
mungkin kira² pukul 9 pagi, Micha datang menemui Alan di kantornya, sama seperti dua hari lalu, dia datang ke sana dengan menaiki taksi.
saat Micha berjalan masuk ke perusahaan tersebut, ia tak sengaja berpapasan dengan sekretaris bay. raut wajah Micha yang tadinya cerah berseri karena ingin menemui Alan, sekarang berubah menjadi masam karena bertemu dengan sekretaris bay.
"selamat pagi, kalau saya boleh tau, kenapa anda tiba² datang kemari? " sekretaris bay menyapa sembari memberi pertanyaan.
"aku ingin bertemu dengan Alan" begitu jawabnya.
"maaf, tapi tuan Alan sedang sibuk" ujarnya dengan wajah dingin.
Micha semakin kesal mendapat jawaban yang tidak enak di dengar itu,ia pun menghiraukan perkataan itu dan langsung melangkah menyimpangi sekretaris bay.
sekretaris bay hanya mengikuti Micha dari belakang dengan tatapan tajam, sangat terlihat jika dia sedang kesal, sampai² para karyawan yang melihatnya pun ikut bergidik merinding karena takut.
itu adalah pertama kalinya mereka semua melihat tatapan sekretaris bay yang sangat menyeramkan seperti itu.
siapa sebenarnya wanita ini? kenapa presdir begitu perhatian dengannya.
sebenarnya sejak awal dia bertemu dengan Micha, bay sudah tidak suka wanita tersebut.
entah karena sebab apa, tapi bay lebih suka tuannya bersama dengan nona mey.
sesampainya di depan ruangan Alan, Micha langsung saja masuk tanpa permisi,
itu membuat Alan menatap Micha dengan tatapan tajam, ia tidak suka ada seseorang masuk ke ruangannya tanpa sopan santun.
"maaf tuan, nona ini menerobos masuk, padahal saya sudah mengatakan bahwa anda sedang sibuk" ucap bay sembari membungkuk meminta maaf atas kesalahannya karena tidak dapat menghalangi Micha.
"tidak apa², kau boleh pergi sekarang" ujar Alan kepada sekretaris bay. bay pun langsung beranjak pergi meninggalkan mereka berdua di ruangan tersebut.
setelah bay menutup pintu dan pergi, Alan mulai berbicara dengan Micha dengan suara datar.
"ada apa? kenapa kau kemari" tanyanya.
dengan tersenyum, Micha mendekati Alan "aku tau, kau membuat vila itu untukku kan? aku ingin berterima kasih karenanya. aku benar² sangat senang saat kau mewujudkan keinginanku saat kecil, yaitu mempunyai rumah sebesar istana. sekali lagi Terima kasih" ucapnya seraya memeluk Alan.
dengan suara dingin Alan menjawab "bagaimana jika aku membuatnya hanya untuk ku bakar? ".
perkataan Alan barusan membuat Micha tercengang, ia kemudian melepaskan pelukan itu dengan melihat wajah Alan yang datar.
kenapa sikapnya begitu dingin padaku, apa dia sudah tidak mencintaiku lagi?.. tidak, tidak, itu tidak mungkin. dari dulu dia selalu mengejarku, tidak mungkin dia akan secepat itu melupakanku.
batin Micha.
"lebih baik kau pergi sekarang, aku masih ada banyak pekerjaan. aku akan meminta supir untuk mengantarkan mu pulang" Alan menelepon si supir, memintanya untuk membawa Micha kembali ke vila.
__ADS_1
dengan wajah cemberut, Micha keluar dan pergi meninggalkan Alan. saat berjalan keluar dari perusahaan tersebut, banyak karyawan yang menatap ke arahnya dengan cibiran di mulut mereka.
"siapa wanita itu? kenapa dia bisa keluar masuk ke ruangan presdir sesuka hati? apa dia simpanan presdir yang baru? ".
" tidak tau malu".
"tapi dia cantik, aku seperti pernah lihat dia di suatu tempat".
" bukankah dia adalah orang yang berjalan di depan sekretaris bay tadi? wajah sekretaris bay tadi sangat menyeramkan, aku sampai merinding di buatnya. sepertinya sekretaris bay tidak menyukai wanita itu" kurang lebih seperti itulah bisik² para karyawan yang membuat Micha menahan emosi yang sudah menggebu² dalam hati.
setelah dia keluar dari pintu utama, Micha melihat supir pribadi Alan menghampirinya "selamat siang nona, tuan Alan meminta saya untuk mengantar anda pulang, mari.. " si sopir itu berjalan mendekati mobil berwarna hitam dan membukakan pintu mobil tersebut untuk Micha, setelah itu Micha masuk ke dalamnya.
saat di perjalanan, Micha tiba² mendapatkan suatu ide untuk mengejar cinta Alan, membuat Alan mencintainya lagi.
kemudian Micha bertanya kepada si supir tersebut tentang di mana Alan tinggal sekarang. awalnya si supir itu menolak memberi tau Micha, tapi karena Micha mengiming iminginya uang, akhirnya si sopir itu pun memberi tau di mana tempat Alan tinggal, yaitu di jalan XX yang jauh dari rumah penduduk.
"antarkan aku ke sana" perintahnya.
"maaf nona, saya tidak berani. jika tuan muda tau jika saya memberi tau nona, saya bisa kehilangan pekerjaan saya" jawab si sopir itu dengan penolakan.
"kalau begitu berhenti, aku ingin ke sana sendiri".
" tapi nona".
