
Saat para gadis² itu sudah berlarian menjauh, pria tersebut melepaskan tangannya dari mulut mey.
"Kau siapa, kenapa kau menarikku kemari".
Tanya mey marah² dengan pria asing tersebut.
"Apa kau benar² tidak mengenalku".
"Tidak".
Jawab mey singkat.
"Aku zero".
Mey terkejut mendengar jawaban pria itu.
Apa benar ini zero, tapi dari suaranya terdengar sama, aku baru pertama kali melihat wajahnya, biasanya dia akan menutupi wajahnya dengan topi.
Mey mengamati pria tersebut.
"Kau si culun yang bekerja di perpustakaan kan, dan kau biasa merekomendasikan buku untukku, apa kau masih tidak percaya".
Pria tersebut meyakinkan mey bahwa dia benar² adalah zero.
Mey menatap ke arah zero.
"Iya aku percaya, tapi kenapa kau tadi menarik ku".
"Bagaimana jika kita bicarakan itu sambil makan, aku lapar".
Zero tiba² menarik tangan mey dan membawanya makan ke restoran.
__ADS_1
Sesampainya direstoran, mereka berdua memesan makanan, sembari menunggu pesanan, mey dan zero mengisi waktu itu untuk mengobrol.
"Kau belum menjawab pertanyaanku tadi".
Mey masih penasaran dengan pertanyaannya yang belum dijawab oleh zero tadi.
"Sebenarnya aku hanya jalan² saja, tapi ntah kenapa semua perempuan itu tiba² mengejarku , mungkin karna aku sangat tampan, sampai mereka semua tergila² melihatku".
Hah....yang benar saja, perilakunya benar² sangat berbeda 180° saat kita baru pertama kali bertemu.
"Hah...saat penampilan kali bertemu denganmu ku kira kau sangat dingin, ternyata tebakanku salah, kau benar² sangat narsis".
"Jika tidak kenal memang harus seperti itu, agar terlihat seperti cowok yang cool, kau sekarang baru tau kan bahwa aku ini orang yang menyenangkan".
Sembari agak tertawa.
"Iya baiklah, kau mengajarkanku bahwa perkenalan adalah cara untuk mengetahui watak seseorang, semakin lama kau mengenalnya, semakin kau tau kepribadiannya yang sesungguhnya"
Akhirnya makanan yang mereka pesan pun datang, sebelum melahap makanannya, zero menelpon seseorang terlebih dahulu.
"Selamat siang tuan, nona".
Pria paruh baya itu membungkukkan badan memberi hormat padanya dan zero.
Mey hanya terdiam karna merasa heran dengan sikap pria tersebut yang tiba² memberi hormat padanya dan zero.
"Maaf tuan saya terlambat, ini jaket, kacamata dan masker anda".
Pria tersebut memberikan barang² tersebut kepada zero.
Zero pun mengambilnya, kemudian memperkenalkan pria itu kepada mey.
__ADS_1
"Mey, kenalkan ini manager ku pak zae, dan pak zae perkenalkan ini temanku mey".
"Salam kenal nona".
Pak zae membungkuk kan badannya lagi kepada mey.
"Ah....iya pak zae, senang berkenalan dengan anda".
Sembari tersenyum.
Setelah selesai makan, mey dan zero masih berbincang² asik di sana, dengan pak zae yang masih berada disebelahnya, ntah apa yang mereka sedang bicarakan, tapi terlihat dari raut wajah mereka jika mereka sedang sangat senang, hingga tak terasa bahwa hari sudah mulai senja, burung² pun sudah mulai berterbangan kembali ke sarangnya.
Mey dan zero mengakhiri percakapan tersebut.
"Apa kau mau ku antar".
Tanya zero ingin memberi tumpangan.
"Ah tidak perlu, tidak perlu repot², aku bisa naik taxi saja nanti".
Zero dan pak zae pun meninggalkan mey sendiri di sana.
Mey pun langsung cepat² pergi dari tempat tersebut, ia mencoba mencari taxi, tapi tidak ada satupun taxi yang lewat, dengan tidak sabar, akhirnya mey pun terpaksa berlari menuju kerumahnya, hari sudah mulai menggelap, angin malam pun sudah terasa berhembus menelusuri jalanan yang sepi itu, sekarang perasaan mey berubah menjadi tidak tenang.
"Hari sudah mulai menggelap, aku tidak boleh lama² disini, jalanan ini sepi, di sini juga tidak ada lampu".
Suasana di tempat tersebut sunyi, hanya ada suara hembusan angin dan daun kering yang berjatuhan, mey mencoba berlari sekuat tenaga.
"Kenapa aku mengobrol hingga lupa waktu, bagaimana jika aku belum sampai kerumah, hari sudah gelap".
Mey tersandung batu yang ada di depannya, ia pun terjatuh, kakinya terasa sakit, hingga sulit untuk berdiri, tiba² tanpa di sadari, butiran kristal mulai berjatuhan dari matanya, mey hanya bisa duduk tersipu dengan kakinya yang sakit, sedangkan hari sudah mulai menggelap.
__ADS_1
"Kakiku sakit, aku tidak bisa berdiri, jangan gelap, aku takut kegelapan".
BERSAMBUNG......