
setelah mey keluar dari ruangan tersebut.mey menenangkan pikirannya di teras kapal dengan berdiri di sisi kapal sembari menikmati suasana tersebut.
bintang² bergerlapan di atas langit menemani bulan yang berbentuk seperti lingkaran utuh yang indah dengan cahaya terangnya di malam hari.
mey merentangkan kedua tangannya ke udara untuk merasakan angin yang berhembus dengan matanya yang terpejam.jarang² dia bisa seperti ini, menikmati suasana sunyi yang ia rindukan dalam hidupnya.
ia berfikir,mungkin dengan seperti ini dia bisa melupakan sejenak tentang kehidupan dan perasaannya.
setelah ia merasa lebih tenang,mey membuka pejaman matanya kembali dan menurunkan kedua tangannya yang terlentang.matanya beralih melihat pesisir pantai dengan angin yang berhembus membuat air laut bergelombang.
beberapa saat kemudian,mey mendengar suara langkah kaki.mey menoleh ke belakang,ia melihat sara berjalan mendekat ke arahnya dengan raut wajah yang terlihat sangat kesal,jika di lihat² dia seperti nenek lampir yang sedang marah sekarang.
" Plakkk.." suara keras saat tangan sara mendarat di pipi mey yang putih itu dan membuatnya menjadi merah.
mey memegang pipinya yang tersa sakit karna tampara dari sara.
"kenapa kau menamparku".
dengan pandangan tidak mengerti karna tiba² sara menparnya tanpa alasan.
" itu balasan yang pantas untuk wanita menjijikkan sepertimu".
sembari menggerakkan jarinya yang menunjuk² ke arah mey.
"luisa sudah menikah denganku,dan kau tau itu.tapi kenapa kau masih saja mendekatinya,apa kau berniat untuk merebutnya lagi dariku.lagi pula kau sudah punya suami,seharusnya kau mengirusi suamimu itu dan tidak menjadi orang ketiga dalam hubungan kami".
cloteh sara tanpa henti memarahi mey dengan alasan yang tidak jelas.
__ADS_1
"dengar ini baik².pertama,memang aku pernah menyukainya,tapi sekarang aku sudah mengikhlaskanya untuk mu.ke dua,aku tidak punya niatan untuk merebut luisa lagi darimu.dan yang ke tiga,aku tidak pernah tertarik lagi pada suami orang".
mey berbicara dengan suara keras agar sara bisa mendengarnya dengan jelas.
"dan tadi,aku hanya membantunya dan memberikannya obat. jika kau merasa tidak senang jika suamimu di bantu oleh wanita lain,seharusnya kau sendiri yang menemaninya dan membawanya ke kamar.dan apa balasan dari kebaikanku tadi,kau malah menamparku dengan alasan yang tidak jelas,apa ini bisa di sebut dengan ucapan terimakasih".
mey melanjutkan ucapannya.
"siapa yang akan percaya dengan mulut munafikmu itu,kau hanya ingin terlihat baik dan membuatku percaya lalu kau akan merebut luisa dariku kan.kau tidak lebih dari wanita perebut suami orang yang tidak punya muka".
" plakk" suara keras saat mey menampar wajah adik tirinya itu yang membuat kesabarannya berhenti.
karna tidak terima atas tamparan mey,sara pun berniat untuk mendorong mey ke laut.
"apa dia sudah tidak waras mau mendorong saudarinya ke laut,apa karna dia di butakan oleh cinta jadi mata batinnya tertutup hingga tega ingin membunuh saudari tirinya sendiri.paman rumah sakit jiwa tolong tangkap orang gila ini ..!!".batin author:D
saat sara mendorong mey ke laut,malah ia sendiri yang terjatuh karna mey menyingkir dari hadapannya.
"tolong..!".
suara sara meminta tolong,dengan tubuhnya yang bergelantungan memegangi pagar kapal.
mey mencoba membantunya,ia mengulurkan tangannya untuk menjadi pegangan sara.tapi sara tidak tau terimakasih,dia malah menarik tangan mey dan membuat mey jatuh dengan tangan yang juga memegang pagar kapal sepertinya.
" tolonggg...!".
suara mereka berdua terdengar keras meminta bantuan.
__ADS_1
luisa yang berada di tempat tersebut mendengar suara itu dan menghampiri ke arah suara itu berasal.ia terkejut saat melihat mey dan sara sudah bergelantungan dengan tangan yang hanya memegangi pagar kapal.
"tolong aku".
suara minta tolong mereka berdua bergantian.
" suamiku tolong aku".
suara sara merengek meminta bantuan kepada suaminya.saat mendengar kata² sara barusan membuat mey terdiam bisu.
dengan tubuh yang belum begitu pulih,luisa membantu sara terlebih dahulu karna tenaganya tidak begitu kuat untuk menolong mereka berdua.
hah...naif sekali aku berfikir dia akan membantuku.memang siapa aku,di matanya aku hanyalah sebuah kutu dalam hubungannya dengan sara.jelas saja dia lebih memilih menolong istrinya.
tanpa di sadari,tetesan mutiara mulai berjatuh dari matanya dengan bibirnya yang berusaha untuk tersenyum,ia tidak tau apakah ini akhirnya.ia merasa sekarang perasaan sukanya pada luisa memang benar² sudah hilang walau hanya sebutir debu.tangannya mulai tidak kuat lagi untuk kenopang seluruh badannya,jari²nya sedikit demi sedikit terlepas dari tempat pegangannya.
" Byuurrr..." suara mey terjatuh ke laut.
dia tidak bisa berenang,laut dalam menarikknya untuk turun ke bawah.
tapi mey tidak memikirkan kematiannya,otaknya hanya terpenuhi gambaran kebahagiaan masa kecilnya saat bersama dengan luisa.
*maukah kau menikah denganku,kita akan membuat rumah sederhana kita bersama...aku akan selalu ada di sampingmu dan menjagamu...jangan menangis ada aku di sini...berjanjilah*.
itulah kata² yang terus berputar dalam otaknya,dengan hati yang sudah hancur seperti pecahan kaca.
saat masih kecil kau selalu bersamaku,kau selalu membantuku saat aku dalam kesusahan,kau selalu menolongku saat aku di hukum oleh ibu tiriku.tapi sekarang aku sadar,kita sudah besar,kita mempunyai hidup dan jalan masing².aku melepasmu sahabat,semoga kau selalu bahagia.
__ADS_1