
Alan mengantarkan Micha ke vila terlebih dahulu, setelah itu dia kembali ke rumah.
saat di jalan, dia merogoh kantung celananya untuk melihat jam, sungguh dia terkejut saat melihat waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. bukan hanya itu saja yang membuatnya terkejut, notifikasi berita yang memperlihatkan dirinya dan Micha tadi menjadi sebuah berita hangat malam ini.
'bagaimana bisa? ' tanyanya dalam hati, berita itu membuatnya sangat kesal. membuat tangannya yang sebelah mengepal, dia merasa bahwa dirinya tadi telah di jebak oleh Micha. raut wajahnya benar² sangat marah, rahangnya pun sampai² mengeras.
"laju kan mobilnya! aku ingin 5 menit kita sudah sampai di rumah" begitulah perintahnya kepada si supir.
"baik tuan" jawabnya dengan menghadap arah sepion, melihat Alan dari dalam sepion tersebut. sungguh dia merinding saat melihat raut wajah tuannya itu yang terlihat seperti siap untuk membunuh seseorang, mungkin benar kata pepatah, jangan membangunkan singa yang sedang tidur??.
si supir itu langsung mengemudikan mobilnya secepat mungkin, melebihi rata².
seketika raut wajah Alan berubah, dari yang awalnya sangat kesal sekarang menjadi termenung. tatapan matanya mengarah ke luar jendela, terlihat rintik² hujan yang menetes membasahi kaca. dia merasa sangat bersalah kepada mey, dan berharap mey tidak akan menunggunya di luar(taman).
sesampainya di rumah, hujan semakin deras, Alan langsung berlari menuju belakang rumah.
"di mana mey? " tanyanya dengan ekspresi khawatir.
__ADS_1
"nona masih berada di taman" begitu jawabnya, paman Li tidak menjemput mey dari tadi karena dia kira bahwa mey pasti sedang berteduh di gazebo yang tidak jauh dari taman.
saat paman Li akan menjemput mey untuk membawanya ke dalam, Alan menghentikannya "biar aku saja" ujarnya seraya mengambil payung berwarna hitam itu dari tangan paman Li.
Alan berjalan dengan langkah cepat, menerjang derasnya air hujan yang tak kunjung berhenti. ia tertegun saat melihat mey yang sedang berjongkok sembari membenamkan wajahnya di dalam lengannya, sungguh terlihat bahwa dia sedang menangis.
seketika Alan menjadi tidak tega melihat istrinya dalam keadaan terpuruk seperti itu 'dia menungguku kah hingga selarut ini? dia tetap menungguku walau cuaca sedang buruk, dasar bodoh. sungguh aku laki² tak berguna karena membuatnya sedih' batinnya dengan langkah kaki mendekati mey.
lalu Alan memayungi mey, kemudian mey mendongakkan kepalanya ke atas, melihat Alan yang sedang berdiri di belakangnya.
mey langsung berdiri dan berbalik badan menghadap ke arah Alan, badannya sudah basah kuyup diterpa air hujan yang deras.
Alan terenyuh melihat mey yang berlinang air mata hingga membuatnya sembab, hatinya sangat sakit melihat istrinya itu menangis.
perlahan Alan menurunkan payungnya ke bawah, melepaskan genggaman payung itu dan menjatuhkannya ke tanah, membuat dirinya ikut terkena derasnya air hujan yang menerpa tubuh.
baru tiga jangkah mey berjalan, perkataan Alan membuatnya berhenti.
__ADS_1
"memang semua ini adalah salahku, permainan tentang pernikahan ini aku yang membuatnya. sebenarnya aku menikahi mu hanya karena aku membutuhkan hiburan semata. aku tak pernah merasakan cinta dan kasih sayang dari siapapun, semua seperti meninggalkanku sendirian. jadi saat aku melihatmu untuk pertama kalinya, aku merasa tertarik dengan penampilanmu yang menurutku aneh. jadi aku memperistri mu hanya karena aku ingin menjadikanmu sebagai bahan candaan agar bisa di olok² dan di hina" .
sungguh, saat mendengar perkataan Alan tadi membuat hati mey tergores sakit, kata² kebenarannya tadi benar² membuat perasaannya hancur sehancur hancurnya.
'sekarang aku baru mengerti kenapa dia menikahi ku, dan ternyata alasan itu sungguh menyakitkan. aku sadar, aku hanyalah upik abu yang tidak pantas bersanding dengan seorang pangeran yang terhormat. jelas saja Micha lebih segalanya dari ku, apalah aku yang hanya butiran debu dan akan di singkirkan.
alur skenario mu sungguh menyakitkan Tuhan... hingga membuatku jatuh bangun'.
mey mengusap air matanya yang tidak henti²nya menetes, ketabahan hatinya sekarang benar² sedang di uji, ia mencoba menghirup udara dan berusaha menegarkan hatinya sendiri.
sesaat setelah itu Alan melanjutkan perkataannya yang belum selesai "tapi karena alasan itu juga membuatku menyukaimu, entah sejak kapan perasaan ini muncul, tapi aku merasakan jika ini benar² cinta. saat kau pergi meninggalkanku sendirian, aku seperti hampir mati karena gila. aku tau aku salah, tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri bahwa aku mencintaimu. aku percaya bahwa ini semua adalah takdir, walaupun awal dari perjalanan kisah ini adalah kesalahan, aku ingin membuat akhir yang bahagia. aku ingin hidup menua bersamamu hingga ajal menjemput".
pernyataan cinta itu membuat perasaan mey campur aduk, antara kecewa, sedih, bahagia, terharu semua tercampur menjadi satu dalam hatinya.
Alan berjalan melangkah mendekati mey dan memeluknya dari belakang, tetesan demi tetesan air hujan itu terus membasahi wajah mereka.
Alan membalikkan tubuh mey lalu mengangkat istrinya itu menuju gazebo untuk berteduh, setelah itu ia pun menurunkan mey lalu mencium bibir mey dengan lembut.
__ADS_1
#kayaknya aku tadi udah nulis banyak deh, tapi kok keliatan sedikit yah?? 🤔😪#