"aku bilang berhenti! " si supir itu pun menuruti perkataan Micha dan menghentikan mobilnya di sisi jalan.
mungkin sekitar 20 menitan, sampailah taksi itu di suatu tempat, sebuah gerbang menjulang tinggi itu di jaga oleh tiga satpam. lalu Micha berbicara pada satpam itu supaya di perbolehkan masuk.
salah satu satpam tersebut memberi tau paman Li, ia meminta persetujuan paman Li sebagai kepala pelayan apakah wanita itu boleh masuk atau tidak.
saat satpam itu mengatakan bahwa nama wanita itu adalah micha, seketika paman Li tercengang kaget mendengarnya, apalagi si satpam itu menyebutkan ciri² yang sama persis dengan teman masa kecil tuan mudanya tersebut.
"biarkan dia masuk" ucap paman Li memberi perintah. selagi tuannya belum kembali ke rumah, paman Li bermaksud ingin mengobrol dengan micha sebentar.
taksi yang membawa micha masuk ke dalam, saat micha keluar dari taksi itu, ia tertegun dengan mata menghadap ke arah rumah yang bercat kuning keemasan, bagusnya tidak beda jauh dari vila, tapi ini lebih besar dan halamannya lebih luas.
rasa takjub itu berhenti sejenak setelah melihat paman Li yang berdiri dengan ekspresi datar yang menghadap ke arahnya.
Micha berjalan mendekati paman Li "hay paman, apa kabar" sapanya dengan tersenyum palsu.
"iya nona saya baik" jawabnya dengan tersenyum ramah, lalu melanjutkan bicara "ada masalah apa nona datang ke mari? apa ada yang bisa saya bantu".
" tidak paman, aku hanya ingin menunggu Alan. aku ingin memasakkan makanan untuk nya jikalau nanti dia pulang bekerja ".
"di sini tidak kekurangan pembantu nona".
__ADS_1
kata² paman Li barusan membuat Micha sangat kesal, ia merasa sangat di remehkan 'apa dia pikir aku ingin melamar jadi pembantu di sini ? dasar tua bangka sialan'.
" saya tau" jawab Micha dengan pandangan tidak senang.
"kalau begitu kenapa anda masih di sini? ".
Micha menahan sabar mendengar kata² pengusiran itu 'awas saja jika aku sudah menjadi nyonya di rumah ini, aku pasti akan mengusir mu tua bangka! '
" sebagai seseorang yang akan menjadi nyonya di rumah ini, apa salahnya jika aku menunggu calon suamiku pulang" ucapnya dengan angkuh.
setelah mendengar kata² micha barusan membuat paman Li menahan tawa 'sungguh kata² yang menggelikan' begitu batinnya.
"maaf nona, saya tidak ingin menghancurkan harapan Anda. tapi apa anda lupa, bagaimana anda telah menghancurkan hati tuan muda, sesuatu yang sudah retak, akan sulit untuk di perbaiki" ujar paman Li.
#flash back
6 tahun yang lalu,di suatu hari yang indah, Alan pergi ke Amerika tuk menemui micha yang sedang belajar di culinary institut untuk mengejar cita²nya.
Alan menemui micha di dekat asrama di mana Micha tinggal sekarang, hari itu adalah hari dimana Alan ingin melamar Micha, tapi saat itu Micha menolak dan berkata ingin meraih cita²nya terlebih dahulu dan Alan pun memaklumi nya.
"tunggulah aku sampai aku bisa sukses, agar ibumu bisa menerimaku sebagai menantunya" begitu lah kata² micha yang manis dan membuat Alan berharap lebih padanya.
dan selang waktu satu tahun, Alan kembali lagi untuk menemui Micha, tapi di waktu itu juga, ia melihat hal yang sangat membuatnya marah.
Alan melihat Micha yang sedang berciuman di taman bersama laki² lain, dengan perasaan kesal dan tangan yang mengepal, Alan pun menghampiri mereka berdua dan menghajar laki² itu sampai babak belur.
"cukup hentikan! " bentaknya kepada Alan.
"dia telah berani²nya menciummu, kau adalah wanitaku, bagaimana aku bisa terima! ".
" sejak kapan aku menjadi wanitamu? dengar baik², kita hanya sahabat. dia adalah pacarku, wajar jika dia menciumku!! " Alan terkejut setengah mati setelah mendengar perkataan menyakitkan itu.
"bagaimana kau bisa melakukan ini padaku? bukankah kau berkata akan bersamaku setelah kau selesai kuliah, knapa?! " teriak Alan meminta penjelasan sembari memegangi ke dua pundak Micha.
"karena dia lebih kaya dari mu, karirku akan sukses bersamanya " jawabnya, kemudian ia membantu laki² itu berdiri dan pergi meninggalkan Alan dalam keterpurukan.
paman Li hanya mengamati perseteruan itu dari kejauhan, kemudian setelah micha pergi, paman Li mendekat ke arah Alan.
dan pada saat itulah Alan semakin dingin dan hanya fokus untuk mencari uang, agar dunia bisa di genggam di tangannya.
wanita? setelah kejadian itu membuat Alan menganggap semua wanita bisa di permainkan hanya dengan kekayaan.
#flash back off#
selepas bekerja seharian ini, mey mengayuh sepedanya masuk kedalam gerbang ,lalu ia menaruh sepedanya itu di sebelah pos penjagaan.
__ADS_1
saat Akan masuk ke dalam rumah, mey tidak sengaja melihat paman Li yang sedang berbicara serius dengan seorang perempuan cantik di dekat air mancur. karena merasa penasaran, mey pun menghampirinya.