Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
datang ke istana


__ADS_3

satu hari kemarin Alan tinggal di hotel,hari ke 2 ini ia baru berniat akan mengunjungi istana kerajaan,ia menggunakan mobil mewah berwarna silver bersama sekretaris bay dan supirnya.


setelah sampai di tempat tujuan,supir membukakan pintu mobil untuk Alan.Alan pun keluar dari mobilnya kemudian melepas kaca mata hitam yang ia kenakan.


terlihat tampan,semua pelayang wanita yang melihatnya pasti akan terpesona dan para pengawal yang melihatnya pun ikut mengagumi.


sudah sekitar 10 tahun dia tidak menginjakkan kaki di istana itu,Alan hanya bisa melihat di internet tentang kabar keluarganya selama ini,dia tidak menyangka akan menginjakkan kakinya lagi di istana tempat ia di lahirkan.


Alan melangkah kan kakinya di atas karpet merah dengan bay yang ada di belakangnya.bay baru pertama di ajak tuannya ke sana,jadi dia agak merasa sedikit gugup.


para pengawal bertopi lambang kerajaan berderet rapi menelusuri jalan dan memberi hormat.


ibu ratu dan adiknya menyambut kedatangannya.ratu melihat ke arah Alan yang berjalan ke arahnya,ia sudah menduga bahwa anaknya itu akan tumbuh menjadi laki² yang gagah berwibawa dan tampan.


"salam ibu".


Alan membungkuk memberi hormat,kemudian di lanjutkan sekretaris bay.


adik bungsu Alan yang bernama keyra juga membungkuk memberi hormat kepada kakaknya,ia menatap ke arah kakaknya dengan pandangan takjub.


wah...kakak benar² seperti yang ada di internet,sungguh benar² tampan.sayang sekali dia adalah kakakku,huuhh...


batinnya merasa kecewa,tapi saat melihat bay dia juga terpesona.


siapa kakak tampan yang ada di belakang kakak Alan,sepertinya aku pernah melihatnya ?..oh iya aku ingat,dia kan sekretaris pribadi kakak.sungguh tampan dan juga muda,tidak jauh beda dari kakak.


begitulah sifatnya,mudah untuk berpindah hati.


mereka berempat masuk ke dalam istana.


"di mana ayah dan kakak".


tanya alan sembari berjalan.


" ayahmu masih mengerjakan tugasnya dan belum kembali,sedangkan kakakmu di tugaskan oleh raja untuk menangani sesuatu di luar kota,mungkin dia akan pulang minggu depan".


"menginaplah di sini beberapa hari,kepala pelayan akan mengantarmu ke kamar".


ucap ibu ratu lagi.setelah percakapan itu selesai,kepala pelayan mengantarkan Alan ke ruang tidur yang sudah di sediakan.


##


sesampainya di rumah,mey merasa heran kenapa banyak kardus² yang di bawa masuk ke dalam rumahnya.


paman Li memberi hormat kepada nonanya.


"selamat datang nona".


ucap paman Li membungkuk.


" iya paman".


sembari tersenyum.


"oh ya,yang di dalam kardus itu apa ? kenapa mereka membawa itu masuk ke dalam ?".


tanya mey sembari melihat ke arah orang² yang sedang sibuk mengangkati kardus tersebut.


"oh itu semua buku nona.karna tuan Alan tau jika anda suka membaca,jadi tuan menyuruh saya untuk membuatkan perpustakaan pribadi untuk nona.ada satu ruangan yang masih kosong,saya bermaksud akan membersihkannya untuk di jadikan perpustakaan ".


paman Li menjelaskan.


" oh".


semakin lama aku semakin tidak mengerti jalan pikiran orang gila itu,mungkin saat di sana kepalanya terjeduk pintu jadi otaknya agak gesrek dan menjadi orang baik.eh tidak²..bagaimana dia bisa menjadi baik,itu tidak mungkin,membayangkannya saja sudah sangat mustahil.


"nona,apa anda ingin makan ? para koki sudah menyiapkan hidangan di atas meja".

__ADS_1


ucap paman Li menyadarkan lamunan mey.


kemudian mey berjalan ke ruang makan dan memakan semua masakan itu.


malam harinya,mey berjalan ke arah perpustakaan.ia merasa sangat senang melihat buku² yang berderet rapi di atas rak.


ada banyak berbagai macam buku yang sudah seperti perpustakaan besar di ruangan itu.


mey melihat² isi ruangan tersebut yang di penuhi oleh buku² baru yang bisa di cium dari baunya.


wah ini masih baru,jika aku menjualnya lagi pasti akan mendapat banyak uang hehehe.


mey mengambil salah satu buku itu dan membawanya ke meja besar yang sudah di sediakan di sana.mey duduk di atas kursi,sebelum membacanya mey mengaktifkan ponselnya kembali untuk melihat jam.ia terkejut saat melihat notif panggilan yang tidak terjawab sampai 385 kali.


gila yah..dia menelefonku sebanyak ini ? tidak lelah apa,padahal aku baru mematikan ponselku tadi siang loh,benar² tidak waras.


tidak lama kemudian,hal yang tidak di harapkan mey pun terjadi,yaitu telepon dari suaminya.ini adalah waktu di mana dia harus menahan sabar dan memikirkan kata² baik untuk suaminya tersebut.


