Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
takut


__ADS_3

Micha dan bi sea keluar dari vila itu dengan membawa barang² mereka, seperti yang sudah ke katakan oleh micha kemarin bahwa ia akan segera kembali ke Inggris karena masa liburnya telah usai.


sebuah taksi telah menunggunya sejak tadi, tapi Micha masih saja tidak henti²nya mengamati vila besar tersebut, akhirnya bi sea pun memanggilnya , hingga membuat lamunan Micha membuyar karena seruan itu.


Micha mulai melangkah masuk kedalam taksi tersebut, saat mobil itu mulai berjalan pergi pun pandangan matanya tak beralih sedikitpun dari bangunan besar itu. suara Alan yang memanggilnya dengan wanita murahan seakan bergema di telinganya terus menerus hingga membuatnya ingin menangis.


________________


mey mencoba membaca halaman buku itu satu per satu, dari bait ke bait ia mulai mencerna apa isi dari buku yang ia baca, ternyata semua hanya berisi tentang aturan, banyak sekali larangan yang tertulis di dalamnya.


hah... setelah membaca buku ini rasanya aku tidak ingin pergi ke sana, kenapa takdir suamiku harus menjadi seorang pangeran sih..? kenapa dia tidak jadi tukang es krim saja dan hidup sederhana bersamaku.


mey menghembuskan nafasnya melalui mulut, ia menaruh buku itu di atas meja lalu menyandarkan kepalanya di atasnya.


wajahnya terlihat lesu, seketika perasaan semangatnya tadi hilang entah kemana.


"nona, nona kenapa? apa kepala anda sedang pusing? " tanya sis Min khawatir sebab mey meletakkan kepalanya di atas meja.


"tidak, aku hanya ngantuk" jawab mey berbohong dengan mulut menguap, seolah² dia memang sedang mengantuk.


Alan mulai melangkah masuk ke dalam ruang belajar tempat di mana istrinya berada, suara langkah kakinya yang terhentak di lantai terdengar cukup keras hingga membuat mey mendongakkan kepalanya menghadap ke arah suara itu berasal, ia melihat suaminya itu masuk ke ruangannya lalu duduk di sofa dengan arah mata yang melihat ke arahnya.


seperti minggu lalu, lagi² Alan baru masuk setelah 3 jam yang lalu, entah tadi dia pergi kemana saja.jangan kaget, memang begitu hobinya, tiba² hilang dan tiba² datang.


mey menatap wajah suaminya dengan lekat, di pandangan matanya seolah² Alan sedang tersenyum padanya, karena jarak mereka lumayan jauh, kira²sekitar 5 meteran, itu membuat mey agak ragu dengan penglihatannya sendiri.


setelah di amati dengan seksama, ternyata benar, Alan memang benar² sedang tersenyum padanya dengan senyuman hangat. itu adalah caranya untuk menyemangati istrinya.


hah cukup, jangan tersenyum lagi padaku. hiks... hiks kenapa aku kemarin tanpa berpikir panjang langsung mengiyakannya dan berkata akan membuat keluarganya menyukaiku. aku benar² ingin menarik ucapan ku tadi malam.

__ADS_1


begitulah batin mey yang menyesal dengan perkataannya sendiri.


telah membaca dan mempelajari semua tentang kebangsawanan membuat nyalinya menciut, dan membuatnya tidak yakin dengan dirinya sendiri.


________________


karena sudah cukup lama berada di sekolah tata krama, akhirnya mereka pun kembali ke kediaman rumah.


mey dan Alan mulai bersiap² untuk berangkat ke inggris. tapi anehnya, saat mey akan mengemasi barang²nya ke dalam koper, ternyata kopernya sudah terisi banyak pakaian. secepat kilat mey langsung menoleh ke belakang, menghadap ke arah suaminya yang sedang duduk di atas ranjang. dengan penuh tanda tanya ia berkata "suamiku, ini pakaian siapa? kenapa ada di koperku" tanyanya sembari menunjuk² baju yang ada di dalam koper tersebut.


"oh itu baju mu" jawab Alan dengan santai sembari tangannya yang sibuk membenarkan kancing kemejanya.


"bajuku? " mey tidak mengerti dengan apa yang suaminya katakan, dia tidak pernah merasa mempunyai baju² seperti itu sebelumnya, lalu dari mana baju² itu berasal? dari pesulap? kan tidak mungkin.


