Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
Bab111


__ADS_3

sekarang mey sedang duduk di atas kursi sembari menela'ah kata² yang tadi ia tulis. matanya terfokus pada lembaran kertas itu, sedangkan otaknya sedang berfikir keras mencari ide.


hah sial, aku hanya mendapatkan seupil informasi saja. kalau seperti ini bagaimana bisa aku mendapatkan rencana ? aku butuh banyak ide. heh otak pintar ku! kau itu sedang main petak umpet di mana sih? ...


begitulah gerutu mey yang terucap dalam batin.


mey menatap lekat tulisannya.


dia tidak suka di ganggu dan juga tidak suka ada orang lain masuk ke kamarnya sembarangan, dan satu²nya hal yang ia sukai hanyalah bekerja.


apa maksudnya? orang normal macam apa ini? dia tidak ingin kah mempunyai keluarga kecil sendiri dan hidup bahagia?.


mey mulai menggerakkan tangannya, menulis sesuatu di dalam kertas menggunakan pena. maksudnya adalah, dia sekarang sedang menyimpulkan semua perkataan bay tadi.


tanpa selang waktu lama, Alan pun menghampiri mey karena merasa penasaran dengan apa yang di lakukan istrinya tersebut.


"kau sedang apa? " ucap Alan dengan tubuh yang sudah berdiri di dekat mey, lalu tangannya langsung saja megambil kertas yang terletak di atas meja tersebut, dan dia pun membacanya.

__ADS_1


"pfhh.... hahahaha" Alan tertawa terbahak² setelah membaca isi dari tulisan tersebut, ternyata tulisannya adalah 'bay\=seorang gay'.


"kenapa tertawa? ada yang lucu kah? "tanya mey yang terheran² dengan sikap Alan yang tiba² berubah seperti orang gila setelah membaca tulisannya.


Alan menjawab pertanyaan itu dengan mulut yang berusaha ia tahan agar tidak mengeluarkan suara tawa geli seperti barusan, tapi nyatanya dia tidak bisa, mulut nakalnya itu terus saja mengatai mey seraya di sertai dengan tawaan "hahaha...kau itu menternak kebodohanmu di mana hah? dasar idiot" sembari menunjuk²kan tulisan tersebut tepat di depan wajah mey. entah kenapa dari dulu alan memang senang sekali jika di suruh untuk mengejek istrinya itu.


apa sih maksudnya?. kenapa setiap dia bicara, mulutnya seakan² berubah tajam seperti pisau.


"dari semua informasi yang ku dapat, aku menyimpulkan bahwa bay itu adalah seorang gay. ya mana ada seorang laki² tulen yang tidak tertarik dengan seorang wanita? kau harus hati² suamiku, bisa saja bay itu menyukaimu" begitulah perkataan mey yang terlihat bodoh di mata Alan, tapi karena itulah Alan jadi senang dan mendapatkan bahan ejekan.


Alan kemudian duduk di kursi yang ada di sebelah istrinya, seketika raut wajahnya berubah, dengan serius Alan mengangkat bibirnya dan mulai berbicara sesuatu "kau tidak boleh menampakkan kebodohanmu ini di depan orang lain, cukup aku saja yang mengetahuinya. ingatlah, dunia ini kejam, kau harus bersikap pintar agar dirimu tidak di tindas".


begitulah batin mey yang tidak menyadari kebodohannya, ia pun hanya menganggukkan kepalanya saja memberi tanda bahwa dia mengerti.


_________________


Alan berjalan keluar dari kamar menuju ruang kamar tamu untuk menemui sekretaris bay. sesampainya di sana ia langsung mengintrogasi bay tentang kejadian tadi, ternyata penjelasan yang mey beri tidak lah cukup baginya, ia ingin memastikannya lagi agar merasa yakin.

__ADS_1


dengan rasa hormat yang tinggi, bay mempersilahkan sang atasan untuk masuk kedalam kamarnya.


seperti biasa, Alan selalu memampangkan keangkuhannya, bay yang melihat ekspresi tuannya pun sedikit merasa takut atas kesalahpahaman yang menyeret dirinya dan nonanya tadi.


bay berdiri tegak di hadapan Alan yang sedang duduk di atas sofa, hanya melihat sekilas dari sorotan matanya saja bay sudah dapat menebak apa yang ingin Alan katakan, kemudian ia pun langsung menjelaskannya "maaf tuan, semua tadi hanyalah salah paham semata. saya dan nona mey tidak mempunyai hubungan apapun seperti yang Anda kira, nona mey hanya melontarkan beberapa pertanyaan kepada saya kemudian beliau pergi".


" lalu, kenapa dia bisa masuk ke kamar mu? "


"saya sudah berusaha menghalangi, tapi nona mey bersikeras untuk masuk. mungkin beliau takut jika ada seseorang yang melihat kami mengobrol di luar, jadi beliau menerobos masuk. sekali lagi maafkan saya karena telah membuat tuan menjadi marah" sembari membungkuk, bay benar² merasa bersalah.


"aku tidak ingin melihat kejadian seperti ini di kemudian hari. entah apapun alasannya, jika itu terulang lagi, aku tidak akan menerima kata maaf" ucap Alan memberi peringatan.


"baik tuan".


"bawakan aku segelas air putih" setelah marah² membuat tenggorokannya menjadi kering, ia pun memberi titah kepada bay untuk membawakan air putih untuknya. bay yang mendengar itu langsung cekatan mengambilkan minuman untuk Alan.


saat memberikan minuman tersebut, tak sengaja air putih itu terciprat sedikit ke baju Alan karena air dalam gelas itu terlalu penuh, dan membuat bajunya itu terlihat agak basah. bay dengan spontan langsung mengelap nya menggunakan tisu, hingga membuat mereka saling bertatapan mata sekilas.

__ADS_1


"hiiss... geli aku, jangan coba macam² ya, aku ini seorang laki² tulen" ucap Alan seraya menutupi bagikan dadanya menggunakan tangan, ia merasa risih sebab bay mengusapnya.


"jangan bilang jika kau benar² adalah seorang gay? atau jangan² karena kau terlalu lama menjomblo saraf mu jadi rusak, aku sarankan agar kau mengakhiri masa lajang mu. Hiss... aku jadi merinding" lanjut Alan kemudian pergi meninggalkan bay yang sedang dalam keadaan linglung.


__ADS_2