungkukkan badannya.


"selamat datang tuan nona,ada yang bisa saya bantu" begitu ucapnya dengan tersenyum ramah.


"tolong ajari dia tentang tata krama seorang bangsawan dan juga bahasa Inggris" ujar alan kepada kepala sekolah tersebut.


"satu hal lagi, aku ingin kau sendiri yang mengajarinya" lanjutnya.


kenapa orang ini menyuruh dia untuk mengajariku tentang tata krama dan bahasa inggris? apa sih yang sedang dia rencanakan.


mey masih merasa tidak mengerti. tiba² dia ingat tentang perkataan bibik Li beberapa bulan lalu "orang tua tuan muda adalah keluarga kerajaan nona, mereka tinggal di Inggris. bisa di katakan bahwa tuan muda alan adalah seorang pangeran".


apa ada hubungannya dengan itu yah?


mey sudah mulai mendapatkan titik terang dari semua kebingungannya tadi.


mey menoleh ke arah alan yang sedang berdiri di sampingnya yang juga melihat ke arahnya.


oh sekarang aku tau apa yang sedang kau rencanakan, jangan harap aku akan mengikuti keinginanmu.


batinnya dengan tersenyum licik.


"baik tuan,mari ikut saya nona" dengan tersenyum, wanita itu membimbing mey berjalan ke ruang belajar.


mey mengikuti wanita itu dari belakang, dan sampailah ia di suatu ruangan yang penuh dengan buku² seperti perpustakaan.


"nona, silahkan duduk dulu. perkenalkan nama saya mimin, anda boleh memanggil saya dengan sebutan sis min".

__ADS_1


" oh iya, baiklah" jawab mey dengan tersenyum kecut.


"kita akan belajar tentang bahasa Inggris terlebih dahulu" itu katanya sembari memberikan buku kamus bahasa Inggris kepada mey.


mey mengambilnya, dia membuka halaman pertama buku itu.


pelajaran yang sangat mudah, yaitu tentang warna.


apa ini? ini lelucon yah? kelas satu SD saja sudah hafal tentang semua warna, mereka anggap aku ini bodoh yha.


"sekarang kita akan belajar tentang color (warna), lihat lah, ini gambar pensil, apa warna pensil ini"


astaga...aku seperti kembali lagi ke sekolah dasar, sudah jelas itu warna green (hijau) , kayaknya kepala sekolah ini dulunya pasti guru SD deh.


"aku tidak tau" jawab mey.


"ini warna green, green artinya adalah hijau. tolong di catat ya".


" gambar yang sebelahnya lagi adalah gambar penghapus, warna dari penghapus itu adalah white(putih),coba ulangi lagi, ini warna apa? " lanjut sis min.


sumpah Demi apapun aku ingin pulang saja dan rebahan.


satu jam telah berlalu, akhirnya pelajaran yang membosankan itu pun selesai.


sekarang gantian pelajaran yang ke dua, yaitu tentang tata cara menjadi bangsawan yang baik dan benar.


sis min menaruh satu buku ke kepala mey dan menyuruhnya berjalan tanpa menjatuhkan buku itu.


alan masuk kedalam ruangan tempat mey di latih, ia langsung duduk di sofa sembari mengamati mey.


mey melihat kearah suaminya dengan pandangan sinis.kemudian ia fokus merentangkan kedua tangannya, mencoba untuk menyeimbangkan tubuhnya, tapi gagal, dia selalu menjatuhkan buku itu ke lantai.


sis min sampai geram mengajari murid yang sulit untuk di ajari.


marah lah, katakan pada orang gila itu bahwa kau tidak sanggup mengajariku. katakan padanya untuk stop melakukan hal² yang tidak berguna seperti ini.

__ADS_1


dengan tersenyum,sis min menasehati "nak, jika anda ingin bisa. cobalah untuk tenang. tegakkan tubuhmu dan sejajar kan dengan kepala, jangan menoleh ke kanan dan ke kiri, apa lagi ke atas dan ke bawah".


mey mencoba seperti yang sis min katakan, akhirnya dia bisa walau dalam kurun waktu sepuluh detik buku itu sudah kembali jatuh.


alan melihat ke arah jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 4 sore, dia pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri mey. ia merangkul pundak istrinya sembari berkata kepada sis min "bagaimana? apa sekarang dia sudah bisa? " .


"menurut saya nona mey masih dalam tahap belajar, mungkin jika istri anda sering berlatih, dia akan cepat mempelajari semuanya dalam waktu satu bulan" jawabnya dengan ragu².


apa sih? kenapa dia tidak jujur saja bahwa aku adalah murid yang bodoh, katakan bahwa aku tidak bisa di ajari.


"baiklah kalau begitu kami akan datang kemari setiap akhir pekan, ayo kita pergi" alan melangkah keluar dari tempat itu dengan tangan yang masih merangkul bahu mey.


sis min membungkukkan badannya dengan wajah yang bercucuran keringat, tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa dia akan melatih istri dari orang besar yang sangat sulit untuk di ajari.


alan dan mey menaiki mobil, alan menyetir mobilnya ke suatu tempat.ntah alan mau membawanya kemana, jalan itu berkelok² seperti perbukitan. mey menyangga kepalanya dengan tangannya, matanya melihat ke arah pohon² hijau yang asri. wajahnya merengut,tidak ada percakapan antara dua belah pihak, hanya ada suara angin yang terdengar berhembus.


hingga sampailah mereka di suatu tempat, gerbang menjulang tinggi berwarna hitam di buka,tidak ada penjaga, alan membuka gerbang itu dengan remot. terlihat vila besar yang tidak beda jauh dari rumah alan. halaman vila itu luas, terdapat beberapa pohon pinus yang di tanam di halaman itu.


vila itu adalah satu²nya bangunan yang mey lihat sejak melewati jalanan tadi, tidak ada rumah penduduk lain di sekitar, seolah² rumah itu ada di pucuk bukit dan khusus di bangun untuk seseorang.


mey dan alan berjalan menuju pintu utama, seorang laki² paru baya menyambut kedatangan mereka.


"selamat datang tuan, nona" laki² itu membungkukkan badannya.


"ini kuncinya tuan, saya telah selesai membersihkan rumah ini" lanjut laki² itu.


setelah memberikan kunci vila itu kepada alan, laki² paru baya itu segera pergi. bisa di katakan bahwa dia adalah seorang penjaga.


sepi? iya sepi, hanya ada laki² paru baya itu saja yang terlihat di kawasan tersebut. alan dan mey masuk kedalam vila itu, sebuah ruangan besar ber chat putih yang terlihat megah nampak dari Dalam mata mey. kepala mey berputar melihat atas sampai bawah tempat itu. atap² langit rumah itu bagai di hiasi mutiara dan dia seperti menginjak keramik yang terbuat dari berlian.


"suamiku? kau menyewa vila ini? " tanya mey yang penasaran.


"menyewa? hahaha... yang benar saja, vila ini milikku" jawaban alan membuat mey tercengang.


apa? miliknya? dia kan hidup sendiri, untuk apa dia selalu membuat rumah besar?.

__ADS_1


begitu fikirnya.


__ADS_2