
DIKEDIAMAN KELUARGA MEY MEY
Diruang tamu, ibu mey mey memberi tau kepada anaknya tentang kejadian tadi siang.
"Ibu apa² an sih kenapa bisa menjodohkan ku dengan seorang rentenir".
Sara merasa kesal kepada ibunya tentang perkataannya yg ingin menjadikannya penebus hutang.
"Tenang saja sara, ibu tidak hanya memberikan fotomu, ibu juga memberikan foto mey mey padanya".
"Apa ibu benar² akan berfikir jika orang itu akan memilih si culun untuk menikah dengannya, kecuali kalau dia sudah tua dan matanya rabun".
Sara berkata dengan tatapan jengkel ke arah ibunya.
Beberapa saat kemudian, sekretaris bay menelefon dan memberikan informasi kepada ibu tiri mey mey bahwa tuannya ingin bertemu dengan mey mey, setelah itu sekretaris bay memutuskan telponnya.
"Ibu, apa yang di katakan olehnya?".
Tanya sara kepada ibunya karna penasaran dengan perkataan sekretaris bay tadi.
"Kau tau, sekretaris itu berkata bahwa tuannya ingin bertemu dengan mey mey".
Ibu tiri mey mey mengatakan itu dengan perasaan gembira dan lega.
"Wah benarkah, yey....syukurlah dia tidak memilihku".
Memegang tanga ibu dan melompat² dengan kegirangan.
Kemudian mey mey datang, ia turun dari sepedanya dan masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Saat baru saja dia masuk, ibu dan saudari tirinya sudah menghadang jalannya.
"Dari mana saja kau".
Tanya ibu tiri mey mey dengan wajah galaknya.
"Tadi aku habis dari makam ayah, lalu pergi ke perpustakaan untuk membaca buku, kenapa?".
Memandang wajah sara dan ibu tirinya penasaran.
"Oh, kita hanya ingin memberi tau kau saja, bahwa kau akan menikah dengan seorang rentenir".
Kata sara tersenyum menghina.
"Apa?" mey mey sangat kaget.
Ibu tiri mey mey menjelaskan padanya.
"Kenapa harus aku?".
"Sebenarnya aku sudah memberikan foto kalian berdua, tapi dia memilihmu".
"Mungkin saja rentenir itu sudah tua dan matanya sudah rabun sehingga memilihmu untuk di nikahinya, hahaha....dan mungkin saja ini pertanda dari tuhan agar kau menjauh dari luisa agar tidak mengganggu hubunganku dengannya".
Sara tersenyum dan berkata dengan suara menghina.
"Aku tidak mau".
Mey menolak dengan suara agak keras.
__ADS_1
Ibu tiri menarik rambut mey, sehingga membuat mey berteriak kesakitan.
"Auu...sakit ibu".
"Beraninya kau menolak, seharusnya kau sadar posisimu di sini sekarng, sebagai anak yang menyayangi ayahnya seharusnya kau bersedia menikah dengannya, apa kau mau ayahmu mati dengan perasaan tidak tenang karena terlilit hutang".
Masih dalam posisi menarik rambut mey mey.
"Lepaskan sakit".
Mey merintih kesakitan.
"Ingat, besok kau harus bertemu dengannya".
Ibu tirinya pun melepas tangannya yang menarik rambut mey mey.
Setelah ibu tirinya melepaskan tangannya dari rambutnya, mey mey langsung berlari menaiki tangga dan masuk kedalam kamarnya.
Mey mey berbaring tengkurep diatas tempat tidurnya, air matanya terus mengalir membasahi bantal.
Ya tuhan kapan penderitaan dalam hidupku akan berakhir.
Mey mey mengambil foto keluarga bahagianya dulu sebelum ayah ibunya meninggal, mey mey memandangi sembari mengelus² foto tersebut.
"Ayah, ibu kenapa kalian meninggalkan ku sendiri, aku ingin bersama kalian saja, setelah ibu meninggal, ibu dan saudari tiriku selalu menyiksaku saat ayah tidak ada, sekarang ayah juga pergi meninggalku".
Kristal bening tidak henti²nya mengalir dari pipi mey mey yang putih dan halus.
Sekarang mey mey beralih melihat foto yang satunya lagi, foto seorang anak laki² yang sedang duduk di kursi roda dengan raut wajah tersenyum.
__ADS_1
Air matanya membasahi foto tersebut, kemudian mey mey mendekap foto mereka di dadanya.