Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
MENYAMBUT TUAN MUDA


__ADS_3

Alan pergi ke bar untuk minum dan di temani banyak wanita.


"Hahaha.....apa kau lihat tadi bay, perempuan itu saat menikah saja juga tidak memakai riasan wajah apapun dan masih memakai kacamata besarnya itu, sungguh memalukan, untung saja aku tidak mengundang siapapun kalau tidak, mau di taruh mana mukaku menikahi gadis culun seperti itu".


Berbicara kepada sekretaris bay yang dari tadi berdiri di sampingnya sembari tertawa keras hingga memenuhi ruang.


"Tuan, apa tuan sudah menikah, aku sakit hati loh".


Kata perempuan malam 1 yang sedang ddk di pangkuan alan, sembari meraba dada alan dan bersandar di bahunya.


"Jika tuan malas melihat wajahnya, kenapa tuan tidak tidur disini saja".


Kata perempuan malam 2 yang duduk di samping alan dan bersandar di bahunya yang sebelah kiri.


"Iya tuan, kami akan melayani anda hingga puas".


Perempuan malam 3 duduk di lantai sembari menuangkan bir ke gelas alan.


Suasana hati alan tiba² berubah menjadi tidak senang.


"Pergi sana!"


Berteriak menyuruh mereka semua untuk pergi.

__ADS_1


"Maafkan kami tuan, jika perkataan kami membuat tuan tersinggung".


Mereka bertiga duduk tersipu memohon ampun.


"Bay, bawa mereka pergi dari hadapanku!"


Dengan wajah tanpa ekspresi yang terlihat galak, hingga bisa membuat orang takut untuk memandanginya.


Bay pun melaksanakan perintah alan dan mengusir mereka dari ruangan tersebut.


"Dasar wanita kotor"


Alan mengambil tisu dan mengelap kedua tangannya.


Dengan tidak sadar, mey terlelap tidur diatas ranjang tersebut hingga malam, ia terbangun saat mendengar suara dering telepon di atas meja dalam kamar tersebut, kemudian mey mengangkatnya.


"Nona, tuan sudah datang, segerahlah turun ke bawah, jika tidak nanti tuan akan marah".


Kata paman Li dalam telefon.


"Oh iya paman Li, aku segera turun" kata mey


Mey menutup panggilan telepon tersebut, lalu buru² mengepang rambutany dan memakai kacamata, kemudian segera turun ke lantai bawah sembari agak berlari² kecil.

__ADS_1


Mey terkejut karena semua pengurus rumah sudah berbaris rapi hingga kedepan pintu.


"Wah bnyak sekali pengurus rumah di sini, semua berbaris rapi seperti akan menyambut raja, apa uangnya cukup untuk membayar para pengurus rumah ini setiap bulan" batin mey.


"Nona, kenapa nona malah berdiri di sini, cepat anda berdiri di sisi mobil dan menyambut tuan".


Paman Li membangunkan lamunan mey.


"Aku mau tanya, siapa nama suamiku?".


"Tuan Alan Gervais nona".


"Oh iya aku lupa, terimakasih" mey berjalan mendekati mobil suaminya.


"Apa nona muda benar²tidak tau nama suaminya sendiri, nona ini dulu tinggal dimana, apa tinggal di hutan?, masak tuan muda alan yang terkenal sampai keseluruh dunia dia tidak tau".


Pikir paman Li dalam hatinya, kemudian mengikuti langkah kaki mey kedepan pintu mobil.


Seorang supir membukakan pintu mobil tersebut, alan keluar dari dalam mobilnya.


Semua membungkukkan badannya dan mengucapkan "selamat datang tuan alan".


Sembari tersenyum, sebenarnya mey males melakukan ini, yang benar saja? sudah enak² tidur malah di suruh bangun hanya untuk melakukan hal yang tidak penting seperti ini, emang dia ini siapa? memang dia sultan? atau raja di negri ini, kan tidak?, sungguh merepotkan.

__ADS_1


Alan memandang ke arah mey mey dengan tatapan wajah meremehkan, kemudian alan melangkah kan kakinya menuju ke dalam rumah, yang di ikuti mey dan paman Li di belakangnya.


__ADS_2