
setelah keluar dari supermarket,tiba² sara menghampirinya.dengan suasana hati kesal,sara menarik tangan mey dan membawanya ke gang sepi.
"kenapa kau membawaku kemari" tanya mey.
"kau tadi bersama suamiku kan" sembari menunjukkan foto² saat tadi mey bersama luisa duduk di taman.
"cih...kau menyuruh seseorang untuk membuntuti suamimu yah,benar² ke kanak²an".
" jika aku tidak menyuruh seseorang untuk mengikuti suamiku,bagaimana bisa aku tau bahwa kau mencoba menjadi orang ke tiga dalam hubungan kami".
"jangan selalu berpikiran sempit,jaga kandunganmu baik²,kalau tidak kau bisa keguguran" ucap mey memperingati kemudian melangkah pergi,tapi sara menanggapnya dengan arti yang berbeda.
"kau menyumpahiku keguguran? dasar wanita sialan! " sara berbicara dengan keras,tapi mey tidak menghiraukannya sama sekali dan masih melanjutkan langkah kakinya.sara yang merasa kesal karena ucapannya yang di abaikan,dia pun berniat untuk menjambak rambut mey.tapi saat dia berjalan maju,tiba² dia terjatuh karna terpleset kulit pisang, membuat perutnya mengalami pendarahan.
mey yang melihat kejadian itu,langsung membawa sara ke rumah sakit.mencoba menghubungi keluarganya dengan ponsel sara.mey menunggu hasil pemeriksaan dokter di rumah sakit tersebut,tapi saat sara sadar,dia malah menyalahkan mey tentang kegugurannya.
karna merasa muak atas semua tuduhan yang di berikan sara padanya,mey pun berniat untuk pulang.
tapi seketika mey membatalkan niatnya untuk kembali ke rumah,dia pergi ke tepi danau dan membawa sekantong plastik warna putih yang berisi permen.
ia duduk di atas kursi kayu berwarna coklat sendirian,memandangi danau yang tampak hening.hembusan angin seakan menemaninya dalam kesendirian itu,dia mulai memakan permennya satu per satu.baginya, permen bisa meringankan rasa pahit dalam hidupnya.pandangan matanya tak berpaling dari air danau berwarna hijau,otaknya mulai kosong seperti buku tak bertulis.
dia tidak tau,perasaan apa yang terdapat dalam hatinya,seperti rasa hampa tapi bukan,seperi gelisah tapi tidak.
seperi tidak ada apa²yang terjadi tapi kenapa dia merasa sedih?, heran? itulah yang bisa ia renungkan dalam hati.
kenapa tiba² perasaanku campur aduk yha?apa yang terjadi,ini aneh.
apa karna kejadian sara tadi? tapi ku rasa bukan,itu semua terjadi karna kesalahannya sendiri.
batin mey yang tidak mengerti.
tidak ia sadari,bahwa langit sudah berubah warna menjadi oren,itu artinya sudah senja,sebentar lagi bulan akan menggantikan matahari di atas langit.
untung sekarang mey sudah punya ponsel,jadi dia bisa memesan taxi online.ntah apa yang akan terjadi kalau dia tidak punya,mungkin kejadian beberapa waktu lalu bisa terulang kembali.
dia membawa kantung plastik itu bersamanya karna masih tersisa sedikit permen.
sesampainya di rumah,mey tercengang melihat Alan yang sudah duduk di atas ranjang seperti menunggu kedatangannya.
mey merasakan aura dingin yang terpancar dari tubuh suaminya itu,kakinya terasa kaku,tidak berani melangkah maju apalagi mundur.
"apa kau akan terus berdiri di situ" suara datarnya membuat mey tertegun.
mey melangkah ragu² mendekat kepada alan,padahal ia sudah lumayan lama berada di sisi suaminya itu,tapi ntah kenapa dalam hatinya dia masih merasa takut.
mey berhenti tepat di hadapan Alan.
"apa paman Li tidak pernah memperingatkanmu suatu hal".
__ADS_1
" pernah,paman memperingatkan ku supaya pulang lebih awal sebelum kau datang" mey menunduk untuk mengakui kesalahannya.
"lalu?"
"maaf karna aku terlambat pulang" sambari menunduk dan bicara agak lirih.
Alan kemudian menelepon paman Li untuk membawakan beberapa wine yang di simpan di ruang bawah tanah.beberapa saat kemudian,paman Li dengan dua orang penjaga yang membawa satu krak minuman dan dua buah gelas itu ke dalam kamar Alan.
dua orang tersebut meletakkan wine tersebut di atas meja,setelah itu Alan menyuruh mereka bertiga untuk pergi.
kemudian Alan duduk di kursi dan juga menyuruh mey duduk di hadapannya,mey pun menuruti perintah suaminya tersebut.
"aku memberi taumu,bahwa aku pulang jam 4 sore".
kenapa kau memberi tau ku,aku nggak peduli.
"seharusnya kau peduli,ini akan jadi hukuman mu".
mey tertegun,seolah² Alan tau apa yang ia ucapkan dalam hatinya.
" kau membuatku menunggumu dari jam 4 sore sampai jam 7malam,kau harus membayar waktu yang ku sia²kan itu dengan meminum ini" ia melihat ke arah wine yang ada di depannya,itu artinya mey harus meminum wine itu.
