
kira² pukul 9 pagi, mey baru terbangun dari tidurnya. pejaman matanya mulai terbuka dan sesaat ia mulai menoleh ke arah samping, ternyata bantal di sampingnya telah kosong.
eh... dia kemana? dia sudah berangkat kerja kah? kenapa dia tidak membangunkan ku? dasar menyebalkan.
gerutu mey dalam hati karena tidak di bangunkan oleh Alan.
lalu mey bangun dan terduduk di atas ranjang. dengan pikiran yang masih setengah sadar, mey menatap kebawah dan mendapati tubuhnya yang masih telanjang bulat. hingga pada akhirnya ia mulai mengingat kembali kejadian tadi malam, sebuah peristiwa yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidup. seketika pipinya mulai memerah disertai dengan perasaan malu yang menyelimuti.
"hah.. tadi malam aku kesurupan apa sih? setan apa yang merasuki ku?!" gumamnya sembari menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
dengan menutup tubuhnya dengan selimut, mey mulai menurunkan kakinya dari atas ranjang, bermaksud untuk segera membersihkan tubuh. tapi di saat ia akan mulai berdiri, tiba² sesuatu menghentikannya.
di atas meja samping tempat tidurnya ada secarik kertas putih yang terletak di sebelah tudung saji menyedot perhatiannya, karena penasaran, mey pun membuka dan membacanya.
ISI DARI SURAT TERSEBUT:
aku berangkat kerja lebih pagi, aku tak membangunkan mu karena kau terlihat sangat kelelahan. aku juga menyuruh pelayan untuk membawakan mu sarapan karena sepertinya kemarin kau terlihat tak napsu makan. jangan lupa di habiskan...
salam cinta dari suamimu🖤
sumpah Demi apapun, rasanya mey seperti ingin gulung² dan tertawa geli karena sangking senangnya membaca surat yang menurutnya lucu.
'salam cinta dari suamimu?' dia belajar menulis ini dari mana?. ini pertama kalinya dia menuliskan surat untukku, apa surat ini harus ku musiumkan.
lalu mey melipat dan menyimpan kertas tersebut di dalam laci dan membuka tudung saji tersebut, untuk melihat apa yang ada di dalamnya. ternyata isinya adalah nasi, sayur dan buah.
sesaat setelah ia melihat ke arah sayur, nampak sudut bibirnya mulai melebar. dia seperti sedang mengingat sesuatu yang membuatnya senang. entah memori apa yang sedang ia ingat di dalam otak kecilnya itu.
________________
setelah beberapa menit, akhirnya mandi yang menguras waktu itu pun selesai. mey keluar dari pintu kamar tersebut sembari menggosok rambutnya pelan menggunakan handuk kecil.
saat ia berdiri di dekat ranjangnya, dia tak sengaja melihat noda darah yang menempel di atas seprai.
eh... kenapa ada bekas darah di sini? apa aku datang bulan lagi? tapi bukankah kemarin aku baru selesai?. apa jangan² ini darahnya Alan? tapi kenapa dia berdarah? apanya yang terluka?.
tanpa berpikir panjang, mey pun langsung cepat² menaruh seprei kotor itu ke keranjang cucian dan menggantinya dengan seprei baru yang ia ambil dari dalam almari. setelah itu ia menyantap makanan tadi.
_______________
__ADS_1
setelah makan, mey melanjutkan aktifitasnya dengan berjalan² menyusuri lorong² istana, selain melakukan itu, dia bisa apa lagi? tidak mungkin dia akan mengeram di dalam kamar seharian, itu pasti akan membuatnya bosan.
saat di tengah² jalan, mey lagi² bertemu dengan Lily yang sedang sendirian duduk di atas sofa. padahal dia masih kecil, entah kenapa tidak ada salah seorang pelayan yang menemaninya.
mey pun mendekati anak itu.
misi untuk merebut hati dari setiap orang di rumah ini, akan di awali dengan mendekati anak kecil. sepertinya itu tidak apa² lah yha?.
"hay Lily, apa kabar" ucap mey dengan tersenyum.
Lily tak menanggapi mey dan hanya menoleh sesaat lalu melanjutkan membaca buku lagi, bahkan anak seumuran itu pun sudah bisa mengacuhkan.
tapi mey tak menyerah, " kau sedang membaca buku apa? " tanyanya sembari duduk di sebelah Lily.
"kata ibu, bibi jahat, Lily tidak suka orang jahat".
" siapa bilang bibi jahat, bibi baik kok. Lily mau dengar tidak? kisah seorang putri yang di kurung oleh ibunya di sebuah menara tinggi".
sudah naluri semua anak kecil bahwa dia akan suka di dongengkan "Lily penasaran, Lily mau dengar" begitu jawabnya dengan rasa ingin tau.
mey pun mulai menceritakan tentang putri rapunzel.
