Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
eps 21 mengipasi


__ADS_3

Setelah makanan itu habis, alan memberikan selembar kertas untuk mey, mey mengambil secarik kertas itu dengan perasaan heran.


"Disini panas, kipasi aku dengan kertas itu".


Kata alan menyuruh mey untuk mengipasinya.


Jika kau merasa panas, kenapa kau tidak menghidupkan AC saja, kenapa malah menyuruhku mengipasimu dengan kertas ini, ini pasti alasan kenapa kau menyuruhku kemari kan, kau hanya ingin membuatku jadi pesuruhmu.


"Kenapa kau malah diam saja, aku menyuruhmu mengipasiku, apa kau tuli".


Perkataan alan membuat mey terkejut, mey hanya meminta maaf dan langsung berdiri dari tempat duduknya, ia berdiri di samping alan sembari mengipasinya dengan kertas yang ia bawa.


"Apa kau sedang mengipasi semut, ini tidak berasa sama sekali, kipasi dengan lebih kencang".


Kata alan memarahi mey, kemudian ia kembali fokus ke leptopnya untuk menyelesaikan pekerjaannya, mey mengipasi alan dengan sekuat tenaga menggunakan secarik kertas tersebut.


Mey mengipasi alan dengan melihat jam dinding dari tadi.


Waktu berputar dengan cepat, sudah setengah jam mey mengipasi alan, sedikit demi sedikit gerakan tangannya mulai pelan, mey merasa tangannya sudah tidak kuat lagi untuk di gerakkan.


Aku lelah, serasa tanganku mau patah, apa orang di depanku ini tidak punya hati, tega sekali dia menyuruhku mengipasinya tanpa henti.


Dengan perasaan kesal, ia tidak henti²nya mengutuki alan dalam hatinya.

__ADS_1


Alan yang sedang duduk dan masih sibuk dengan pekerjaannya bisa merasakan jika mey sudah kelelahan.


"Baru sebentar saja kau sudah lelah, kau ini memang tidak punya tenaga".


Kata alan menyeringai melihat ke arah mey.


Sebentar? dia bilang baru sebentar tadi, hey tuan, apa matamu buta, aku sudah mengipasimu selama setengah jam dengan berdiri, apa kau fikir aku ini robot.


"Tok tok tok" suara pintu berbunyi.


"Masuk".


Alan menyuruh orang itu untuk masuk, ternyata yang mengetuk pintu itu adalah sekretaris bay.


Bay membungkuk kan badannya memberi hormat kepada atasannya.


"iya ada apa".


"Maaf tuan mengganggu, siang ini anda ada meting, semua karyawan sudah menunggu di ruangan".


Bay memberi tahu alan bahwa dia sudah di tunggu semua karyawannya di tempat meeting.


"Baiklah".

__ADS_1


Jawab alan.


"Kau duduklah di sini, aku akan segera kembali".


Berbicara kepada mey.


"Ah....aku ada urusan suamiku, aku ada janji dengan temanku sela sore ini, bolehkah aku pergi sekarang".


"Hmmmm.....terserah".


Kemudian alan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut dengan diikuti sekretaris bay, mey pun mengambil tasnya dan segera pergi.


Mey berjalan kaki menjauh dari perusahaan suaminya, ia bernafas lega karna berhasil pergi dari sisi alan, sebenarnya, dia tidak benar² punya janji dengan sela tadi, itu hanya alasannya saja supaya bisa cepat² pergi dari sana dengan perasaan gembira, ia berjalan menelusuri jalanan dengan banyak orang juga yang berjalan kaki.


Mey berbalik badan melihat suara berisik di belakangnya, ia melihat segerombolan gadis² yang sedang mengejar pria tampan, pria itu berperawakan tinggi putih bermata coklat dan berambut pirang, mey hanya berdiri diam melihat kejadian tersebut, semakin lama laki² itu berlari ke arahnya, laki² tersebut menarik tangan mey dan membawa mey berlari bersamany.


Eh....apa yang terjadi, kenapa dia menarikku.


Dengan perasaan terkejut mey bersembunyi di suatu lorongan, ia juga mendekap mulut mey dengan tangannya, supaya mey tidak bersuara dan membuat gadis² yang mengejarnya itu mengetahui tempat ia bersembunyi.


Apa yang pria aneh ini lakukan, mengapa dia menutup mulutku dengan tangannya, apa jangan² dia adalah seorang penculik.


Itulah yang mey dipikirkan, ia mencoba memberontak dan lepas dari pria aneh tersebut.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2