
dengan perasaan marah, mey kembali ke kamarnya sembari Alan yang mengikutinya di belakang "heh..! tunggu" teriak Alan meminta mey untuk berhenti melangkah, tapi mey tidak menghiraukan perkataan itu dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
saat membanting pintu, tak sengaja pintu tersebut mengenai suaminya "dukk" begitulah suara hidung Alan yang mencium pintu.
("ya ampun mey, kamu berdosa banget" kata si author🤣).
karena merasa sakit, Alan pun mengelus² hidungnya sendiri "aduh! dasar wanita sialan" gumamnya.
mey yang mendengar suara itu dari balik pintu pun juga ikut merasa khawatir.
eh... suara apa tadi? dia kenapa? apa dia kejedot pintu? dia tidak apa² kan? .
begitulah batin mey yang berusaha meneka².
eh tunggu, aku kan sedang marah padanya, kenapa aku peduli?.
mey mencoba agar dirinya tidak merasa khawatir kepada suaminya yang menyebalkan itu. lalu ia mulai berjalan dan duduk di pinggir ranjang.
Alan yang tadinya masih di luar, sekarang sudah mulai melangkah memasuki kamar.
di lihatlah bekas merah di hidung mancung suaminya itu, mey yang tadinya kesal, sekarang menjadi kasihan dan bersalah, ingin sekali ia mengusap² hidung memar itu dan mengoleskan nya obat.
ekspresi Alan yang tak bersahabat, membuat mey tegang dan takut.
kenapa ekspresinya begitu, dia marah kah? batinnya, lalu ia menundukkan kepalanya sembari memejamkan mata.
mey merasakan ada sesuatu yang lembut menyentuh kepalanya, karena penasaran, mey pun membuka pejaman matanya kembali. seketika matanya tertuju pada sesosok malaikat yang sedang berdiri di depannya dan mengelus² rambutnya, kalau bukan Alan siap lagi.
"apa kau tuli? tadi aku memanggilmu dasar bodoh" ucap Alan memarahi istrinya. sekejap sesosok malaikat yang lembut dan baik itu hilang dari pandangan mey dan berubah jadi singa.
mey memalingkan wajahnya dari pandangan Alan, seketika ia mengingat kecemburuan nya tadi yang hampir terlupakan.
"heh... kau itu kenapa? " begitulah pertanyaan Alan yang di hiraukan oleh mey.
"hey, aku ini sedang bertanya. kau ini tuli yah? " tanya Alan lagi dengan nada sedikit kesal.
"siapa suruh kau berpelukan dengan wanita itu" entah kenapa Alan malah tersenyum mendengar jawaban tersebut "maksudmu, kau cemburu? ".
__ADS_1
"apa? tidak" mey mencoba untuk berdalih, tapi ekspresinya yang sedang berbohong itu terlihat sangat jelas melalui mimik wajahnya, dia tidak bisa menyembunyikan kebenaran itu kepada Alan bahwa sekarang dia memang sedang cemburu "pokoknya aku tidak suka" mey cemberut dengan tangannya ia lipat di dada.
Alan duduk di sebelah mey, tangannya mulai meraih tangan istrinya dan menggenggamnya "aku tak bermaksud membuatmu cemburu, aku juga tidak berniat untuk memegangnya. bukanlah aku pernah memintamu untuk percaya padaku? selagi kau mempercayaiku, aku juga akan menjaga kepercayaan itu. yakinlah, aku hanya setia pada satu orang" lalu dia mencium singkat telapak tangan itu hingga membuat mey merona.
entah kenapa hati mey sangat mudah untuk di luluh kan, hanya dengan kata² manis yang terlontar dari mulut Alan saja dapat membuat kemarahannya tadi luntur dengan sekejap.
"baik lah, kali ini saja aku memaafkan mu. tapi jika kau mengulanginya lagi, aku akan benar² marah".
" memangnya kau bisa marah dengan suami tampan mu ini" lagi² sifat narsisnya muncul.
"ah kau ini selalu saja narsis, mengaca lah dan lihat sendiri bagaimana kondisi hidungmu itu" tiba² mey teringat ada sebuh kotak obat yang terletak di dalam laci, mey pun dengan segera mengambilnya lalu mengoleskan obat itu ke hidung Alan yang nampak sedikit memar.
