Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
menunggu


__ADS_3

seharian ini mey sibuk menyiapkan segalanya, mulai dari dekorasi hingga makanan, ya tentu saja semua itu tidak luput dari bantuan paman dan bibi Li.


di bawah sinar rembulan dan ribuan bintang yang terpancar indah di atas langit, mey tersenyum cerah sembari duduk di meja makan yang telah ia hias cantik.


beberapa tangkai bunga mawar terhias rapi di dalam vas yang di terletak di atas meja sebagai hiasan, jika di artikan dengan kata lain, bunga mawar itu bisa di sebut juga sebagai tanda cinta.


paman Li membawakan kue ulang tahun yang di buat oleh mey dari tadi siang dan di letakkan nya di atas meja, karena bibi Li mengatakan bahwa Alan suka coklat, mey pun memberikan krim coklat di atasnya.


sungguh pemandangan yang sempurna, kain putih yang di selempangkan di pagar² kayu membuat suasana itu semakin indah.


lalu setelah itu mey menyuruh paman Li pergi dan meninggalkannya sendirian untuk menunggu kedatangan suaminya.


_____________


di sisi lain,Alan tak sabar ingin segera memberikan kejutan kalung itu kepada mey, ia ingin mengungkapkan perasaannya malam ini, dan dengan tersenyum, ia menaruh kalung itu di dalam saku jasnya.


di saat alan pulang dari kantor, ada nomor tak di kenal meneleponnya, ia pun mengangkat telepon tersebut, ternyata itu adalah Micha, dan berapa terkejutnya Alan saat mendengar perkata micha yang mengatakan hal konyol di dalam telepon.


dengan suara agak serak, micha pun berkata "jika kau tidak ingin melihat jasad ku, tolong temui aku di gedung XX di jalan Z" sebelum mendengar jawaban alan, Micha langsung mematikan sambungan teleponnya.


Alan masih tidak mengerti, tapi karena tadi micha mengatakan jasad, ia menjadi khawatir dan langsung meminta supirnya untuk mengantarkannya ke gedung XX.


butuh waktu 15 menit untuk sampai ke tempat tersebut, sesampainya di sana, Alan langsung turun dari mobilnya dan melihat keadaan tempat itu.


matanya melihat ke arah bangunan kumuh seperti apartemen yang sudah tak di huni.


bangunannya tak terlalu kuno, mungkin apartemen itu baru di tinggalkan sekitar 1 bulanan yang lalu.


mata Alan terbelalak melihat seseorang yang sedang berdiri di sisi pagar teras yang ada di lantai 8, Alan yakin jika itu adalah Micha. jika di lihat dari dekat, wajah mereka saling berhadapan. Alan langsung terperanjak dari tempat berdirinya dan buru² berlari menghampiri Micha.


selangkah demi selangkah Alan menaiki anak tangga, hingga akhirnya sampailah dia di lantai tersebut.


Alan langsung mempercepat tempo larinya karena melihat Micha yang sudah berdiri di atas pagar. secepat mungkin Alan langsung meraih tangan Micha dan mengangkat tubuh Micha dari atas sana lalu menurunkannya ke bawah.


tanpa Alan sadari, di saat ia menurunkan Micha dari atas atap, Micha memiliki kesempatan untuk mengambil kalung yang ada di dalam saku jasnya.


kalung itu berada di dalam wadah berbentuk hati berwarna merah, Micha pun menjatuhkan wadah itu ke lantai dan membuatnya seolah² tidak sengaja jatuh.

__ADS_1


"apa yang kau lakukan?! kau bisa jatuh dan itu sangat berbahaya! " ujarnya dengan nada tinggi memarahi sembari tangannya yang memegangi pundak Micha.


tanpa rasa bersalah, Micha langsung memeluk Alan erat dan menjawab "aku tau kau pasti akan menemuiku, aku tau kau tidak sepenuhnya mengabaikanku, dan aku melakukan ini agar aku mendapatkan perhatianmu lagi" ujarnya dengan menangis, tapi di balik tangisan itu, tangannya bergerak untuk memberikan kode kepada seseorang yang sedang bersembunyi di di sisi tembok dan telah ia suruh untuk memotret kedekatan mereka.


Alan melepas pelukan itu,tatapan matanya terlihat dingin menatap micha "aku tidak suka melihat kau seperti ini, dan aku tidak ingin hal seperti ini terjadi lagi".


Micha menjawab itu hanya dengan anggukan,


lalu ia menoleh ke arah wadah cantik yang tergeletak di bawah lantai dan ia pun mengambilnya dengan ekspresi wajah pura² tidak tau.


Micha membuka kotak itu, dan di dalamnya ternyata ada sebuah kalung.


"ini punya siapa? apa ini punyamu? apa aku boleh mengambilnya? " tanyannya dengan tersenyum bodoh merasa takjub dengan kalung yang ia pegang.


dan di saat itulah Alan baru menyadari bahwa kalung yang ia bawa telah terjatuh dari sakunya.


"iya,itu milikku" dan dengan cepat, Alan langsung menaut kalung itu dari tangan Micha "aku akan memberikan kalung ini pada orang lain" lanjutnya.


