Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
tidak bisa tidur


__ADS_3

setelah makan, mereka kembali ke kamar.


saat mey meletakkan bantal di sofa, Alan yang sudah tiduran di atas ranjang pun bertanya "mau apa kamu meletakkan bantal di atas sofa? ".


mau mandi, ya jelas mau tidur lah, matamu buta yah.


" aku ingin tidur" jawab mey.


"siapa yang menyuruhmu tidur di sana? ".


'hantu' sahut mey dalam hati.


" kemari, berbaringlah di sisiku, aku ingin bertanya sesuatu padamu" ujar alan sembari menepuk² ranjang di sebelahnya.


mey pun mengambil bantalnya dan melangkah mendekat ke arah ranjang, kemudian dia berbaring di sisi Alan.


heh... kau bilang kau ingin bertanya kan? cepat lah bicara! aku ini sudah ngantuk.


"suamiku, kau ingin bertanya apa? " mey menoleh ke arah Alan dengan tersenyum.


"aku ingin bertanya, saat kau pergi dari rumah ,kau tidur dimana? dan dengan siapa? apa kau bertemu dengan laki² lain ? ,jangan bilang kau tidur dengan seorang laki², aku tidak akan memaafkanmu jika kau benar² melakukan itu" begitulah runtutan pertanyaan yang ingin di ketahui Alan.


ya Tuhan... aku menikahi orang gila macam apa? ,dia itu sebenarnya sedang bertanya atau sedang menuduh sih.


"aku mencari kontrakan dan tidur di sana sendirian. aku tidak bertemu dengan laki² lain ataupun tidur dengan seorang laki², jadi suamiku jangan khawatir, aku bisa menjaga diriku baik²" jawab mey dengan menahan emosi. Alan lega mendengarnya.


lalu mey memalingkan badannya membelakangi Alan. matanya mulai terpejam, baru satu menit dia tertidur, Alan malah membangunkannya.

__ADS_1


"heh.. kau sudah tidur? bangun, bisa²nya kau tidur sebelum aku" tangannya sembari menggoyang²kan pinggang mey.


"enggg..." jawab mey dengan dengungan, kemudian di membalikkan badannya menghadap Alan dengan mata yang sudah sayu.


"aku tidak bisa tidur".


jika kau tidak bisa tidur, lalu apa hubungannya denganku. jangan bilang kau ingin menyuruhku menyanyikan nina Bobo dan membuatkanmu susu hangat.


" kenapa" tannya-nya dengan menguap.


"aku ingin kau mendongengkanku sesuatu agar aku bisa tidur" pinta Alan.


"ha... dongeng? dongeng apa? ".


"cerita yang kau ketahui, cerita yang menurutmu bagus".


apa kau fikir kau masih kecil? sudah sebesar kingkong kau masih saja ingin di dongeng kan? dasar bayi tua.


apa ini? kenapa tiba² dia menciumku.


mey berusaha mendorong Alan yang terus mencium bibirnya, lalu Alan pun melepaskan ciuman tersebut.


"kenapa kau tiba² menciumku? " tanya mey yang merasa tidak mengerti sembari mengusap² mulutnya dengan jemarinya.


"aku berusaha membangunkan putri yang tertidur" ujarnya dengan tersenyum.


"aku tidak tertidur" ucap mey berusaha mengelak.

__ADS_1


"apa kau masih ingat apa yang kau dongeng kan padaku tadi? ".


dongeng? tadi aku dongengin dia apa yah?, oh iya aku ingat,cinderella.


" bukankah cinderella? " jawab mey.


"apa kau butuh aku untuk mengingatkanmu kembali" ucap Alan dengan tersenyum.


kenapa dia tersenyum? aku seperti melihat tulisan mesum di bibirnya, menyeramkan sekali, merinding aku.


"ah tidak suamiku, aku ingat. iya aku sudah ingat" sembari tertawa canggung, mey seperti sudah bisa menebak apa yang ingin di lakukan Alan.


"aku masih tidak bisa tidur".


sumpah Demi apapun aku tidak ingin dengar, aku tidak ingin mendengarkan kata² yang menyebalkan itu lagi.


mey serasa ingin membumpat telinganya dengan tangan, tapi dia tidak punya keberanian untuk melakukan itu.


" apa yang bisa saya bantu agar suamiku tersayang bisa tidur nyenyak" di balik kata² manis itu, terdapat hati yang mendongkol kesal.


tiba² alan menaikkan satu kakinya ke atas kaki mey sembari tangannya yang memeluk perut mey.


ya Tuhan... cobaan apa lagi ini. singkirkan tangan dan kaki gajahmu itu dasar sialan.


"jika seperti ini aku bisa tidur nyenyak" ucap Alan dengan terus mendekap tubuh mey.


iya setelah ini kau akan tidur nyenyak, tapi aku yang merasa keberatan.

__ADS_1


'sabar mey sabar, kau melakukan ini semua untuk melindungi anak² panti itu, jangan buat dia marah.ingat,dia bisa melakukan apapun semudah membalikkan telapak tangan'


mey berusaha menenangkan dirinya sendiri dan mencoba untuk memahami situasi yang ada. perlahan matanya mulai terpejam, mengikuti tidur nyenyak suaminya.


__ADS_2