
siang harinya mey bermalas²an berbaring di atas sofa.ia melihat chat dari moly dan sela yang mengajaknya pergi jalan² siang ini.dalam benak mey dia berfikir itu adalah rencana yang bagus,selain bisa pergi bersama temannya,itu juga bisa membuatnya jauh dari Alan.ia bisa menebak jiga dia terus²an di rumah tidak lama kemudian dia pasti akan di kerjai oleh Alan untuk di jadikan sebagai pesuruhnya.
kemudian mey pergi diam² tanpa memberi tahu suaminya yang sedang sibuk mengerjakan urusan kantor di ruang baca bersama sekretaris bay.
di taman hiburan,mey membeli ice cream di pinggir jalan,dan tidak di sangka bertemu dengan moly dan sela di sana.
"wah..mey ini pacarmu yah".
kata sela sembari melihat ke arah bapak² tua berkumis panjang yaitu penjual ice cream tersebut.
" apa ?".
sahud mey tidak mengerti.
"is is is...kau sedang bermesraan berdua di sini,apa kedatangan kami mengganggu mu".
ucap moly.
" apa kau lupa,kau berjanji pada kami untuk mengenalkan pacarmu dan menraktir kami ice cream geratis".
kata sela mengingatkan.
mey pun ingat dengan ucapannya saat sedang di perpustakaan pada beberapa waktu kemarin.
hah...ini semua salahku,kenapa aku bisa bicara seperti itu kepada mereka berdua.
mey menutup wajahnya dengan telapak tangan menyesali apa yang telah ia katakan kemarin.
"yah...aku ingat,ambillah,aku yang akan traktir".
" wah benarkah".
ucap mereka berdua bersamaan kemudian mengambil ice krem itu dari wadah.
"trimakasih".
ucap trimakasih mereka berdua juga berbarengan.
" paman,kau harus menjaga temanku dengan baik,kau tidak boleh menyakitinya,membuatnya sedih apa lagi membuatnya menangis.dia itu temanku yang paling baik,tolong jaga dia sebaik mungkin yah paman,aku mempercayakan temanku padamu".
__ADS_1
ucap sela yang membuat tukang ice crem itu kebingungan dengan perkataannya.
"ah...sudahkan,kalian kesana dulu saja,nanti aku akan menyusul".
kata mey menyuruh ke dua temannya yang konyol itu untuk segera pergi.
" oh aku tau,kau pasti ingin bermesraan lagi,kami tidak akan mengganggumu sampai jumpa".
akhirnya mereka berdua pun melangkah pergi.
mey pun membayar ice krim tersebut dan meminta maaf kepada si penjual atas apa yang di ucapkan oleh temannya barusan.
"maaf paman,teman² ku itu memang sudah gila.tolong jangan di ambil hati atas semua yang mereka ucapkan".
sembari membungkuk memunta maaf.
" tidak apa² kok nak,paman mengerti.jika kau butuh pacar pura²,paman bersedia dengan lapang dada kok".
kata paman itu sembari mengedip²kan sebelah matanya mencoba untuk merayu mey.
karna mey merasa jijik,ia langsung berlari menjauhi penjual ice tersebut dan menghampiri kedua temannya yang sedang duduk di bawah pohon rimbun.
"kau sudah selesai bermesraan dengan pacarmu".
" jangan membicarakan itu,aku tidak ingin membahasnya.ada apa,kenapa kalian mengajaku untuk jalan² siang ini".
"kita hanya ingin bisa menghabiskan waktu bersama saja bertiga".
jawab sela tersenyum riang.
ntah sejak kapan hubungan mereka bertiga jadi sedekat itu.
tiba² zero menghampiri mereka bertiga.
" hey".
sapa zero dengan tersenyum.
"ah...idolaku".
__ADS_1
teriak moly kegirangan.
"apa yang sedang kalian lakukan".
tanya zero.
" kami sedang makan ice cream,aku dan sela di traktir oleh pacarnya mey".
"benarkah,ternyata kau sudah punya pacar yah,kenapa tidak memberi tahuku.lalu di mana pacarmu sekarang".
dia berusaha menutupi raut wajahnya yang kecewa dengan senyuman.
"itu,paman penjual ice cream yang ada di sana".
sahud moly menunjuk ke arah paman penjulal ice cream tadi.zero pun melihat ke arah tersebut.
mey tidak bisa berkata apa² lagi,dia hanya bisa menutupi mukanya dengan telapak tangan untuk menahan malu,dia tidak bisa menyalahkan temannya karna ini semua terjadi karna ucapannya sendiri.
"apa dia benar² pacarmu".
tanya zero tidak percaya.
" kau tidak percaya kan ? asalnya kami juga tidak percaya,tapi setelah traktiran, kami jadi percaya".
sahud moly lagi.
"apa masalahnya jika pacar mey sudah berumur,yang penting dia pekerja keras dan bisa melindungi mey,iya kan mey".
ucap sela dengan polosnya yang membuat kepala mey tambah pusing.
kenapa aku bisa terjebak dalam situasi seperti ini,apa ini karma karna aku sering menjelek²kan suamiku.lebih baik di rumah dan menjadi babu dari pada mendengar perkataan yang konyol seperti ini,hah...aku menyesal pergi diam² dari rumah.
rasa penyesalannya mulai tersirat di dalam benak.
"terserah apa yang kalian pikirkan,aku pergi dulu,bye...sampai jumpa".
mey melambaikan tangannya melangkah pergi.
tidak lama kemudian moly juga di telfon ibunya untuk segera pulang,dan akhirnya moly pun meninggalkan sela dan zero sendiri.
__ADS_1
Alan menghampiri mey ke kamar,ternyata mey tidak ada di kamarnya,Alan sudah mencarinya ke seisi kamar tersebut,sudut demi sudut,ruang demi ruang sudah ia lewati,tapi masih saja tidak bisa menemukannya.Alan pun bertanya pada paman Li,ternyata mey pergi dari rumah diam².dengan ekspresi marah dia menyuruh bay untuk mencari di mana keberadaan mey sekarang.
saat mey berjalan menyusuri taman,ia melihat luisa yang sedang dalam keadaan tidak sehat seperti sedang sakit kepala yang membuatnya terjatuh.mey yang melihat keadaan itu pun langsung berlari menghampirinya.ntah kenapa sudah dua kali ia melihat luisa seperti itu,walaupun dia pernah kesal atas perilaku luisa padanya,tapi dia tidak bisa membiarkan sahabatnya itu dalam kondisi buruk seperti ini.