
mereka berdua tertidur lelap hingga terbitnya fajar, sinar matahari mulai menyorot masuk kedalam ruang tidur sebab kemarin malam mey lupa menutup kaca jendela kamar dengan kain korden.
cahaya mentari pagi itu menyilaukan mata hingga membuat mey terbangun dari tidurnya, tubuhnya mulai menggeliat dengan mulut yang menguap. dia bangun dan duduk sembari mengucek² kedua matanya dengan tangan, mencoba untuk memperjelas pandangannya yang masih agak buram karena efek kantuk.
sesaat ia melihat ke arah samping, terlihat bahwa suaminya masih tertidur pulas di bawah selimut seperti bayi.
mey mulai beranjak turun dari ranjang, kakinya mulai memakai sandal rumah yang berbulu lembut berbentuk hello kitty, lalu dia mulai berjalan menuju kamar mandi. tangannya membuka gagang pintu kamar mandi kemudian menariknya, dia masuk kedalamnya dan mulai melepas semua kain di tubuhnya dan menaruhnya di keranjang cucian.
tangannya mulai meraih handuk yang tergantung di tembok lalu memakainya. ia berniat untuk berendam di dalam bak mandi karena masa datang bulannya telah usai.
kakinya mulai melangkah ke arah bak mandi besar tersebut, lalu dia mulai mengisinya dengan air hangat, tidak lupa ia juga mencampurkan sabun mandi kedalamnya. mungkin sekitar setengah botol ia menuangkannya, ya bagaimana tidak, bak mandi itu cukup besar, tidak akan cukup bila hanya di beri beberapa tetes saja.
bau sabun itu sungguh wangi, aroma mawar yang harum itu seakan dapat merilekskan pikiran.
mey mulai melepaskan balutan handuknya dan kemudian kakinya melangkah masuk kedalam bak mandi tersebut.
dia memejamkan mata sembari menyandarkan kepalanya di sisi bath up dengan posisi tangan yang ia rentangkan.
mey menikmati suasana tenang tersebut, sunyi dan sepi. ingin rasanya dia melanjutkan tidurnya lagi, tapi tiba² suara batuk seseorang membuatnya terkejut,ternyata itu adalah suaminya. ia langsung membuka matanya lebar² menghadap ke arah Alan yang sedang memandanginya dengan senyum yang tidak dapat di tebak.
sejak kapan dia berdiri di situ?
begitu batinnya yang sedari tadi tidak menyadari kehadiran Alan di dekatnya.
untung saja tubuhnya sudah terhalangi oleh tumpukan busa. kalau tidak, entah bagaimana malunya mey nanti jikalau Alan melihat tubuhnya yang telanjang bulat.
"suamiku, kau sedang apa? " tanya mey yang merasa heran.
"sedang memandangi mu" jawabnya dengan posisi tubuh yang masih seperti semula, yaitu melipat kedua tangannya di dada.
"kenapa? ".
" apanya yang kenapa? aku ini suamimu, apa aku tidak boleh melihat istriku mandi? ".
" tidak boleh! ini memalukan, sana² pergi" teriak mey dengan wajah menunduk karena pipinya mulai memerah.
bukannya segera pergi, Alan malah melangkah maju mendekati istrinya sembari tersenyum yang entah apa maksudnya mey tidak faham.
"kau mau apa? " sontak mey bertanya seperi itu dengan tubuh yang semakin ia tenggelamkan ke bawah.
__ADS_1
ini di kamar mandi loh? dia mau apa?.
Alan mulai berjongkok di sebelah bak mandi itu, dengan mata yang saling bertatapan, ia menjawab "aku juga ingin mandi" seketika mey terkejut, tanpa ia sadari suara teriakan itu muncul dari dalam mulutnya "tidak.. tidak.. tidak! aku tidak mau di sini, ini masih pagi, aku risih!!".
" heh... kau itu kesurupan yah? aku ini hanya ingin memintamu untuk cepat selesai, aku ini ingin segera mandi. kau pasti sedang memikirkan hal kotor kan " ujar Alan sembari mengetuk² jidat mey dengan jari telunjuknya.
ku kira dia ingin....??? ah, mikir apaan sih aku, dasar pikiran kotor terkutuk.
Alan melangkah keluar dari kamar mandi, dan mey pun sesegera mungkin menyelesaikan mandinya.
___________________
setelah mandi dan berganti pakaian, mey langsung duduk di depan meja rias, sebelum mengeringkan rambutnya dengan hair dryer, ia mengoleskan serum vitamin dulu ke rambutnya agar rambutnya tidak rusak.
mey mengambil ponselnya dan membuka aplikasi you tube untuk melihat tutorial rias. seperti yang ada di dalam video, mey mulai memoles wajahnya sendiri dengan make up, mendandani dirinya secantik mungkin.
setelah dia selesai merias wajahnya, dia mulai meluruskan rambutnya dengan pelurus rambut. sebenarnya bentuk rambutnya itu memang asli lurus, entah bagaimana pun dia mengikat rambutnya, setelah berkeramas rambutnya pasti akan kembali seperti semula.
mey melihat ke arah kaca, setelah melihat pantulan wajahnya sendiri di dalam cermin, bibirnya mulai tersenyum. dia merasa bangga dengan ketrampilan tangannya yang ternyata tidak begitu buruk.
