Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
wangi


__ADS_3

saat micha akan melangkah ke tempat tidur, tiba² ada seseorang yang mengetuk pintu dan memanggil namanya.


Tok... tok... tok.. "nona micha" itu adalah suara bi sea, micha pun langsung berjalan dan membuka pintu kamarnya.


"ada apa bi? " tanya Micha heran, tidak biasanya bi sea malam² datang untuk menemuinya.


tanpa basa basi, bi sea langsung saja mengambil sesuatu dari dalam saku bajunya dan di berikan nya kepada micha "ini nona, jika nona setuju dengan ide saya tadi, teteskan obat perangsang ini ke minuman tuan Alan".


Micha pun mengambil obat itu dari genggaman bi sea lalu mengamatinya sebentar " Terima kasih" ujarnya kemudian masuk kedalam kamarnya lagi dan menutup pintu tersebut.


di balik pintu itu, Micha masih menatap lekat ke arah botol yang ia bawa, dia tidak menyangka bahwa bi sea sudah mempersiapkan semua ini. terlihat jelas dari raut wajahnya bahwa ada kebingungan sekaligus keraguan dalam benaknya.


_____________


Alan sedang membaringkan tubuhnya di atas ranjang, tidak sengaja ia melihat ponsel mey yang terletak di samping lampu tidur, ia pun kemudian mengambilnya.


Alan menghidupkan layar ponsel itu, ternyata ponsel tersebut tidak di beri pengaman.


"dasar wanita bodoh, bagaimana jika HP nya di pegang oleh tangan² yang tidak bertanggung jawab? " gumamnya lirih.


Alan membuka aplikasi panggilan, melihat kontak siapa saja yang di simpan oleh istrinya.


ia melihat nomornya sendiri yang di tulis mey dengan sebutan 'SIALAN ' seketika raut wajah Alan menjadi gusar.


sialan? dasar wanita kurang ajar.


sebenarnya itu adalah sebutan untuk suaminya saat dulu, mey lupa mengganti nama Alan dalam kontaknya.


dan dengan tersenyum licik, Alan mulai memikirkan sebutan yang cocok untuk di cantumkan dalam kolom nama tersebut.


ia mulai mengetik nya dan mulai terlihat tulisan 'suami tampanku tersayang' dari dalam ponsel mey, Alan cekikikan sendiri menulis nama tersebut.


mey keluar dari kamar mandi setelah beberapa menit di dalam untuk membersihkan tubuh, ia memakai baju tidur bercorak bunga mawar warna hitam.

__ADS_1


dia menoleh ke arah Alan yang sedang memegang ponselnya dengan tawa kecil di mulutnya, karena penasaran mey pun beranjak mendekati suaminya.


"suamiku, kau sedang apa? kenapa ponselku ada di tangan mu? " tanyanya karena penasaran.


"oh ini? aku hanya memegangnya saja" lalu Alan memberikan ponsel itu kepada mey, dan mey pun mengambilnya.


saat mey meletakkan ponselnya di samping lampu tidur, Alan mencium bau wangi yang berasal dari tubuh istrinya, ia tergoda dengan bau harum yang seakan² sedang menari² dalam hidungnya.


Alan langsung saja menarik pergelangan tangan mey dan membuat mey terjatuh dalam dekapan suaminya.


mey terkejut, apalagi ia merasakan hembusan nafas Alan yang sedang menelusuri bagian lehernya, sesaat ia terbuai dalam cumbuan yang akan membawanya masuk kedalam permainan Alan. tapi seketika ia sadar karena merasakan tangan suaminya yang mulai menjeramah masuk kedalam bajunya.


mey menghentikan tangan Alan yang semakin lama menuju ke atas, lalu ia menggeleng²kan kepalanya sembari berkata "jangan".


"kenapa? " tanya Alan.


"aku sekarang sedang datang bulan " ucapnya dengan suara lirih karena malu.


Alan membalasnya dengan senyuman hangat, kemudian membaringkan mey di sisiNya.


