Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
MANDI


__ADS_3

Saat akan memberikan handuk itu kepada alan, ia tidak sengaja menginjak sabun yang ditaruhnya di bawah lantai tadi. "Byuuuuurr...." suara mey mey yang terjatuh di tempat bak mandi alan.


"Kau menindih kaki ku dasar wanita *****, minggir"


Mey mey langsung berdiri.


"Maaf tuan, maaf saya tidak sengaja" menundukkan kepalanya sembari meminta maaf.


Alan tiba² berdiri.


"Aaaaa...." mey² menjerit karna alan berdiri dari bak mandinya tanpa mengenakan sehelai kain apapun, ia langsung berbalik badan sembari menutup matanya dengan kedua tangannya.


"Mataku masih suci dasar sialan, apa dia tidak punya malu seperti itu di depan seorang wanita, apa dia sudah terbiasa seperti ini" batin mey.


Alan mengambil handuk tersebut dan memakainya di bawah pinggang.


"Kenapa kau masih menutup matamu, seharusnya kau beruntung kan dapat melihatnya, aku sudah memakai handuk, papah aku".


"Beruntung? apa aku sudah gila menganggap itu sebuah keberuntungan" batin mey lagi.


Mey memapah alan untuk berbilas dan membawanya ke kamar lalu meletakkannya duduk di atas ranjang.


"Tuan, apa anda mau saya ambilkan baju untuk ganti?".


"Tidak perlu, ambilkan aku tisu, dan pijat kakiku"


Setelah mengambil tisu, mey memijat kaki alan pelan² sembari berdiri.


Alan mengelap tangannya dengan tisu tersebut"menjijikkan". Gumam alan dengan suara lirih, tapi mey bisa mendengarnya dengan jelas.


"Jika kau jijik padaku, kenapa kau menyuruhku untuk memapahmu dan memijat kakimu, apa kata² itu pantas kau lontarkan setelah aku membantumu" batin mey.


Mey merasa sangat kesal.

__ADS_1


"Pelan², kau ingin mematahkan kakiku yah".


"Ah.....tidak tuan, saya tidak berani".


Sesampainya di depan ruangan kamar, mey merasa takut untuk masuk, kemudian ia memberanikan diri untuk masuk ke kamarnya.


Setelah masuk, ia mematung melihat alan yang sedang duduk di sofa sembari memejamkan matanya.


"Lepaskan sepatuku" dengan suara berat.


Mey beranjak dari tempatnya berdiri dan segera menghampiri alan untuk melepas sepatunya.


"Sepertinya tadi dia memejamkan matanya, ku fikir dia tidur, bagaimana dia tau jika aku sudah masuk, apa dia memiliki mata batin?"


"Siapkan kan air hangat, aku ingin mandi".


"Baik tuan"


Beberapa saat kemudian mey memberi tau alan bahwa airnya sudah siap.


"Bawa itu ke keranjang cucian, dan segeralah ke kamar mandi, bantu aku menggosok punggung".


"Baik tuan"


Mey masih berusaha untuk tersenyum.


*Apa²an ini, apa dia tidak punya tangan dan kaki sendiri untuk melakukannya, kenapa dia harus repot² menikahiku untuk menjadikan pembantu, kenapa tidak langsung memintaku untuk menjadi pembantunya saja, kenapa dia malah menikahiku, ngomong apaan sih aku ini, kok aku jadi pusing sendiri*.


Gumam mey merasa bingung dengan pertanyaannya sendiri.


Sebelum menaruhnya ke keranjang cucian, ia mencium bau jas itu terlebih dahulu.


"Eh....bau wine, apa dia habis minum dan juga ada bau parfum wanita, sepertinya lebih dari satu, dasar pria hidung belang".

__ADS_1


Melemparkan jas itu ke keranjang.


Kemudian ia langsung beranjak ke kamar mandi, mey melihat alan duduk di bak mandi besar yang sudah seperti kolam renang serta di penuhi buih² sabun di atasnya.


Mey menggosok bidang punggung alan pelan² dengan sabun.


"Eh....punggungnya sangat halus dan putih, apa dia benar² seorang pria?" batin mey, sembari memandangi punggung yang indah tersebut.


"Ambilkan aku handuk".


Mey meletakkan sabunnya di bawah lantai dan segera mengambil handuk bersih di sisi pintu.


1 jam kemudian....


"Cih....nyenyak sekali dia tidur, sampai kapan aku harus begini, kakiku lelah, rasanya tanganku mau patah" gumam mey.


Mey menguap karna sudah merasa mengantuk.


Mey melihat ke arah alan.


"Apa dia sudah terbiasa tidur seperti ini, walaupun aku membencimu, dan kau selalu Bersikap buruk padaku tapi aku masih punya perasaan" kata mey dengan suara lirih.


Mey menyelimuti tubuh alan dengan selimut.


Kemudian dia mengambil selimut di lemari dan kemudian tidur di sofa.


Walaupun ini hanya sofa, tapi rasanya aku seperti tidur di ranjang, ini sangat empuk dan cukup besar.


Perlahan matanya mulai terpejam, ia mulai terbenam akan tidur panjangnya.


Alan membuka pelopak matanya kembali, sebenarnya dia tidak benar² tidur tadi, ia hanya berpura² dan memejamkan matanya.


Sekarang ia duduk bersandar di atas ranjangnya sembari menatap lekat ke arah mey yang sedang tertidur lelap di sofa.

__ADS_1


Ntah apa yang dia pikirkan, raut wajahnya seperti sedang melakukan pengamatan, tali seterusnya hanya dia dan tuhan yang tau.


__ADS_2