"di suatu malam yang gelap, secercah sinar mata hari jatuh ke bumi dan mendarat di atas bukit yang curam, membentuk sebuah bunga yang indah berwarna emas, bunga itu konon mempunyai kekuatan ajaib yang dapat menyembuhkan segala penyakit.
sang ratu yang sedang sakit parah dalam keadaan mengandung, meminum ramuan dari bunga itu, dan akhirnya ia pun sehat.
setelah beberapa bulan berlalu, seluruh penduduk istana merayakan kelahiran sang putri dengan menerbangkan ratusan lentera ke langit yang bersimbol kan sebuah bunga emas".
"bibi, kenapa simbolnya bunga emas" tanya Lily menjeda cerita tersebut.
"emmm... kenapa yah? mungkin karena ada hubungannya dengan obat penyembuh tadi".
" setelah menjelang tengah malam, putri kecil itu di culik oleh mak Lampir dan di bawa ke dalam pelosok hutan sampai tidak akan ada seorang pun yang akan menemukannya. ia mengganti nama putri tersebut dengan nama rapunzel, dan menganggapnya sebagai anak.
hingga belasan tahun berlalu, putri kecil itu tumbuh menjadi gadis yang cantik, rambutnya terurai panjang berwarna emas.
di atas menara yang tinggi itu, dia hanya di temani oleh seekor bunglon. jika di tanya apakah dia kesepian? jawabannya adalah iya, sebenarnya ia sangat ingin sekali mengetahui tentang dunia luar, tapi ibunya melarangnya".
seketika Lily menjadi sedih, ia merasakan apa yang rapunzel rasakan, kisah di dalam dongeng itu seakan² menceritakan tentang dirinya yang sedang kesepian. sebenarnya di kurung di dalam sebuah kastil dan di tata untuk menjadi seorang keluarga bangsawan bukan pilihannya, ia menginginkan hidup seperti anak² normal pada umumnya yang bisa bercanda ria dengan teman² sebayanya.
__ADS_1
tapi apa boleh buat, itu hanya angan² belaka. menjadi putri seorang marquez tidak lah enak, sebuah ititut kerajaan harus ia pelajari sejak dini.
"sebenarnya, ibu tiri rapunzel mempunyai alasan tersendiri kenapa dia merawat rapunzel hingga dewasa, itu semua karena rambut yang di miliki oleh rapunzel. rambut rapunzel yang berwarna emas itu mempunyai kekuatan ajaib, dan itu di manfaatkan ibunya untuk mengembalikan bentuk kulitnya yang memudar".
"jadi ibu tilinya lapunzel itu tidak bisa tua yah? " tanya Lily.
"tidak bisa, dia akan selalu awet muda. apa kau mau tau bagaiman cara ibu tiri itu membuat rambut ajaib tersebut bekerja? " ,Lily menganggukkan kepalanya.
"dia menyanyikan jampi², 🎶bunga bersinar.. pucuk kekuatan.. balikkan waktu, balikkan milikku... oh milikku🎶".
mey menyanyikan lagu tersebut, andaikan rapunzel itu benar² nyata, mey pasti sudah menyuruhnya untuk mengembalikan apa yang ia punya, yaitu orang² yang ia sayangi.
seketika seruan dari seseorang membuat mey berhenti bercerita.
"Lily! " ucap keyra menghampiri Lily dan menariknya menjauh dari mey.
"jangan coba² mendekati keluarga ini. jika niat awalmu hanya untuk menaikkan derajat sosial, kami tidak akan pernah menerimamu" ujar keyra kepada mey.
"sepeltinya bibi mey baik kok, bibi key. dia sedang mendongengiku tadi".
"jangan mudah percaya Lily, ayo ikut bibi, guru privat mu sudah datang" keyra menarik tangan lily pelan, menyuruhnya untuk pergi bersama.
"aku masih mau mendengalkan celita bibi key, aku tidak mau pelgi".
mey mulai menurunkan punggungnya dan berbicara pada Lily " bibi lanjutkan kapan² ya Lily, kau harus belajar dulu agar menjadi anak yang pandai" ujarnya dengan tersenyum.
Lily menganggukkan kepalanya, menandakan bahwa dia mengiyakan apa yang mey katakan. sedangkan keyra masih saja memandang mey dengan tatapan tidak suka.
saat keyra dan Lily sudah berjalan pergi, mey menatap mereka berdua dari belakang.
'Lily sudah berhasil di luluhkan, dan setelah ini, objek ke dua adalah keyra'.
#VISUAL ALAN.
karena banyak yang tidak suka dengan ilustrasi Alan yang kemarin, jadi saya akan kasih visualnya di sini.
bayangin aja gambar di bawah ini pupil matanya berwarna biru muda dan rambutnya hitam pekat yah?😊. (karena sulit banget cari visual yang mirip dengan ilustrasi kemaren 😭😆)
Q : katanya Alan keturunan Inggris, kok nggak ada inggris²nya thor?
__ADS_1
A:hahaha... kalau saya yang cari visual, yang penting itu ganteng. 😍😅