
"apakah kau tidak ingin melihat Alan bahagia menjadi orang nomer satu di dunia ini? jika dia bersama dengan seseorang yang mempunyai kekuasaan, dia akan lebih mudah mendapatkan segalanya dan membuatnya semakin kaya. jika kau benar² mencintainya, kau pasti akan merelakan dia untuk kebaikannya" sungguh, mendengar perkataan mertuanya terus menerus membuat hati mey semakin sakit. tanpa di sadari, butiran air bening mulai berjatuhan dari kelopak matanya.
apakah aku adalah sebuah parasit untuk suamiku? dari dulu keberadaan ku hanya membuatnya susah, apakah setelah aku pergi dia akan lebih bahagia sama seperti yang di katakan oleh mertuaku?.
di saat pikiran mey sedang kacau, Alan tiba² datang di tengah² situasi itu.
sebenarnya tadi Alan sedang berjalan menuju dapur untuk mengambil minuman, tapi di saat lewat di depan ruang keluarga, ia tak sengaja melihat mey dan ibunya sedang melakukan pembicaraan yang serius. karena penasaran, Alan pun iseng² menguping dari balik tembok.
setelah mendengar perkataan ibunya yang memojokkan mey terus menerus agar mau berpisah dengannya pun membuat Alan semakin tidak bisa mengontrol emosi.
Alan mulai melangkah masuk ke dalam ruangan itu dengan wajah kesalnya "apa maksud ibu bicara seperti itu? ".
seketika atmosfernya berubah menjadi mencengkram dan sunyi.
ratu Elizza nampak kesal akan kedatangan Alan yang merusak rencananya, padahal sedikit lagi tujuannya akan tercapai.
" aku tidak tau apa yang kau maksud".
"ibu, aku tidak tuli, aku mendengar semua yang ibu bicarakan tadi. aku tau, ibu melakukan semua ini supaya aku bisa di jodohkan dengan orang lain kan? tapi maaf, aku tidak tertarik".
" ibu melakukan ini untuk kebahagiaan mu, ibu hanya ingin melihatmu hidup bahagia dengan orang yang tepat".
__ADS_1
"apa? kebahagiaanku? jika ibu ingin aku bahagia, seharusnya ibu merestui pernikahanku dan menerima istriku sebagai menantu".
keyra yang tak sengaja lewat di depan ruangan itu pun berhenti sejenak, setelah mendengar beberapa kata ia langsung pergi meninggalkan tempat itu.
" silsilah keluarga kita tidak ada yang menikah dengan orang dari golongan rendahan".
mey menghapus air matanya dengan telapak tangan, lalu melihat ke arah Alan dan ibu mertuanya bergantian. perselisihan itu terus berlanjut hingga pada akhirnya Alan mengucapkan beberapa kata sebagai penutup "kalau begitu, ibu bisa mencoret ku dari daftar keluarga. aku tidak masalah, aku sudah terbiasa hidup sendiri dalam sebuah pengasingan".
sembari menarik tangan mey, Alan langsung berjalan pergi meninggalkan ratu Elizza sendirian di ruangan tersebut.
_________________
Alan membawa mey ke dalam kamar dengan wajah yang masih nampak emosi.
"ibu mu benar, mungkin saja jika aku tidak hadir dalam kehidupanmu, kau akan menemukan wanita yang lebih baik dariku dan dapat membuatmu bahagia" mey menjawabnya dengan menunduk ke bawah, terlihat bahwa dia sedang berusaha untuk tersenyum.
"kau sudah gila? apa hanya dengan beberapa perkataan bodoh dari orang lain kau langsung ingin menyerah? apa perasaanmu padaku itu begitu tipis hingga kau mudah terhasut? ".
" aku hanya tidak ingin di anggap sebagai parasit" mata mey kembali berkaca² dengan wajah yang memelas.
"dasar bodoh! siapa yang menganggap mu parasit?. aku ini suamimu, sudah seharusnya aku menjagamu kan?. jika kau tidak bersandar padaku lalu kau ingin bersandar pada siapa lagi? apa kau masih punya keluarga?! " ucapnya seraya menusuk² jidat mey dengan menggunakan jari telunjuk. ia agak kesal dengan pemikiran istri bodohnya itu.
__ADS_1
"maaf" mey meminta maaf karena merasa bersalah.
"hmmm... beresi barang²mu, kita akan pergi dari sini".
" kenapa? " mey bertanya karena tiba² saja Alan berkata seperti itu.
"jika kau lama² tinggal di sini, otakmu yang kecil itu pasti akan tercuci dengan omongan ibuku. kau tau kenapa ibuku jadi ratu? itu karena dia pintar bicara. sudah cepatlah kau siap², nanti malam kita akan terbang kembali ke rumah".
mey menggeleng² kan kepalanya, membuat Alan mengerutkan dahi tak mengerti apa maksudnya.
"aku tidak mau pergi" ucap mey menolak.
"kenapa? ".
" sebelum berada di sini aku pernah berjanji padamu bahwa aku akan meluluhkan hati keluargamu kan? maka dari itu, tolong beri aku kesempatan".
"memangnya kau pernah berkata seperti itu? aku tidak ingat, jadi tidak perlu di pikirkan. anggap saja kata² itu tidak pernah terucap".
mey tau bahwa Alan pura² lupa, tapi janji adalah janji, selagi masih ada waktu, mey pasti akan berusaha mewujudkan apa yang telah ia katakan.
" aku janji tidak akan terpengaruh lagi, tolong berikan aku satu kesempatan lagi" sembari mengangkat jari kelingkingnya yang sebelah kanan.
__ADS_1
mendengar perkataan mey yang bersemangat, Alan menjadi diam sesaat, menatap lekat istrinya dan berkata "dasar kepala batu".