
mey mengusap air matanya dengan telapak tangan, dan kemudian membasuh wajahnya dengan air kran, sesekali dia melihat wajahnya sendiri di dalam cermin, matanya terlihat sembab. dia tidak ingin Alan melihat wajahnya yang menyedihkan itu, lalu ia pun berusaha mencuci mukanya itu dengan sabun, berharap kantung mata kataknya itu hilang.
setelah menyiapkan air hangat untuk Alan, mey langsung keluar dari kamar mandi tersebut. saat mendengar pintu kamar mandi itu terbuka, Alan langsung menolehkan wajahnya dan membuat dua insan itu saling bertatapan.
dengan menunduk, mey melangkah mendekat ke arah suaminya yang masih terduduk di atas sofa.
saat mey berdiri di depan Alan, ia pun berkata "aku sudah menyiapkan air hangat" begitulah kalimatnya memberi tau.
"lihat aku" perintahnya, tapi mey masih menunduk dan seolah² tidak dengar, itu membuat Alan menjadi kesal.
"aku tak suka mengulangi kata² ku untuk yang ke dua kalinya" bisa di bilang, itu adalah sebuah peringatan.
mey perlahan mendongakkan kepalanya dan menatap wajah suaminya. Alan mengernyitkan Alisnya setelah melihat mata mey yang tampak sembab "matamu itu kenapa? apa kau habis menangis".
" ti... tidak" jawabnya.
"jangan berbohong! "
Alan menepuk sofa yang ada di sebelahnya dan menyuruh mey untuk duduk di sampingnya, lalu mey pun menuruti perintah Alan.
"apa ini gara² kejadian tadi? apa yang micha katakan padamu".
" tidak, bukan apa²" ucapnya dengan menggeleng²kan kepalanya sembari menunduk ke bawah, ia tidak ingin mengingat² kejadian tadi yang membuatnya sedih, jika bisa ia ingin melupakannya.
__ADS_1
"apa kau sedih karena kejadian tadi? apa kau cemburu? " tanyanya dengan suara lembut.
katakan jika kau cemburu, katakan jika kau tidak suka aku bersamanya. mungkin jika kau mengatakan itu, aku bisa mempertimbangkan untuk hidup bersamamu.
begitulah batin Alan yang penuh dengan harapan, dia mencoba melupakan micha dan berusaha membuka hati sepenuhnya untuk mey.
'aku mencintaimu, ku harap kau tidak akan meninggalkan ku sendirian. aku benar² tidak suka melihatmu dengannya, aku cemburu'.
itu adalah kata² dalam hati mey yang ingin ia utarakan, tapi dia masih ragu² untuk melontarkan kata² tersebut.
"aku tidak suka kau bersamanya" ucapnya dengan menggeleng²kan kepalanya ke kanan dan ke kiri pelan².
jawaban itu membuat Alan tersenyum, baginya kalimat itu seperti mengutarakan kata 'aku mencintaimu' atau dengan kata lain 'kau hanya milikku'.
Alan langsung memeluk tubuh mey dan mengelus² rambutnya. dan di balik pelukan itu, mey menitihkan air matanya yang terus berjatuhan di bahu Alan.
malam semakin larut, air hangat yang di siapkan mey di dalam bak mandi tadi pun sudah mulai mendingin. jika di lihat dari luar jendela kamar, bintang² pun tak terlihat satupun karena tertutup awan gelap. angin berhembus kencang, menyapu debu² di jalanan, semuanya nampak sunyi, tak ada obrolan lain lagi di antara mereka.
____________________
keesokan harinya setelah Alan berangkat ke kantor, bibi Li memberitahu sesuatu kepada mey bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Alan.
seketika mey tersenyum, dia seakan mendapatkan ide untuk merayakan hari ulang tahun suaminya tersebut.
__ADS_1
dan di sisi lain pula, Micha menyuruh seseorang untuk membuntuti Alan hari ini.entah apa yang ia rencanakan, hanya dia dan Tuhan yang tau.
*
siang harinya, mey memberi pesan singkat kepada suaminya yang bertulisan " nanti malam kau pulang jam berapa? ".
" kurang lebih jam 7,memang kenapa? " jawab Alan dengan balik bertanya.
"nanti malam temui aku di taman belakang rumah" dengan tersenyum mey mengirim pesan itu kepada Alan.
nampak senyuman kecil di bibir Alan setelah membaca pesan tersebut 'kenapa tiba² dia mengajakku ke taman? apa jangan² dia ingin mengajakku berkencan? ' begitulah batin Alan yang lupa dengan tanggal lahirnya sendiri.
saat istirahat makan siang, Alan meluangkan waktunya untuk pergi ke toko emas yang berada di tengah kota bersama sekretaris bay.
tanpa mereka sadari, seorang laki² paru baya yang memakai jaket dan topi hitam sedang mengikuti mereka dari belakang.
Alan memilih kalung yang cocok untuk di berikutnya kepada mey, salah satu karyawan di toko itu memperlihatkan tiga macam kalung desain terbaru bulan ini yang hanya ada di toko tersebut.
kalung yang pertama berbentuk liontin berwarna merah,di dalamnya seperti ada sebuah gambar mawar. dan kalung yang ke dua terbuat dari berlian berbentuk hati berwarna putih yang indah, sedangkan kalung ke tiga terbuat dari mutiara merah muda.
Alan memilih salah satu dari kalung tersebut, dan yang ia pilih adalah kalung yang ke dua, sebuah kalung yang berbentuk hati, yang bisa di sebut juga sebagai tanda cinta.
seorang laki² misterius itu pura² memilih² perhiasan di toko tersebut, dengan diam² ia memotret Alan dari samping menggunakan kamera tersembunyi di dalam jaketnya. sungguh, dia lebih cocok di sebut sebagai paparazi ketimbang mata².
__ADS_1
kemudian laki² itu langsung pergi meninggalkan toko tersebut, dia memberikan hasil tangkapan layarnya kepada Micha, setelah mendapatkan bayaran, dia langsung pergi entah kemana.
Micha mengamati foto tersebut, seketika ia tersenyum jahat karena mendapatkan sebuah ide.