
mey masih mengerjakan hukuman dari Alan,ia berjongkok sembari memotongi rumput² itu di bawah sinar matahari yang terik,terlihat dari raut wajahnya bahwa dia sudah sangat kelelahan.
Alan menyilangkan tangannya di dada dengan pandangan mata yang fokus melihat ke arah mey dari dalam jendela.
semakin lama Alan merasa kasihan dengan mey,walaupun dia masih merasa kesal,ia tidak mungkin tega menghukum istrinya seperti itu terus menerus.
lalu Alan menyuruh bibi Li untuk menghentikan pekerjaan mey.
bibi li pun langsung melaksanakan perintah tuannya,ia menghampiri mey dan mengatakan hukumannya telah selesai,ia boleh kembali lagi ke dalam rumah dan beristirahat.
saat berjalan masuk ke dalam rumah,mey berpapasan dengan suaminya,mey pikir Alan akan menghampirinya dan ia pun menundukkan keplanya ke bawah.ternyata dugaannya salah,Alan berjalan melewati mey dengan sorotan mata mengabaikan.
hah...mau pergi kemana orang gila itu,kenapa aku merasa dia tidak menghiraukanku yah.
eh...kenapa aku peduli,dia mau pergi kemanapun bukan urusanku,jika dia tidak menghiraukanku itu akan jadi lebih baik.
sembari melihat ke arah Alan yang berjalan keluar bersama sekretaris bay.
Alan menaiki mobilnya dan kemudian pergi,sedangkan mey kembali ke kamarnya dan mandi untuk membersihkan diri.
setelah mandi,mey berbaring di sofa.karna merasa lelah,mey pun tertidur lelap.
malam harinya mey bangun,tempat pertama kali ia lihat setelah bangun adalah ranjang,kemudian ia melihat ke arah jam yang sudah menunjukkan pukul 7 malam.sorot matanya pelan² melihat ke bawah,seperti ada rasa kecewa dalam hatinya.
__ADS_1
mey berjalan keluar dari pintu kamar dan berjalan ke ruang makan.para koki langsung menyiapkan semua sajian di atas meja secepat mungkin.
"nona,apa nona akan makan malam lebih dulu.tuan muda belum kembali,nanti jika tuan muda sudah kembali saya akan menyiapkan makanan lagi untuk tuan".
ucap bibi Li.
mey kemudian memakan masakan tersebut dengan perasaan gundah.
dari tadi siang, kenapa si gila itu tidak pulang ke rumah? apa dia marah padaku.tapi aku hanya pergi tanpa memberi tahunya saja kan,apa dia harus semarah ini padaku,menyebalkan.
eh...tapi kenapa aku terlihat seperti seorang istri yang sedang khawatir dengan suami.kenapa perasaanku sedih jika dia marah padaku.apa ini? aku sudah gila yah,ini
benar² konyol.
begitulah isi hati mey,berawal dari cemas kemudian marah dan akhirnya merasa heran.memang benar,perasaan seseorang bisa berubah dengan sekejap mata.
tiba² seseorang memeluknya dari belakang,sontak mey pun merasa kaget dan langsung menoleh ke belakang,ternyata itu adalah Alan.
"kenapa,apa kau tidak suka aku memelukmu".
tangan Alan masih melingkarkan tangannya ke pinggang mey.mey hanya diam dan melihat ke bawah.Alan langsung mengangkat tubuh mey dan mendudukkannya di atas meja.
Alan melepas kacamata bulat yang di kenakan oleh mey.kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah mey,sekarang hidung mereka saling bersentuhan satu sama lain,hingga hembusan nafas mereka pun terasa.Alan memejamkan matanya,sedangkan mey memandangi wajah suaminya tersebut hingga jantungnya berdeguk kencang.itu adalah pertama kalinya mey bisa melihat wajah suaminya sedekat itu,benar² suasana yang sangat hening,dan kemudian ia pun juga mulai memejamkan matanya perlahan,tidak ada gumaman lagi dalam hatinya sekarang,ia merasa sekarang pikirannya benar² kosong.
__ADS_1
beberapa saat kemudian.
"apa kau akan membaca buku itu".
sorot matanya melihat buku yang di genggam erat oleh mey dalam tangannya.
" eh...iya".
jawabnya singkat.
"aku pernah berkata akan mendongengkanmu kan,biar aku saja yang membacanya dan kau cukup mendengarkan dengan baik".
ucap Alan kemudian mengambil buku itu dari tangan mey.
eh...kapan dia pernah berkata seperti itu? kenapa aku tidak ingat.
Alan menarik tangan mey keluar dari perpustakaan.
" katamu kau akan membacanya,kenapa kau malah menarikku pergi".
tanya mey yang sedang mengikuti suaminya karna tangannya di gandeng oleh Alan.
"aku akan membacakannya di dalam kamar".
__ADS_1
jawab Alan.
memang suasana hati seseorang mudah sekali berubah.