"oh.. ku kira itu untukku, aku merasa sedikit kecewa, tapi tidak apa² itu hanya sebuah kalung. aku tidak pernah mengharapkan orang lain memberikan sesuatu padaku" ujarnya dengan wajah penuh kekecewaan, tapi itu hanya akting, sebenarnya maksud dari perkataannya adalah 'itu hanya sekedar kalung, begitu pelit kah kau sampai tidak bisa memberikan itu pada sahabatmu sendiri? ' dan maksud itulah yang Alan tangkap dari perkataan Micha tadi.


Alan mengepalkan tangannya erat, untung saja kalung yang di pegang Nya itu tidak rusak.


"ini untukmu" Alan mengayunkan tangannya ke depan, memberikan kalung itu kepada Micha. menurutnya kalung tidak seberapa, dia bisa memberikan mey yang lebih bagus dan lebih indah dari pada itu.


"benarkah" ujarnya dengan tersenyum senang, tapi tidak tau terimakasih dia malah meminta lebih, yaitu menyuruh Alan untuk memakaikan kalung itu di lehernya.


Micha berbalik ke belakang sembari memegangi rambutnya ke atas.


Micha tersenyum saat Alan memakaikan kalung itu di lehernya, seorang misterius di balik tembok tadi mulai memotret mereka berdua.


sungguh, jika di lihat dari gambar, bisa membuat orang lain salah paham. terlihat seperti seorang kekasih yang sedang memberikan hadiah pada pasangannya.


_____________


mey masih menunggu di taman itu sendirian, semakin lama hawanya semakin dingin, bahkan indahnya hiasan malam di langit pun sudah tak nampak lagi karena tertutup oleh awan hitam, entah kenapa beberapa hari ini cuaca sedang tidak sehat.


mey menyandarkan kepalanya di atas meja, menunggu Alan yang tak kunjung datang menemuinya. matanya melihat ke arah ponsel seraya berharap Alan memberikannya pesan.

__ADS_1


padahal dia sudah menunggunya dari tadi, sekarang jarum jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, padahal janjiannya tadi adalah jam 7.mey sampai lelah menunggunya dengan mata yang telah sayu karena menahan kantuk di matanya yang sudah ingin terpejam.


'dia itu sebenarnya kemana sih, dia lupa yah dengan janjinya sendiri' gumamnya merasa kesal di dalam hati.


matanya sedikit demi sedikit mulai menciut, dan pada saat mendengar suara ponselnya yang berbunyi ia langsung terbelalak bangun, ia berharap jika itu pesan dari Alan, dan ia pun membukanya.


dia merasa kecewa karena itu bukan pesan yang ia tunggu²nya dari tadi, ternyata itu hanya notifikasi berita terbaru hari ini. karena merasa bosan, ia pun membukanya, dan betapa terkejutnya dia bahwa itu adalah sebuah berita yang mengabarkan suaminya sekarang sedang bersama dengan micha.


berita yang di baca mey:


selasa, 5-1-2021.


di hari yang indah ini, Presdir dari LA grup atau yang lebih di kenal dengan nama Alan gervais sedang merayakan hari ulang tahunnya bersama Micha barton, seorang chef terkenal dari Inggris. jika di lihat dari foto, mereka sedang berduaan di sebuah bangunan kosong dan presdir Alan memberikan sebuah kalung berbentuk hati untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada kekasih pujaannya.


setelah melihat tulisan itu dan melihat foto kebersamaan mereka yang sedang berpelukan dan memakaikan kalung, mey merasa sangat sedih, hatinya bagai tersayat pedang berkali², rasanya sungguh sakit, dia bahkan tidak bisa menahan air matanya yang ingin tumpah.


dia merasa di khianati, sungguh hatinya sekarang benar² hancur berkeping².


apakah aku terlalu naif karena telah mengharapkan cinta darinya? seharusnya aku sadar bahwa dia tak mencintaiku. dia tidak pernah mengatakan cinta padaku, dan pada akhirnya keegoisan ku itu membuatku terluka lagi dan lagi.


mey merasa penantiannya tadi tidak di hiraukan, lalu untuk apa dia menunggu selama itu bila pada akhirnya ia harus kecewa melihat Alan lebih memilih bersama wanita lain ketimbang dirinya.


mey merasa dirinya sangat bodoh, mengharapkan seseorang yang tidak mencintainya.


lagi² cintanya bertepuk sebelah tangan, lucu sekali, dia benar² ingin tertawa melihat dirinya sendiri yang menyedihkan.


awan yang sedari tadi sudah menggelap akhirnya meneteskan embun, rintikan air hujan mulai membasahi tubuhnya.


mey berjalan dengan langkah yang penuh dengan keputusasaan, di bawah air hujan yang semakin deras ia meneteskan air mata.


kejutan yang ia siapkan dari tadi telah hancur, semua hidangan dan kue ulang tahun itu telah basah kuyup dan tak layak untuk di makan.


entah apa kesalahannya di masa lalu hingga sekarang dia harus menoreh ganjarannya.


untuk pertama kalinya dia berterimakasih pada hujan, itu bisa membuatnya menutupi air matanya yang sedari tadi tak henti²nya menetes.


ia berjongkok, membenamkan wajahnya sendiri di dalam tangan, dan tidak lama kemudian, ia merasakan ada seseorang yang sedang memayungi nya. lalu ia mendongakkan kepalanya ke atas dan ternyata itu adalah Alan.

__ADS_1


__ADS_2