"hallo,malam suamiku".


mey berbicara dengan nada suara ramah.


" hmmm...sedang apa".


"membaca buku".


" apa perpustakaannya sudah jadi".


tanya alan dengan nada suara datar.


"sudah".


jawab mey singkat.


" itu saja".


kau bertanya perpustakaannya sudah jadi kan? aku sudah menjawab iya,lalu kau mengharapkan aku bicara apa lagi.


"ah...terima kasih suamiku,aku menyukainya.kau benar² tau apa yang ku inginkan,kau selalu tau hal apa yang bisa membuatku senang".


ucap mey berterima kasih.


"kau membaca buku apa".


tanya alan.


" cuma novel biasa".


sembari tertawa canggung.


"bacakan,aku ingin mendengarnya".


mey pun membacakan judul novel tersebut dengan suara keras.


" azab si tukang pengganggu yang sering menelepon orang lain matinya tidak tenang karna di prank malaikat".


eh...judul novel apa ini,buku ini ingin membunuhku yah.bodoh sekali,kenapa aku tidak membaca judulnya dulu sebelum mengambilnya.tamat lah sudah riwayatku.


batin mey kaget setengah mati setelah membaca judul buku tersebut.


"apa²an itu,kau menyindirku yah".


ucap Alan dengan suara keras dan nada kesal.


" ah,tidak tuan,eh maksud saya suamiku.maaf aku tidak bermaksud menyindir,tapi memang judul buku ini seperti itu,aku berani bersumpah.jika kau tidak percaya aku bisa memotretnya dan mengirimkannya untukmu".


kata mey dengan perasaan takut.

__ADS_1


"lakukan".


" ah iya baik".


mey langsung buru² memotret judul buku yang ia baca menggunakan ponsel dan mengirimkannya dengan aplikasi webchat.


setelah melihat foto itu,Alan pun percaya.


"aku sudah mengirimkannya suamiku".


" hemm...".


"aku benar² tidak bermaksud,aku mengaku salah".


dengan nada suara bersalah.


" buang buku itu".


"iya baik".


bagaimana bisa aku buangnya,aku belum membacanya sama sekali.sepertinya buku ini menarik,dari judulnya saja membuatku sudah bersemangat untuk membaca.tadi kau pasti tersinggung kan, lalu menyuruhku untuk membuangnya ?.huhh..jangan harap,semua yang kau tidak suka,aku akan menyukainya.


"apa kau ingin aku mendongengimu".


kata Alan.


" boleh kah ?".


"tentu saja,tapi tunggu saat aku pulang".


setelah obrolan itu selesai, mey pun menutup sambungan teleponnya.tanpa sengaja ia melihat ke arah tembok yang sudah tergantung jam dinding.


" ternyata sudah di sediakan jam dinding di sini,aku benar² bodoh.kenapa aku tidak melihatnya dan malah mengaktifkan lagi ponselku".


gumam mey merasa kesal dan melanjutkan untuk membaca.


##


ibu ratu menghampiri Alan yang sedang berada di kamar.


" salam ibu".


hormat Alan kepada ibundanya dengan membungkukan badan.


"ada masalah apa ibu malam² datang ke tempatku".


" ibu hanya penasaran tentang berita yang minggu lalu tersebar,apa benar itu kau".


tanya ratu.


"benar".


jawab Alan singkat.


"aku tidak pernah melihatmu menolong seorang gadis lain kecuali teman masa kecilmu itu,apa jangan² kau mempunyai hubungan dengannya".


" sebenarnya dia adalah istriku".


ucap Alan jujur,karna menurutnya semakin lama di tutupi kebenaran itu pasti akan segera terungkap.apa lagi dengan pangkat ibunya sebagai seorang ratu,pasti dia akan sangat mudah mencari tahu kebenarannya melalui para mata² kerajaan.


"kau adalah putra dari seorang bangsawan,seharusnya kau mengetahui dan mematuhi peraturan kerajaan,tidak boleh menikah diam² tanpa restu dan menikahi seseorang dari golongan biasa".


kata ibu Alan dengan nada suara khas seorang ratu.


" aku di besarkan oleh lingkungan luar dan bukan di dalam istana,mungkin karna itu aku tidak begitu mengerti tentang aturan kerajaan.aku tidak bermaksud untuk menyinggung ibu ratu,mohon maaf jika ibu ratu merasa tidak nyaman dengan perkataanku".


Alan membungkukkan badannya untuk meminta maaf.

__ADS_1


ibu Alan hanya memandang ke arah Alan dengan tatapan dingin,ntah kenapa keluarga itu mempunyai aura dingin yang sangat lekat.kemudian ibu ratu melangkah keluar dari ruangan tersebut.


__ADS_2