Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
bab 118


__ADS_3

monica pergi dengan perasaan kesal dan dongkol, dalam hati ia menggerutu 'menjengkelkan, bisa²nya wanita itu secara tidak langsung mengatakan bahwa aku adalah seorang pelakor ' itu membuat harga diri dan martabatnya seperti sedang di injak². walaupun begitu, monica juga merasa malu karena telah berusaha merebut suami orang lain, tapi ini bukan sepenuhnya salah monica, baginda ratu juga bertanggung jawab atas kesalahan pahaman ini karena ia tidak memberitahu dirinya akan Anaknya yang sudah berkeluarga. bahkan sejak dari tadi sang ratu tidak mengucapkan sepatah katapun dalam pertemuan tersebut, entah kenapa dengan mulutnya itu, mungkin saja dia sedang sariawan.


setelah monica pergi, tinggal lah mey dan ratu elizza yang masih duduk di tempat itu. perkataan mertuanya seketika membuat pandangan mey teralihkan. mata yang awalnya sedang menatap monica pergi, sekarang beralih menatap sang ratu yang ada di sebelahnya.


"nanti aku akan mengajakmu pergi" hanya mendengar beberapa kalimat dari mulut ratu elizza saja sudah membuat mey gelagapan "ah, baik ibu ratu" jawabnya seraya menundukkan kepala.


setelah mengatakan itu mertuanya juga beranjak pergi, tanpa aba² mey langsung berdiri dan membungkukkan badannya sebagai tanda bahwa dia menghormati sang ratu.


di dalam benak mey, ia masih merasa agak kebingungan dengan sikap diam sang ratu hari ini. mey juga merasa bersalah akan kejadian kemarin yang membuat mertua dan suaminya itu beradu mulut karena dirinya.


mata mey mengekori sang ratu yang sedang berjalan menjauh bersama dengan para dayang yang mengikutinya di belakang.


mey menghela nafas berat, mencoba menghilangkan teka teki yang ada dalam benak yang telah ia buat sendiri, lalu dia kembali duduk di atas bangku untuk menghabiskan tehnya yang masih tersisa di dalam cangkir.

__ADS_1


______________


sekarang waktu telah berada pada tengah hari, mobil klasik keluarga kerajaan berwarna hitam melaju di jalanan dengan kecepatan rata² membawa ratu Elizza dan mey di dalamnya. seperti yang telah ratu bicarakan tadi pagi, ia akan membawa mey ke suatu tempat.


di dalam mobil suasananya nampak hening, tangan mey yang putih mulus itu sampai mengeluarkan keringat panas dingin karena sangking gugupnya. "kalau saya boleh tau, ibu akan mengajak saya kemana? " mey memberanikan diri untuk bertanya walaupun respon sang ratu sangat dingin, bahkan terlihat acuh. ratu elizza melirik ke arah mey sesaat, sorot matanya tajam hingga seperti sedang mengintimidasi. tapi ia tidak menjawab pertanyaan tadi, ia langsung memalingkan wajahnya menatap luar jendela.


mey yang mendapatkan sikap dingin dari mertuanya pun tidak bisa berbuat apa², dia ikut memalingkan wajahnya dan melihat kendaraan yang tengah berlalu lalang dari dalam jendela mobil. samar² dia mendengar suara sang ratu yang menjawab "kau akan tau sendiri nanti" sontak apa yang ia dengar barusan membuatnya menoleh ke arah sang ratu, bibir mey tersenyum kecil menghadap mertuanya yang juga menoleh padanya, ratu Elizza yang melihat itupun langsung memalingkan wajahnya kembali.


batin ratu seraya tersenyum sinis.


mobil yang mereka kendarai terus melaju dan membawa mereka ke suatu tempat. mobil tersebut berhenti di sebuah bangunan berwarna putih, banyak sekali anak² kecil yang sedang bermain di sana, halaman itu lebih mirip seperti taman bermain.


setelah mey keluar, nampak lah sebuah papan besar yang tertuliskan 'panti asuhan' di depan pintu masuk. anak² yang tadinya asyik bermain sekarang malah berlarian mendekati mobil itu, sebenarnya bukan mendekati mobilnya, melainkan mendekati ratu Elizza.

__ADS_1


bahkan ratu Elizza yang biasanya menampakkan wajah datar dan dingin seketika berubah menjadi hangat saat bersama dengan anak² itu, bisa di lihat bahwa mereka sudah sangat akrab satu sama lain.


setelah melihat adegan itu, membuat mey teringat dengan anak² panti yang dulu biasa bermain dengannya, ia menjadi rindu, dan seketika senyuman hangat terpancar di wajahnya.


tidak lama kemudian, kepala panti dan tiga karyawan panti asuhan itu datang menyambut kedatangan ratu Elizza "selamat datang baginda ratu" ucap Ibu kepala panti itu sembari membungkukkan badan serta diikuti oleh ketiga karyawan yang ada di belakangnya.


*


"dan selamat datang juga nona" lanjut kepala panti itu, dia memanggilku dengan sebutan nona karena tidak mengenalku. pengurus panti itu lalu menyuruh aku dan ibu mertua untuk masuk, tidak lupa juga si supir yang mengantar kami tadi mengeluarkan bungkusan dari dalam bagasi mobil. aku baru mengerti, jadi ini toh alasan kenapa para koki istana tadi sibuk membuat banyak makanan, ternyata makanan² itu di buat mereka untuk para anak yatim piatu.


aku dan ibu mertua masuk kedalam panti asuhan, kami berdua duduk di ruang tamu bersama dengan kepala pengurus panti tersebut. para karyawan itu memberikan kami minum lalu segera pergi untuk mengurus anak² asuh mereka.


ibu mertua sibuk berbincang² dengan ibu panti, sedangkan aku hanya diam saja mendengarkan mereka bicara, sesekali aku menoleh ke kanan dan ke kiri, mengamati setiap sudut ruangan itu. samar² aku mendengar suara anak² kecil yang sedang berebut makanan dari balik tembok belakang tempat duduk yang ku duduki, aku tak begitu menghiraukan nya karena menurutku itu adalah hal yang wajar² saja terjadi.

__ADS_1


__ADS_2