"aku membelikan mu baju baru untuk kau pakai, mulai sekarang kau harus memakai baju itu" setelah mendengar ucapan Alan barusan, mey langsung mengambil baju itu dan mengamatinya. terlihat sebuah gaun cantik yang berbentuk sederhana tapi terlihat indah, mey teringat dengan buku yang tadi dia baca, sebuah kalimat yang bertulisan bahwa ratu tidak suka melihat seorang wanita yang berpakaian glamor dan seksi di depannya.


apa dia melakukan semua ini kerena ibunya? dia berusaha membuat ibunya menyukaiku kah? .


"masuk" teriak Alan dengan suara cukup keras. paman Li yang mendengar suara tuannya yang memperbolehkannya masuk pun langsung membuka pintu tersebut.


paman Li berjalan masuk kedalam kamar dengan di ikuti oleh dua wanita cantik di belakangnya.


"selamat siang tuan, maaf mengganggu. seperti yang tuan perintahkan, saya telah membawa seorang perias untuk mendandani nona mey".


" hemmm" Alan menjawabnya hanya dengan deheman saja, paman Li menerjemahkan deheman itu dengan kata lain yang berarti 'iya baiklah' .


Alan langsung berdiri dari ranjang dan berjalan keluar dengan paman Li yang membuntuti nya di belakang. dua perias itu pun langsung mengerjakan pekerjaan mereka untuk me make over gadis mungil tersebut.


ke dua perias itu menarik tangan mey pelan dan mendudukkan nya di depan meja rias, dengan tatapan bingung mey membiarkan ke dua wanita cantik itu mempermak wajahnya, toh itu Alan yang memintanya, selain menuruti perintah suaminya dia bisa apa lagi.

__ADS_1


tanpa butuh waktu lama, akhirnya acara untuk berhias itu pun selesai. lalu salah satu perias itu memberikan baju formal untuk mey, dan mey pun mengganti pakaiannya di ruang ganti.


beberapa saat kemudian, mey keluar dengan menggunakan baju yang di berikan oleh si perias tadi, tak kalah dengan putri dari seorang bangsawan, dia mulai berjalan dengan anggunnya hingga membuat ke dua perias itu tertakjub².


"wah... nona sungguh cantik" kata salah seorang perias menyanjung mey.


mey mulai berjalan ke depan meja rias, ia berdiri dan saling berhadapan dengan bayangannya sendiri, ini adalah pertama kalinya ia mengenakan pakaian formal seperti ini, itu membuatnya merasa sedikit aneh.


____________


Alan duduk di ruang tamu, sesekali ia menengok ke arah jam tangan yang sedang di kenakan nya, itu menandakan bahwa dia sedang menunggu seseorang, yang tidak lain dan tidak bukan adalah istrinya sendiri.


suara hentakan sepatu yang di kenakan mey saat menuruni anak tangga terdengar sangat keras, membuat Alan terburu² menolehkan kepalanya ke arah suara itu berasal. dari kejauhan Alan dapat melihat mey yang berjalan menuju ke arahnya dengan di dampingi oleh dua perias yang mengikuti di belakangnya.


tampak sangat jelas bahwa Alan sedang tersenyum lebar saat melihat istrinya berdandan seperti itu, tanpa berkata apa² lagi, mereka berdua langsung menuju ke halaman belakang untuk menaiki jet pribadi.


semua pelayan telah berbaris rapi hingga ke pintu pesawat, mey kira paman dan bibi Li akan ikut, ternyata tidak, mereka berdua hanya mengantar kepergiannya dan suaminya saja.


_____________


sesampainya di istana kerajaan, sebuah limosin berwarna putih berhenti di depan karpet merah, seorang supir membukakan pintu mobil untuk penumpangnya.


seorang pria tampan dan gadis cantik keluar dari dalam limosin tersebut.


di sisi karpet merah itu terdapat penjaga yang berseragam lengkap dengan lambang kerajaan sedang berdiri sejajar menyambut kedatangan mereka.


terlihat di ujung jalan ada beberapa orang yang terlihat seperti sedang menunggu kedatangan mereka.


mey dapat merasakan ada hawa mencengkram dari sebagian orang yang berbaris tersebut, seakan² mereka tidak menginginkan kehadirannya.

__ADS_1


ya Tuhan ini menyeramkan, rasanya aku ingin pulang saja.


__ADS_2