
di suatu pagi yang cerah, mey harus menjawab pertanyaan teman² nya yang membuat perasaannya menjadi suram.
seperti biasa, di tempat kerja adalah waktu yang mereka gunakan untuk merumpi.
"beberapa hari ini kau tidak masuk, apa berita di TV itu benar? " moly membicarakan tentang sara yang di penjara karena tuduhan membunuh suaminya atas dasar uang.
mey seperti tidak bisa berkata², ini adalah aib keluarganya, tidak mungkin ia akan menyebarkan gosip tentang keluarganya sendiri.
"heh gendut! kau ini memang tidak berperasaan yah. sahabatku ini sedang sedih, tega²nya kau menanyakan masalah itu padanya" sahut sela memarahi moly.
"sabar yah mey, aku tau kau pasti bisa melewati semua cobaan ini kok" sela mengelus² pundak mey mencoba menghiburnya.
"huuhhh... aku kan hanya bertanya, apa ini salah. sungguh tidak adil sekali orang setampan itu harus mati dengan cepat" gumam moly lirih.
__________
malam harinya, mey pergi ke dapur untuk mengambil minuman karena ia merasa haus.ia membuka kulkas dan mengambil satu botol air dingin, kemudian meminumnya.
"selamat malam nona" bibik Li membungkuk memberi hormat dengan di ikuti para koki lainnya yang sedang sibuk memasak di dapur tersebut.
mey membalasnya dengan senyuman kemudian bertanya "bibik Li sedang apa? ".
" saya sedang membantu para koki untuk menyiapkan makanan nona,tuan muda sepertinya sedang sibuk, mungkin nanti tuan muda akan melewatkan makan malam " jawabnya.
"bagaimana jika aku saja yang memasak makanannya, lagi pula aku sekarang lagi nggak punya kerjaan" ucap mey menawarkan diri.
"eh.. tidak perlu nona, biar kami saja yang menyelesaikan pekerjaan ini, ini sudah menjadi tugas kami" jawab salah satu koki yang sedang memasak.
"ah jangan sungkan², aku ingin memasakkan makanan untuk suamiku, ini juga termasuk tugas seorang istri kan" mey pun mengambil alih pekerjaan itu, dia melanjutkan membuat makanan itu dengan tersenyum.
__ADS_1
aku ingin memasakkan makanan untuknya sebagai ucapan terimakasih karena sudah mau menuruti permintaanku pada hari itu untuk membebaskan sara.
batinnya.
mey mengaduk² sup itu dan mencicipinya dengan senyuman cerah yang terlihat jelas dari wajahnya.
bibik Li yang melihat kelakuan mey menganggapnya sebagai seorang istri yang memasakkan makanan penuh cinta untuk suaminya.
syukurlah sepertinya nona mey sudah membuka hatinya untuk tuan muda.
ucapnya dalam hati sembari tersenyum melihat mey yang sedang sibuk membuat makanan.
setelah masakan itu selesai, mey pun menaiki anak tangga dengan membawa makanan itu di atas nampan dengan raut wajah yang tersenyum.
saat mey akan membuka pintu ruang baca, ia tidak sengaja mendengar perbincangan Alan dan sekretaris bay yang membuatnya tertegun hingga membuat senyuman hangat itu hilang seketika.
di dalam ruang baca,alan dan bay membicarakan tentang rumah milik mendiang ayah mey yang terbakar.
"bagaimana? " tanya Alan dengan duduk di kursi.
"semuanya beres tuan, semua berjalan seperti yang tuan rencanakan" jawab bay.
"bagus".
" maaf tuan, kalau boleh saya tau, kenapa tuan membakar rumah ibu tirinya nona mey? ".
" orang yang jahat harus di balas dengan kejahatan" jawabnya singkat.
dengan ekspresi marah, mey membuka pintu itu dan mendekat ke arah Alan.
__ADS_1
"jawab aku jujur! apa semua yang ku dengar barusan itu benar? apa kau benar² membakar rumah ayahku?! jawab!! " teriak mey.
"ya" setelah mendengar jawaban alan, dia benar² syok.
"apa alasanmu melakukan itu? apa aku pernah berbuat salah padamu?! apakah aku pernah menyinggung mu? katakan! ".
" tidak" lagi² Alan menjawab nya dengan singkat, lalu dia melanjutkan bicaranya "aku melakukan ini semua untuk membalaskan dendam mu, ibu tiri mu itu selalu menyiksamu kan? seharusnya kau senang aku membantumu untuk balas dendam".
mey mengernyitkan alisnya " senang? kau pikir aku senang? tidak! bukan ini yang ku harapkan. kau malah membuatku lebih membencimu".
Alan mencengkram dagu mey sembari berkata "aku bisa memberikanmu rumah yang lebih besar dan mewah dari rumahmu itu, bahkan aku bisa membuatkan mu rumah yang mirip seperti rumah ayahmu" Alan melepaskan cengkraman nya.
"semua yang telah hancur, tidak akan bisa di perbaiki seperti semula. kau tidak akan mengerti apa yang ku rasakan karena kau tidak pernah merasakan kasih sayang dari orang tuamu! " setelah mengatakan itu mey langsung berlari pergi menuju rumah mendiang orang tuanya.
sesampainya di rumah tersebut, si jago merah sudah melahap hangus semuanya hingga hancur, satu²nya kenangan yang ia miliki telah hilang. sekarang mey hanya bisa menyimpan kenangan indah itu di dalam hati.
banyak warga yang menonton dari kejauhan, para pemadam kebakaran di kerahkan untuk memadamkan api tersebut.
embun matanya mulai menetes melihat ke arah api yang membara.
ayah ibu, tempat kita bernaung dulu telah hancur. kan ku simpan semua kenangan indah itu di lubuk hati yang paling dalam.
samar² mey mendengar bisik² para tetangga yang mengatakan jika rumah itu terbakar karena kosleting listrik.
para warga mencoba menenangkan ibu tiri mey yang memberontak ingin masuk ke dalam rumah itu untuk menyelamatkan hartanya. dia seperti sudah gila karen telah kehilangan semua yang ia miliki,dia terlalu mencintai harta hingga saat hartanya terbakar membuat otaknya juga ikut tidak waras.
saat ia melihat mey, dia langsung menyerang mey dan menyalahkannya. sama seperti dulu, mey lah yang selalu jadi bahan sasaran kemarahan ibu tirinya.
kondisi psikolog nya sudah tidak memungkinkannya lagi untuk hidup normal seperti dulu, jadi dia pun di bawa ke rumah sakit jiwa untuk menjalani perawatan.
__ADS_1