Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
sakit


__ADS_3

Alan mencium bibir mey dengan lembut, tapi mey berusaha melepaskan ciuman itu dengan cara mendorong tubuh Alan.


"tolong jangan menindas ku" ucapnya setelah mendapatkan celah untuk bicara. Alan melepaskan ciumannya, kemudian menatap mata mey yang berkaca².


"ku harap kau mengerti, aku tidak ingin terluka untuk yang ke dua kalinya".


cukup sekali saja ku di khianati, cinta membuat hatiku perih.


Alan menggenggam tangan mey, ia merasakan suhu tubuh istrinya yang sudah dingin.


" aku ingin bersamamu selamanya, izinkan aku untuk membuktikan bahwa aku sungguh² mencintaimu".


"jika kau benar² mencintaiku mengapa kau juga memberikan harapan padanya? jangan katakan jika kau menginginkan ke duanya, jangan serakah".


" bagaimana jika aku mengatakan bahwa itu hanya salah paham, aku ke sana karena dia berusaha untuk bunuh diri. dia hanya masa lalu dan kau adalah masa depan, aku hanya menginginkanmu, satu untuk selamanya".


mey tercengang tidak percaya setelah Alan mengatakan kata² yang dapat meluluhkan hatinya, mereka saling memandang mata. sesaat mey menatap mata Alan dengan lekat, ia dapat merasakan kejujuran yang terpancar dari matanya, tidak ada kebohongan sedikitpun, seolah² kata² itu tulus terdapat pada lubuk hatinya yang paling dalam.


haruskah aku percaya? apakah aku terlalu lemah hingga hatiku mudah tergoncang hanya dengan sebuah kata yang tak tau benar atau tidaknya.


mey terpaku diam, dia tak tau harus menjawab apa, yang jelas hatinya sekarang sedang bimbang, antara percaya atau tidak, kata² itu seakan imbang.


Alan berlutut di hadapan mey sembari memegangi tangannya lalu berkata "tolong berikan aku satu kesempatan, bila suatu saat nanti aku mengingkarinya, kau boleh meninggalkanku".


"tolong jangan berlutut di depanku, nanti wibawa mu jatuh " ujarnya.


"jika ini bisa membuatmu percaya, aku bersedia melakukannya. bisakah kau memaafkan ku? " ucapnya meminta maaf karena telah membuat mey menunggu lama.


'tanpa ku sadari aku menganggukkan kepalaku. apa itu artinya akal pikiranku sedang tidak sehat? tapi tidak, jawaban itu terukir jelas dalam hati bukan pikiran. aku baru menyadari bahwa perasaanku ini dapat mengalahkan otak ku yang terus berusaha membuatku mengatakan pisah'.


apa aku harus memberi selamat pada hatiku yang dapat mengalahkan daya pikirku? atau aku harus berterima kasih pada pikiranku yang sudah bersedia untuk mengalah, haha... lucu.


lalu mey menarik tangan Alan, menyuruhnya untuk bangun dari posisi jongkok nya. Alan pun berdiri kemudian dia melanjutkan perkataannya "jika suatu saat nanti ada skandal tentangku, ku mohon kau jangan percaya. kau hanya perlu percaya bahwa aku mencintaimu, yang lainya tolong abaikan saja. kau bisa menganggap ini adalah permintaanku yang ke dua".


lagi² mey menjawabnya dengan anggukan, sudut bibirnya mulai melebar, itu tandanya dia sedang tersenyum. mey berjinjit dengan tangan yang merangkul leher Alan kemudian menciumnya.

__ADS_1


seketika itu membuat Alan tercengang, baru pertama kalinya ia melihat mey berinisiatif menciumnya lebih dulu. dia tersenyum merasakan mey yang berusaha menciumnya dengan kaku, lalu ia pun membalas ciuman tersebut seraya mengajari mey mencium dengan cara yang baik dan benar😆😅.


