
mey berjalan membuka korden, saat penghalang kaca itu sudah terbuka, mentari pagi mulai menyorot ke dalam kamar.
karena merasa silau, Alan terbangun dari tidurnya sembari mengucek² mata.
"heh... kenapa kau membuka korden? tutup lagi" Alan menghalangi sinar itu dengan lengannya sembari menutup matanya kembali.
"suamiku ini sudah siang, kau harus pergi ke kantor kan" jawabnya.
"apa kau sudah pikun, ini akhir pekan".
oh iya, kenapa aku bisa lupa.ah sial sekali, seharian ini aku harus terus melihat wajahnya, menyebalkan.
" kemari" dengan suara berat,Alan menyuruh mey untuk mendekat ke arahnya.
lalu mey pun berjalan dan berdiri di samping Alan .
"sudah ,kau berdiri tenang di situ saja, jangan bergerak".
apa? jadi kau menyuruhku berdiri di sini untuk menghalangi matahari yang menyorot ke matamu? kau fikir aku ini patung?.
" jangan memandangiku terus, aku tau jika aku tampan" ujar Alan dengan mata tertutup.
astaga... dulu ibunya itu ngidam apa sih sampai punya anak senarsis ini, kesal aku.
"hahaha" mey membalasnya dengan tawa canggung.
10 menit berlalu, mey masih saja berdiri di sisi Alan sampai pundaknya sudah terasa panas.
"aku ingin mandi, siapkan aku makanan" tiba² Alan bicara seperti itu. mey tertegun, dia mengira jika Alan sedang mengigau.
seharusnya jika kau ingin mandi, kau menyuruhku untuk menyiapkan air, bukan malah menyiapkan makanan. emangnya kau ingin mandi makanan? dasar gila.
"maksudku setelah mandi aku ingin makan" jawabnya.
mey sontak tertegun dengan perkataan Alan, seolah² Alan tau apa yang sedang ia fikirkan.
"aku tidak ingin sayur, aku bosan" Alan melanjutkan perkataannya.
"tapi suamiku, sayur itu sehat. wortel bisa menyehatkan mata dan....".
" kau fikir aku ini kelinci" sahut Alan.
bukan, itu terlalu imut. kau lebih cocok di sebut banteng.
"haha... kalau begitu aku akan menyiapkan makanannya dulu" mey berjalan keluar dari kamar tersebut dan menuju arah dapur.
_____________
__ADS_1
di sisi lain, saat zero sedang menaiki mobil bersama paman zae, dia tiba² melihat sela yang sedang berjalan di trotoar. lalu ia pun menghampirinya dengan memakai masker dan kacamata hitam serta membungkus kepalanya dengan tudung jaket.
"supir, berhenti di sini" setelah mendengar perkataan zero, supir itu pun menghentikan mobilnya.
"pak zae, aku akan menghampiri temanku" lanjutnya.
"tapi tuan, 2 jam lagi anda akan ada pemotretan" ujar pak zae yang tidak di dengarkan oleh zero, zero langsung keluar dari mobil dan menghampiri sela yang terus berjalan.
"hay, apa kabar" sapa zero.
"eh..baik, kenapa kau tiba² ada di sini".
" aku melihatmu sedang berjalan sendirian, lalu aku menghampirimu, emang kau mau pergi kemana? ".
" nggak mau kemana² sih, aku cuma ingin jalan² aja".
zero tersenyum.
ya ampun... hatiku meleleh, senyumannya seindah mentari pagi.
"eh kita beli es krim dulu yuk, es krim di sana enak" dengan tersenyum cerah, sela menunjuk ke arah toko es krim yang ada di sisi jalan.
"di sana benar² menjual es krim kan, bukan bakso? " tanya zero yang masih ragu karna kejadian beberapa minggu lalu.
"ya iya lah, di sana kan tulisannya es krim masak jualnya bakso" sela menarik tangan zero dan membawanya ke toko tersebut.
"selamat datang tuan dan nona, kalian ingin pesan es krim rasa apa? kami ada tiga rekomendasi rasa baru yaitu rasa kacang hijau, permen karet dan taro" sapa si penjual.
"menurutmu kacang hijau dan taro enak yang mana? " tanya sela kepada zero.
"keduanya enak" jawabnya.
"saya pesan yang rasa permen karet pak" ucap sela kepada si penjual.
zero pun menggaruk kepalanya sendiri walau tidak gatal.
"kau tidak ingin pesan? ".
" tidak, kau saja yang pesan. aku yang akan bayar".
"kalau begitu terimakasih" ujar sela sembari tersenyum cerah.
ya Tuhan tadi malam aku mimpi apa? seakan hari ini aku punya pacar dan sedang berkencan dengan pacar ku.
lalu mereka berdua pun duduk di taman, dan berbincang dengan serunya, zero pun tidak henti²nya tersenyum karna kelakuan sela yang konyol.
___________
__ADS_1
kembali lagi di kediaman rumah Alan gervais.
setelah selesai makan, mey langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang, tubuhnya tengkurap sembari tangannya yang terlentang, ia berniat ingin tidur²an lagi.
beberapa saat kemudian, Alan pun menghampiri mey kedalam kamar itu.
"heh... kau sedang apa? " tanya Alan dengan tubuh berdiri.
astaga... apa ini perlu di pertanyakan? jika aku berbaring itu artinya aku sedang tidur, masak iya sedang cuci piring, yang benar saja.
"sedang merebahkan tubuh di atas ranjang yang nyaman " jawabnya sembari menoleh ke arah suaminya berdiri.
"apa kau tidak punya kerjaan lain selain bermalas²an".
" ini kan akhir pekan" jawab mey sembari menyandarkan kepalanya di atas bantal yang lembut itu.
"oh jadi maksudmu kau akan tidur terus seharian ini? bagaimana jika aku menemanimu".
sontak mey langsung terduduk, dengan semangat ia berkata " aku tidak akan malasan²an lagi, aku tidak akan tidur²an terus seharian ini".
huh... aku bisa menebak kemana arah pikiranmu itu.
Alan pun tersenyum "baiklah, kalau begitu ikut aku" ia menarik tangan mey dan membawanya ke halaman rumah.
saat di halaman rumah, mey melihat sepeda cantik berwarna pink.
"aku membelikan mu sepeda baru agar kau bisa bisa mamboncengkan ku dan membawaku bersepeda setiap akhir pekan" dengan sikap bangga dia mengatakan itu kepada mey.
sudah ku duga, ada udang di balik batu.
dan apa tadi? membonceng kan? siksaan apa lagi ini ya ampun...
"kalau begitu kau harus berterimakasih padaku kan? " sembari mengyilangkan tangannya ke dada, Alan menyuruh mey untuk berterimakasih padanya.
berterima kasih? emang menjadi ojek sepeda pribadimu itu termasuk kenaikan pangkat ya? , yang benar saja.
"Terima kasih" ucap mey dengan senyum paksa.
"aku tidak dengar".
dengan menahan emosi, mey mengulangi perkataannya lagi " Terima kasih".
"kurang keras".
" Terima kasih!! " teriaknya.
setelah mey mengatakan itu, Alan pun tersenyum bangga.
__ADS_1
setelah itu, merekapun menaiki sepeda bersama dan pergi berkeliling.