Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
Hari pernikahan luisa


__ADS_3

Saat sudah berada di jet pribadi alan, mey duduk di samping alan dengan otaknya yang masih merasa bingung.


Kenapa dia membawaku berias dan menyuruhku naik jet pribadinya, ada apa, dia akan membawaku kemana.


Itulah pertanyaan yang terlintas dari kepala mey.


Dengan otak yang sudah semakin lama semakin bingung karna tida menemukan jawaban dari semua pertanyaannya, mey pun memberanikan diri untuk bertanya kepada alan.


"Suamiku, kenapa aku harus berdandan seperti ini, kau akan membawaku kemana?".


Melihat ke arah alan dengan wajah penuh penasaran.


"Bukankah saudari tirimu akan menikah, aku akan membawamu kesana".


Spontan mey langsung merasa terkejut setelah mendengar kata² alan barusan.


Apa yang akan dilakukan orang aneh ini, jika aku datang bersamanya, seluruh kota akan tau kalau aku punya hubungan dengannya, tidak bisa, ini tidak boleh terjadi.


"Suamiku, bisa nggak saat sudah sampai di pesta itu, kau pura² tidak mengenalku, kita pura² menjadi orang asing saja".


"Coba bilang sekali lagi".


Tiba² sorotan mata alan berubah menjadi tajam, seperti harimau yang siap untuk mencengkram mangsanya, raut wajahnya menjadi tidak senang, sehingga dapat membuat siapa pun yang melihatnya pasti akan merinding ketakutan.


Mey yang melihat raut wajah alan yang berubah seperti sedang sangat marah itu langsung menunduk kebawah, ia tidak berani melihat ke arah alan lagi.


Matilah aku, dia terlihat sangat marah, apa dia akan membunuh ku sekarang.


Batin mey merasa ketakutan.


Sembari mencengkram roknya dengan pandangan matanya yang terpejam, ia memberanikan diri berbicara lagi menjawab perkataan alan.

__ADS_1


"Bukan maksudku untuk menghindarimu, aku hanya tidak ingin menjadi bahan sorotan, jika aku berada di sisimu, semua media pasti akan menyorot ke arah kita, bisa² berita tentang pesta pernikahan adikku besok bisa terlupakan".


Setelah mendengar kata² mey barusan, raut wajah alan pelan² mulai berubah tenang.Saat sudah mendarat di kapal pesiar yang sangat besar dan luas, yaitu tempat diadakannya upacara pernikahan luisa dan sara.


"Baiklah aku akan menuruti perkataanmu, turunlah sekarang, aku akan datang nanti".


Mey tertegun tidak percaya bahwa alan akan menyetujui permintaannya, dengan raut wajah senang, ia membungkukkan badannya di hadapan alan untuk berterimakasih kemudian cepat² pergi dari sisinya, mey memakai kacamatanya kembali, ia berhati² turun dari pesawat, karna dia tidak ingin orang lain tau bahwa dia turun dari dalam pesawat alan.


Alan melihat mey dari dalam jendela pesawatnya.


"Kenapa dia tidak mau turun dan menghadiri pesta itu bersamaku, apa dia malu berdiri disampingku".


Sekretaris bay masuk keruang tempat tuannya berada, kemudian dia menunggu alan di sampingnya.


"Bay, apa aku tidak tampan".


Alan bertanya kepada sekretaris bay.


Dengan raut wajah meyakinkan.


"Apa aku miskin".


Pertanyaan tersebut membuat bay tertegun.


"Jika tuan mengatakan jika diri anda miskin, siapa yang akan berani menyebut diri mereka kaya".


Jika aku tidak jelek dan miskin, kenapa wanita sialan itu tidak mau turun bersamaku.


Gumam alan lirih, tapi bay masih dapat mendengarnya dengan jelas.


Apa ini karna nona mey.

__ADS_1


Fikir bay merasa heran.


Mey berjalan ke arah pesta yang sangat megah tersebut, juga banyak tamu petinggi di sana, mey mencoba melangkahkan kakinya dengan tersenyum, untuk menutupi perasaan hatinya yang sedang mendung.


Mey berjalan ke arah luisa dan sara yang berada di pelaminan.


"Selamat, semoga hidup kalian bahagia sampai maut memisahkan".


Sembari tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk memberi selamat.


"Terimakasih".


Mereka berdua bergantian berjabat tangan pada mey.


"Maaf aku tidak membawa hadiah, mungkin lain waktu aku akan memberikannya pada kalian".


"Tidak apa², aku tau kalau kamu tidak punya uang".


Kata sara dengan tatapan mata menghina.


Sekarang mey berganti menyapa ibu tirinya yang sedang berdiri di dekat pelaminan tersebut.


"Apa kabar ibu".


Mey tersenyum ke arah ibu tirinya.


"Seperti yang kau lihat, aku baik² saja, dimana suamimu, apa dia tidak ikut datang".


"Oh, dia sibuk dengan pekerjaannya, jadi tidak bisa datang kemari tapi dia menitipkan salam untuk ibu".


Setelah percakapan itu selesai, mey dan sara foto bersama, banyak mata melihat ke arahnya dengan suara lirih seperti sedang mencela.

__ADS_1


__ADS_2