____________


pagi yang indah. tapi itu bertolak belakang dari keadaan mey saat ini, dia terserang flu karena terlalu lama kehujanan tadi malam.


itu membuat Alan merasa cemas, lalu ia pun langsung menelepon dokter pribadinya untuk memeriksa keadaan mey yang tidak sehat, dia adalah seorang dokter muda yang tampan.


nama dokter itu adalah kim, nama panjangnya adalah kimi no toriko🤣🤣hahaha.... kok malah kayak judul lagu yah?? ,nggak² author cuma bercanda 😁.


setelah di periksa dan di beri obat, suhu badan mey sudah sedikit agak menurun. setelah tugas itu selesai, dokter kim langsung pergi meninggalkan kediaman tersebut untuk kembali ke rumah sakit.


seharian ini Alan berada di rumah, menjaga mey seraya mengerjakan pekerjaan kantor yang belum selesai.


mey membuka matanya perlahan, ia merasa kepalanya masih agak pusing.


Alan yang sedari tadi sibuk mengerjakan pekerjaannya langsung meninggalkan laptop itu di atas sofa saat melihat mey yang sudah sadar dari tidur lelapnya.


dengan suara cemas ia bertanya "bagaimana? apa masih terasa pusing? apa butuh aku siapkan obat lagi? " tangannya sembari membuka kompres yang ada di kepala mey, mengecek tubuh mey dengan meletakkan telapak tangannya di kening istrinya.


menurut mey perilaku Alan terhadapnya terlalu berlebihan. ya bagaimana tidak? dia hanya terserang flu biasa, tapi Alan khawatir seolah² dirinya sedang sekarat dan hampir mati.


mey sudah terbiasa melakukan segalanya sendiri, sedari kecil walaupun dia sakit ia tetap harus mengerjakan pekerjaan rumah, bahkan jika dia bisa meminum obat itu pun adalah sebuah keberuntungan.


tapi sekarang dia merasa beruntung mempunyai seseorang yang merasa khawatir atas keadaannya.


seketika mey mendapatkan ide di otaknya.


"aku ingin kau yang memasakkan makanan untukku" ujarnya dengan mata penuh harap.


"kau serius? aku tidak pernah memasak".


mey mengangguk " kau pasti bisa" ujarnya menyemangati Alan.


rasa masakannya pasti tidak akan begitu buruk kan? begitu batinnya.

__ADS_1


Alan berfikir sejenak, lalu ia mengiyakan keinginan mey.


"kalau begitu nanti kau harus memakannya" ucapnya kemudian berjalan keluar pintu kamar.


"baik" sahut mey senang karena permintaanya di penuhi.


_________________


saat berada di dapur, Alan membuat dapur itu bagaikan kapal pecah. padahal dia cuma membuat bubur, tapi hampir saja ia membuat dapur itu kebakaran.


paman Li mencoba membantu Alan, tapi Alan menolak dan mengatakan bahwa dia bisa, memang benar² orang yang keras kepala. sungguh, jika dia lama² berada di dapur, bisa² dia membuat seisi rumah ini kebakaran.


tapi apalah daya para pelayan yang tak bisa membantah apa yang tuannya inginkan, mereka hanya bisa mengamatinya saja dari kejauhan, entah apa yang akan terjadi, doakan saja dapur itu tidak hancur.


___________


setelah satu jam kemudian, Alan kembali ke kamar dengan membawa nampan yang berisi semangkok bubur dan segelas air putih.


Alan duduk di sisi ranjang, memberikan bubur itu kepada mey.


"Terima kasih" ucapnya kepada Alan, ia melihat isi mangkok tersebut "ini apa? ini bubur rasa coklat yah? " tanya mey dengan tersenyum sembari mengaduk² bubur tersebut, sebenarnya warnanya bukan coklat, namun hitam.


eh tunggu, ini bukan bau coklat, ini bau gosong.


batinnya setelah mengamati bubur itu dengan seksama. seketika mey seperti melihat tulisan warning! (peringatan) di dalam bubur tersebut, benar² menyeramkan.


apa setelah memakan bubur ini nyawaku akan melayang?


apa aku boleh menarik kata² ku kembali saat aku mengatakan ingin memakan masakannya? sumpah Demi apapun aku menyesal.


"jika kau tidak ingin memakannya, maka tidak udah di makan! " ucap Alan seraya mengambil mangkok itu dari tangan mey.


"eh..?? " raut wajah mey terlihat bingung.


"aku sudah menyuruh para koki untuk membuatkan mu bubur yang baru" ujarnya dengan mimik datar.

__ADS_1


puji syukur bagi tuhan... terimakasih kau telah menyelamatkan nyawaku dari bubur yang berbahaya itu.


__ADS_2