_____________
Alan memeluk mey dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu istrinya. matanya menghadap ke arah cermin, seketika dia tersenyum saat melihat wajah istrinya di dalam kaca tersebut.
"tumben kau berdandan" ujarnya.
"aku berdandan untukmu" jawaban itu membuat Alan semakin tersenyum lebar.
Alan membalikkan tubuh mey, lalu mencium bibir istrinya itu dengan lembut, mey pun membalas ciuman tersebut dengan senang hati.
tak selang waktu lama ciuman itu berakhir, Alan melepaskan pelukannya dan beralih melihat penampilan istrinya dari ujung kaki hingga ujung rambut.
"kau tau kan hari ini kita akan pergi ke tempat pelatihan tata krama, kenapa kau memakai baju seperti itu, kau ingin menggoda laki² lain ya? ganti!! " ucapnya tidak suka karena mey memakai gaun pendek di atas lutut, hingga memperlihatkan kakinya yang mulus. biasanya mey memakai gaun yang di bawah lutut, tapi entah kenapa tiba² saja tadi dia ingin memakai pakaian itu.
"di sana kan tidak ada murid laki²" ucap mey yang bermaksud untuk menolak.
"apa kau tidak lihat, satpam di sana itu laki². kau hanya boleh memakai pakaian mini itu jika hanya bersamaku saja".
sampai² dengan seorang satpam pun dia cemburu, menyebalkan.
__ADS_1
mey mulai berjalan ke ruang ganti dengan batin yang menggerutu kesal.
________________
Alan dan mey pergi ke tempat pelatihan tata krama dengan menaiki lamborgini berwarna biru laut, tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai di tempat tujuan.
mereka turun dari mobil dan berjalan berdampingan menuju arah pintu, kedua satpam yang berjaga di sana mulai membuka kan pintu tersebut. sama seperti minggu lalu, keempat pelayan itu menyambut kedatangan mereka "selamat datang tuan, nona" ucap mereka bersamaan sembari membungkukkan badan.
sis Min berjalan mendekat dan menyapa mereka berdua juga seperti apa yang di ucapkan para pelayan itu. ia menjadi tercengang saat melihat penampilan mey yang berubah 180°.
"maaf, apa anda adalah nona mey yang minggu lalu ikut belajar di sini? " tanya sis Min memastikan.
"iya" jawab mey singkat.
"aku ingin istriku bisa mengerti tentang kebangsawanan Inggris hari ini juga, aku tidak mau tau kau harus mengajarkan semuanya sampai dia bisa" sahut Alan dengan suara dingin.
sis Min terkaget mendengar permintaan yang tidak masuk akal itu, baginya itu mustahil , muridnya yang satu ini susah untuk di ajari, bagaimana bisa hanya dalam kurun waktu satu hari mey bisa mempelajari segalanya tentang kebangsawanan inggris.
ingin sekali sis Min menolak, tapi karena upahnya sangat besar, dia pun menerimanya walau dengan hati yang terbebani.
bukankah tuan ini adalah ceo dari LA grup, tapi kenapa dia meminta saya untuk mengajari istrinya tentang kebangsawanan inggris. apa dia adalah seorang bangsawan dari sana? dan sejak kapan dia menikah?
begitu batin sis Min yang penuh tanda tanya.
________________
seperti minggu lalu, mey berada di ruangan khusus untuk belajar dia sendiri.
sis Min mulai bercakap² dengan mey menggunakan bahasa Inggris, mereka saling bersahutan. ternyata mey cukup lancar berbahasa Inggris, itu membuat sis Min senang dan sedikit lega.
setelah itu sis Min bergantian mengajar tentang tata krama, tapi sebelum itu, sis Min memberi tau mey tentang apa saja yang boleh di lakukan dan tidak boleh di lakukan saat berada di dekat raja dan ratu Inggris.
"nona, jika anda bertemu dengan ratu dan raja Inggris, jangan sekali² bersalaman, itu di larang. kecuali mereka sendiri yang mengulurkan tangannya kepada anda. anda hanya cukup membungkukkan badan saja sebagai rasa hormat" intinya adalah, mereka
tidak boleh di sentuh tanpa izin.
sis Min memberikan buku kepada mey yang harus di pelajari, isi dari buku itu adalah tentang semua yang berhubungan tentang kerajaan inggris dan peraturannya.
melihat tumpukan lembaran kertas di buku itu saja sudah membuatnya pusing, apalagi harus menghafalkannya satu persatu, bisa² otaknya hilang.
__ADS_1