
Pagi harinya...
Mey dan alan makan di ruang makan, mey mengambilkan makanan untuk di letakkan kepiring alan.
"Selamat makan suamiku tersayang" sembari tersenyum kecut.
Memalukan,benar² memalukan, disini ada banyak orang, dia pasti membuat nama panggilan itu hanya untuk mempermalukan ku sajakan. Pikir mey
Semua yang ada diruangan tersebut terkejut setelah mendengar mey memanggil alan dengan sebutan barusan, terlebih paman Li dan bibik Li, serta sekretaris bay yang sudah menunggu alan sembari berdiri di sampingnya dari tadi.
Apa aku tidak salah dengar, nona memanggil tuan alan apa tadi? Suamiku tersayang. Sekretaris bay hanya heran akan apa yang ia dengar.
Setelah makan, mey mengantar alan menuju depan pintu mobilnya, tanpa sepengetahuan mey, tiba² alan mencium keningnya.
Mey hanya tertegun, semua yang melihatnya pun ikut terkejut.
Dia sudah gila, aku ingin menginjak kakinya sekarang. Mey merasa kesal
Ntah apa yang bibik Li pikirkan, ia hanya tersenyum melihat peristiwa tersebut.
Kemudian alan masuk ke dalam mobilnya, mey melambaikan tangannya sembari mengucapkan sampai jumpa kepada alan, sekilas alan tersenyum kecil ke arah mey, mobilnya pun pelan² melaju pergi.
__ADS_1
"Untung saja orang gila itu segera pergi, ntah apa yang merasukinya, makin lama dia jadi aneh" Mey menggeleng²kan kepalanya pelan.
"Nona mey" kata paman Li menghentikan langkah kakinya.
"Ada apa paman" berbalik badan menghadap ke arah paman Li.
"Tuan muda tadi mengatakan kepada saya untuk menyuruh nona naik mobil, karena di sini jarang ada taxi yang lewat".
Sejak kapan dia punya hati nurani. Pikir mey
Mey menaiki mobil tersebut saat akan sampai perpustakaan mey menyuruh supirnya untuk menghentikan mobilnya.
"Tapi nona, jika tuan tau dia pasti akan memarahi saya".
"Ah tenang saja, dia tidak akan tau".
Si supir menghentikan laju mobilnya, mey pun turun dari mobil tersebut.
"Gila apa aku turun di depan perpustakaan menggunakan mobil mewah, jika itu terjadi, pati teman² kerjaku akan menanyaiku, dan aku akan pusing mencari alasan".
Saat di perpustakaan, mey menyelesaikan semua tugasnya dengan cepat, saat perpustakaan itu sudah buka, mey mencari tempat sepi untuk membaca buku, ia duduk di bawah lantai di area perpustakaan paling belakang sembari membaca bukunya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, ada seorang pria berpakaian tertutup, memakai jaket hitam dengan tudung yang menutupi kepalanya, serta memakai topi dan kacamata.
Ia sudah berdiri lama di sana seperti sedang mencari buku.
Mey merasa terganggu dengan adanya pria tersebut karna ia tidak cepat² pergi.
Mey pun menutup buku yang di bacanya, kemudian menghampiri pria tersebut yang terlihat bingung mencari buku.
"Selamat siang tuan, anda mencari buku apa, saya akan mencarikannya untuk anda" sembari tersenyum ramah.
"Aku mencari buku misteri hantu tanpa kepala" jawab pria tersebut.
"Kau tau, cerita itu benar² jelek, memang pertamanya bagus, tapi akhir²nya ceritanya tidak jelas dan membuat jengkel, kau akan sia² membuang² uang mu untuk meminjam buku itu, jika kau mau aku bisa merekomendasikan buku yang bagus untukmu" sembari mengibas²kan tangannya kemudian mey mengambil salah satu buku di rak tersebut.
"Aku sarankan kau membaca buku ini saja, ini adalah buku the mistery horor, ceritanya lebih bagus dari buku tadi, aku sudah membacanya sampai selesai, kau pasti akan suka" mey memberikan buku tersebut sembari tersenyum.
Pria tersebut mengambil buku itu dari tangan mey, kemudian pergi tanpa mengatakan sepatah kata apapun.
"Orang aneh" pikir mey.
Ia pun kembali melanjutkan membaca bukunya tadi.
__ADS_1