" heh... aku ini bukan calon ayah yang pelit yah, rumahku itu begitu besar, 1 anak saja tidak cukup".


"kalau begitu kau saja yang melahirkan, aku tidak mau, itu terlalu banyak".


" kau ini bodoh ya? mana ada laki² yang melahirkan" ucapnya sembari menusuk² kening mey dengan jari telunjuknya.


dan perseteruan masalah anak itu terus berlanjut hingga akhirnya Alan mencium bibir istrinya untuk mengakhiri celotehan tadi yang tak ada habisnya.


"berapapun anak yang kau lahir kan, aku tidak masalah, yang terpenting semuanya adalah anakku. dan mulai sekarang dan selamanya, aku ingin kau mencium ku sebelum tidur sebagai ucapan selamat malam" mey menjawabnya dengan anggukan kepala, mengartikan bahwa dia setuju.


Alan membenamkan wajahnya di dada mey sembari mendekapnya erat, hidungnya tak henti² menciumi aroma yang dapat membuatnya rileks. mereka berdua mulai memejamkan matanya dengan di selimuti oleh bubuk penghantar tidur yang dapat membuat mereka mimpi indah.


_______________

__ADS_1


waktu terus berputar dengan semestinya.


suasana yang tadinya hangat, semakin lama semakin memanas.


hari ini jarum jam telah menampakkan pukul 2 siang, di mana Alan dan mey sudah bekerja di tempat kerja mereka masing².


saat Alan sedang fokus menandatangani dokumen, tiba² ada sebuah pesan masuk dari ponselnya yang ia letakkan di atas meja kerja.


ia pun membaca pesan tersebut, ternyata pesan itu dari Micha 'besok a**ku akan segera kembali ke Inggris, jika kau ada waktu dan kau masih menganggap ku sebagai sahabat, aku ingin mengajakmu datang ke vila untuk mengobrol sebentar. anggap saja ini adalah yang terakhir kalinya kita bertemu ' begitulah isi pesannya.


setelah membaca pesan itu membuat Alan berpikir sejenak, entah kenapa ia malah kepikiran tentang mey.


______________


di perpustakaan mey dan sela sedang sibuk membaca buku, sedangkan moly sibuk mencatat data tentang statistik perpustakaan.


suara pesan masuk dari ponsel mey terdengar keras, membuat sela penasaran dan langsung menaut ponsel mey yang terletak di atas meja.


sela heboh melihat nama pengirim pesan tersebut "wah... suami tampanku tersayang? hahaha... mey, ternyata kau bisa bucin juga".


moly yang merasa penasaran pun langsung mengintip nya juga dan membaca pesan tersebut dengan suara agak keras " nanti saat pulang kerja apa kau ingin aku menjemputmu? " kemudian mey langsung menaut ponselnya dari tangan teman²nya yang jail itu.


" romantisnya... aku jadi iri, aku pengen punya suami seperti itu" ucap moly yang sedih merenungi nasibnya menjadi jomblo sejati.


mey yang tidak tau menau tentang nama itu pun hanya bisa terheran², padahal dia tidak pernah menamai kontaknya dengan sebutan seperti itu. tiba² mey teringat tentang Alan yang sedang memegangi ponselnya kemarin malam, ia yakin bahwa itu semua adalah ulah suaminya, dia sendiri yang mengganti sebutan namanya.


dengan tersenyum geli mey membalas pesan tersebut dengan jawaban 'tidak perlu, nanti aku akan pulang sendiri'.


tanpa selang waktu lama Alan langsung membalasnya 'baiklah, aku hanya ingin memberi tau bahwa mungkin nanti aku akan pulang agak telat'.


setelah menerima balasan dari mey , Alan baru membalas pesan micha tadi dengan jawaban 'baiklah' itu menandakan bahwa Alan menerima ajakan tersebut.


_____________

__ADS_1


sore harinya mey menerima uang gaji. seperti yang mey duga, sebelum mendapatkan uang gajinya ia harus mendengarkan perkataan bosnya yang memarahinya karena jarang berangkat kerja dan sering membolos.


__ADS_2