Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
Bab 116


__ADS_3

Alan duduk di atas sofa sembari merentangkan kedua tangannya di sandaran sofa tersebut, matanya terpejam, tenggorokannya semakin kering karena pembicaraan tadi "tolong ambilkan aku minum" perintah Alan kepada mey yang sedang duduk di sisi ranjang.


mey yang mendengar itu pun langsung berdiri dan keluar dari kamar mengambilkan air minum untuk suaminya.


tapi di tengah perjalanan menuju dapur, mey tak sengaja berpapasan dengan keyra.


dan keyra meminta mey untuk ikut bersamanya, Awalnya mey menolak karena suaminya itu pasti sudah menunggunya membawakan air, tapi karena keyra mengatakan akan berkata sebentar saja, mey pun berpikir sejenak dan akhirnya menyetujuinya.


keyra membawa mey ke kamarnya, mereka duduk di atas sofa yang ada di dalam kamar tersebut. tanpa berbosabasi lagi, keyra langsung saja mengatakan apa yang ingin ia katakan "aku tadi tidak sengaja melihat kakak ipar bertengkar dengan ibu" tanpa sengaja ia memanggil mey dengan sebutan kakak ipar. mey yang mendengar kalimat itupun terlihat agak tercengang, bahkan dia sempat mengira bahwa itu hanya imajinasinya saja.


"tidak apa² kan jika aku memanggilmu dengan sebutan kakak ipar? " mey tersenyum mendengarnya. sedangkan keyra terlihat malu setelah mengetahui respon dari kakak iparnya tersebut "itu bukan berarti aku ingin dekat denganmu ya, itu karena aku menghargai mu sebagai istri kakak ku" lanjutnya, entah kenapa mey malah semakin melebarkan senyumannya, itu membuat keyra semakin jengah dan juga salah tingkah "ak.. aku hanya, pokoknya kita belum sedekat itu" ucapnya sembari memlengoskan wajahnya dari mey sesaat.


"baiklah aku tau" jawab mey dengan masih mempertahankan senyuman di bibirnya, ia tau bahwa sebenarnya adik iparnya itu ingin dekat dengannya, namun keyra hanya merasa malu untuk mengungkapkannya saja.


"intinya aku hanya ingin berkata bahwa sebenarnya ibu Baik, ibu tak seperti yang kakak ipar bayangkan. walaupun kadang² perkataannya menyebalkan, tapi aku tau ibu tidak bermaksud seperti itu".


ini maksudnya dia sedang membela ibunya kah?


begitulah yang tertera dalam benak mey setelah mendengar perkataan itu.


"mungkin ibu kira jika kak Alan bersanding dengan wanita yang sederajat, hidup kak Alan akan lebih bahagia. tapi aku yakin, kalau kakak ipar mau berusaha lebih keras lagi, lambat laun hati ibu pasti akan luluh".


" jika ibumu baik, lalu kenapa dia selalu melontarkan kata² menyakitkan kepadaku? " mey mulai bertanya.

__ADS_1


"jika di lihat dari segi materi, kakak ipar memang berselisih jauh dari keluarga kami. mungkin ibu berkata seperti itu karena sejak dari nenek moyang kami, keluarga bangsawan tidak pernah ada yang menikah dengan rakyat biasa".


apa memang tradisi di keluarga ini adalah menghina?.. iya² aku miskin, aku sadar diri.


ucapnya kesal dalam hati.


"atau mungkin saja ibu cemburu pada kakak ipar".


" apa alasan ibu cemburu padaku? " tangannya karena tidak mengerti dengan apa yang di katakan keyra barusan.


"iya mungkin saja ibu cemburu karena kakak ipar lebih dekat dengan kak Alan. apa kakak ipar tau? dua bulan lalu saat kakak Alan datang ke istana ini, kak Alan dengan beraninya berkata pada seluruh keluarga bahwa dia sudah menikah. andai saja aku punya suami seperti itu, aku pasti akan senang sekali" begitulah perkataannya yang seakan² sangat kagum pada kakaknya.