____________________
pagi ini adalah akhir pekan, Alan dan sekretaris bay pun berjalan menyusuri taman seraya berbincang² membicarakan sesuatu.
di sisi lain, mey yang awalnya ingin menghampiri suaminya seketika menghentikan langkahnya karena melihat keyra yang sedang pura² sibuk memetik bunga padahal dia sedang mengamati bay dari kejauhan.
kesempatan itu tidak di sia² kan oleh mey, ia pun langsung menghampiri keyra dan mengajaknya bicara.
" dari kemarin aku memperhatikanmu bahwa kau sedang diam² memperhatikan bay, apa kau suka padanya? ".
" jangan omong kosong, siapa bilang jika aku suka" dalihnya.
"kalau kau mau, aku bisa mendekatkan mu dengannya, tawaran ku ini gratis".
keyra menatap mey sesaat " apa kau bisa di percaya? ".
sembari mengangguk, mey menjawab pertanyaan itu dengan yakin " bay adalah bawahan suamiku, jadi aku akan mudah mengorek informasi tentangnya".
setelah beberapa saat mengobrol, akhirnya keyra pun menyetujui tawaran itu.
_______________
pada tengah hari, mey membawa secarik kertas kosong dan sebuah pena lalu menemui bay di kamar tamu.
"tok tok tok" suara mey mengetuk pintu kamar bay. bay yang mendengar itu pun langsung membukanya, ia agak terkejut karena ternyata yang mengetuk pintu tersebut adalah mey.
__ADS_1
"nona, apa ada yang bisa saya bantu? ".
" aku ingin bertanya sesuatu" .
"silahkan nona".
maksudnya apa? dia tidak mempersilahkan aku masuk.
mey agak sedikit kesal karena bay seperti tidak mengerti maksud ucapannya tadi.
" kau ingin aku berdiri di sini terus? ".
" maaf nona, bukan maksud saya begitu. tapi tidak baik jika seorang wanita yang sudah bersuami masuk ke dalam kamar laki²" ujar bay menjelaskan.
"hey, aku ini hanya mau bertanya, bukan mau melecehkan mu" saat mey akan menerobos masuk, bay dengan sigap langsung menghalangi pintu itu dengan merentangkan ke dua tangannya.
apa²an ini, jika aku tidak boleh masuk, lalu bagaimana caranya aku menulis?.
secepat mungkin mey langsung menelusup ke bawah tangan bay hingga membuat bay terkecoh, akhirnya ia pun bisa masuk ke dalam kamar tersebut.
"nona, saya harap nona keluar dari kamar saya. saya tidak ingin ada ke salah pahaman yang terjadi di antara kita" terlihat jelas dari raut wajah bay bahwa dia agak kesal dengan sikap mey yang kekanak²an dengan masuk ke kamarnya begitu saja tanpa seizinnya. dia khawatir jikalau tuannya tiba² datang dan melihat mereka yang sedang berada di kamar berdua itu akan memberikan masalah besar baginya dan juga bagi nona nya.
"aku ini ingin bertanya banyak hal, tidak mungkin aku akan menulisnya di luar" tanpa perasaan bersalah sedikit pun mey langsung duduk di kursi dan meletakkan kertas serta penanya di atas meja.
"nona, tolong pengertiannya. saya tidak ingin membuat tuan Alan salah paham".
" tenang saja, barusan aku melihat Alan sedang rebahan di ranjang, tidak mungkin juga dia akan datang ke mari. jika kau tidak ingin aku berlama² di sini, maka cepatlah duduk agar aku bisa cepat menyelesaikan pertanya anku dan segera pergi dari sini" .
bay pun menuruti perkataan mey dan duduk di hadapan mey.
_______________
Alan terbangun dari tidurnya, saat ia tidak mendapati mey berada di kamar itu, ia pun berinisiatif mencarinya di luar.
dia mencoba menanyakan keberadaan mey pada salah satu pelayan yang ia temui "beberapa menit yang lalu, saya tidak sengaja melihat istri anda berjalan ke arah kamar tamu" begitulah jawaban pelayan tersebut.
tanpa bisa basi, Alan langsung melangkahkan kakinya ke tempat di mana pelayan tadi memberi tau. entah ada masalah apa tiba² Alan mencari mey.
__ADS_1