"benarkah? " mey terkejut tak percaya, tak di sangka bahwa waktu itu saat dia masih menganggap Alan sebagai pengganggu, Alan malah berusaha meminta restu pada keluarganya. itu membuat mey merasa bersalah.


keyra menganggukkan kepalanya, itu artinya dia berkata jujur. "walaupun ibu tidak pernah berkata bahwa dia menyayangi ku, tapi aku yakin bahwa dia sebenarnya peduli. begitu juga pada kak Alan, ibu terlihat sangat menyayanginya walau dirinya lah yang telah mengasingkannya. aku tidak tau perkataan ku ini benar atau salah, tapi mungkin saja ibu bersikap seperti itu karena ibu cemburu kepada kakak ipar yang bisa dekat dengan kak Alan sedangkan dirinya tidak. hubungan kak Alan dengan ibu semakin merenggang, mungkin itu juga yang membuat ibu merasa bahwa kakak ipar lah yang mempengaruhi kak Alan" terlalu banyak kata 'mungkin' dalam kalimat tersebut, semuanya hanya perkiraan semata. walaupun terdengar sangat konyol, tapi mey menanggapinya dengan tersenyum.


#flashback


di sebuah ruang makan yang besar, Alan dan seluruh keluarganya makan bersama. saat itu suasananya begitu hening, hanya terdengar suara ketukan piring dan sendok makan yang nyaring di telinga mereka masing², tak ada sepatah obrolan, seolah² mereka semua bukanlah sekelompok keluarga, lebih mirip orang asing yang tak saling mengenal.


saat makan Alan merasakan kecemasan dalam hatinya, ia merasa bimbang akan kejujuran yang akan dia katakan. awalnya ada sebuah keraguan dalam hatinya, tapi setelah di pikir², apa yang harus di sembunyikan jika pada akhirnya keluarganya juga akan mengetahui tentang pernikahan yang ia selenggarakan secara diam².


pada saat semua sudah selesai makan dan akan beranjak pergi dari tempat duduk mereka masing², Alan melontarkan perkataan yang membuat seluruh keluarganya tidak jadi melangkahkan kaki.

__ADS_1


dengan penuh keberanian, akhirnya Alan mulai angkat bicara "saya hanya ingin memberi tau kepada kalian semua bahwa sebenarnya saya sudah menikah" sontak semua yang ada di meja makan tersebut terkejut kecuali sang ratu yang sudah mengetahuinya.


"kau sudah menikah?! " tanya raja Albert dengan wajah dinginnya.


"benar ayah, saya memang sudah menikah. saya menikahi wanita dari keluarga biasa, dia bukan anak dari keluarga bangsawan maupun bertahta tinggi. saya mohon maaf, tapi saya harap baginda dan ibu ratu merestui pernikahan kami" dengan sigap Alan langsung berdiri dari tempat duduknya dan membungkuk menghadap sang Ayah.


tanpa berkata sepatah katapun, raja Albert langsung pergi dari ruangan tersebut, entah kecewa atau apa dia tidak menjawab perkataan Alan barusan.


__________________


mey kembali ke kamarnya sembari membawa segelas air putih dan dessert di atas nampan, padahal baru satu langkah dia masuk ke dalam kamar, ia sudah mendapatkan omelan dari suaminya "kau ini dari mana saja hah? apa mengambil minuman dari dapur saja kau harus berkeliling dunia terlebih dahulu. kau ingin aku mati karena kehausan yah?! ".


" maaf suamiku, tadi aku mengobrol dengan keyra sebentar" mey mulai berjalan mendekati Alan ke arah sofa.


"sebentar? 15 menit kau anggap sebentar? " lalu Alan meraih gelas yang ada di nampan itu dan meneguknya sampai habis.


jika lama kenapa kau tidak ambil sendiri, kakimu itu pergi kemana hah? dasar, bisanya cuma ngoceh aja kek wanita, menyebalkan.


" iya² aku salah, aku minta maaf. sebagai permintaan maaf ku, aku membuatkan mu dessert sepesial rasa coklat" mey meletakkannya di meja kecil yang ada sebelah sofa tersebut.


"aku tidak tergoda dengan makanan" sahut Alan.


"lalu kau tergoda dengan apa? " tanpa berpikir panjang, Alan langsung saja meraih tangan mey dan mendudukkan nya di pangkuannya.

__ADS_1


wajahnya ia dekatkan ke telinga istrinya lalu berbisik "aku tergoda olehmu, aku ingin memakan mu".


(skip) 😜🤣


__ADS_2