"setiap satu jam kau harus meminum satu botol,tapi kau membuatku menunggu selama tiga jam,jadi kau harus meminum tiga".
mey menarik nafas panjang kemudian membuangnya,tanpa ragu dia langsung menuruti perintah Alan untuk meminum wine itu dalam satu tegukan.padahal itu adalah pertama kalinya ia meminum minuman yang beralkohol.setelah meminum 3 botol itu sampai habis,kepalanya terasa sangat pusing,efek minuman itu sudah mulai bekerja.
"wah,kau hebat juga yah".
" iya lah pasti,mey mey gitu loh" suaranya khas seperti orang mabuk.
"benarkah,apa kau ingin aku menuangkan minuman lagi untukmu".
mey mendongakkan kepalanya melihat ke arah Alan dengan pandangan samar² dia tersenyum.
" wah tampannya...kau sudah punya istri? kalau belum,aku akan mencarikan istri untukmu,kedua temanku masih jomblo.sebenarnya aku mau sih,tapi aku sudah punya suami,kau tau tidak! suamiku itu tidak waras,dia sudah gila".
Alan mendengarkan ucapan mey sembari mengernyitkan alisnya.dia sebenarnya merasa tersinggung dengan kata² mey yang menyebutnya gila,tapi ia pun tidak mempermasalahkan lagi dan meluruskan niatnya.
"lalu apa yang kau lakukan seharian ini" tanya Alan.
"aku? aku melakukan apa yah hari ini" mey mencoba mengingat².
"oh iya,aku pergi ke makam ke dua orang tuaku.terus tiba² ada luisa di belakangku,lalu dia mengajakku ke taman.setelah itu aku pergi ke supermarket,tiba² sara membawaku ke gang kecil dan menuduhku mempunyai hubungan gelap dengan suaminya,lalu tiba² dia kepleset kulit pisang,aku membawanya ke rumah sakit.kau bisa lihat aku sangat baik padanya kan,tapi dia malah menyalahkan ku atas kegugurannya.kau tau,bukan hanya dia yang menyalahkan ku,bahkan seluruh keluarganya.walaupun luisa hanya diam saja sih,tapi aku tau dia pasti menuduhku dalam hatinya" mey bicara panjang lebar.
"lalu apa hubunganmu dengan luisa".
" emmm...dia adik iparku,tapi sebelum itu dia sahabatku sejak kecil,kemudian dia lupa ingatan dan melupakanku.lalu aku tidak dianggap dan dia menganggap ku sebagai musuhnya.itu menyedihkan,aku ingin minum lagi" mey menuangkan wine ke dalam gelas dan langsung meneguk nya.
"apa kau masih menyukainya?".
__ADS_1
" menyukai siapa? luisa? hah...sudah tidak lagi,dia mencampakkan ku berulang² kali,dan kau tau tidak,saat berada di lautan yang luas,aku dan sara bergelantungan seperti monyet,dia datang dan hanya menyelamatkan istrinya saja,jahat! ,dan mulai itulah perasaanku padanya hilang seperti terbawa ombak air laut" mey menuangkan wine lagi ke dalam gelasnya,tapi di hentikan oleh Alan.
"jangan minum terlalu banyak,itu tidak baik bagi lambung mu".
" heh...aku ini sedang sakit hati,kau tidak tau kan bagaimana perasaanku selama ini hiks...hiks" mey mulai menangis,ia merasa teringat masa lalunya yang ia pendam sejak kecil.
"heh kenapa kau malah menangis,jangan menangis di hadapanku,aku tidak suka wanita cengeng".
setelah mendengar perkataan Alan,mey malah menangis lebih kencang,dia seperti meluapkan rasa kesedihannya yang selalu ia simpan rapat² dalam hati sejak dulu.
" kau tau,setelah ayah dan ibuku meninggal,selalu ada kesedihan dalam hatiku.dari kecil aku selalu di kurung di tempat yang gelap.iya gelap,gelap sekali.mulai dari situlah aku pobia kegelapan.emmmm....apa yah,aku tadi bicara apa sih,aku kok lupa".
"lihat aku baik²" Alan menyuruh mey untuk melihatnya sembari mencengkram dagunya,kemudian mey pun memperhatikan wajah Alan.
"siapa aku?" Alan bertanya kepada mey.
kemudian pandangan mey mulai jelas.
"kau Alan,tuan Alan" itulah jawabnya.
"tuan?" Alan mengulangi perkataan mey.
hah...bagus,bagus sekali,memang seorang bawahan yang penurut.
"apa kau pernah menyukaiku,apa kau mempunyai perasaan di hatimu untukku walau hanya sedikit?".
dia tidak menjawab perkataan Alan,tiba² mulutnya membisu,mey meletakkan kepalanya di meja,dia merasa sangat pusing,kemudian tertidur.
baiklah,jika sekarang kau masih tidak menyukaiku,aku tidak masalah.tapi suatu hari nanti,aku pasti akan membuatmu untuk mencintaiku.
kemudian Alan menggendong mey ke atas ranjang.
tubuh mey di selimuti bau wine yang sangat menyengat,membuat Alan merasa tidak nyaman dengan baunya yang tidak enak.kemudian ia pun tersenyum licik,ia bermaksud mengganti pakaian yang di kenakan istrinya itu dengan baju tidur.
dan saat Alan mencari baju tidur di lemari milik mey,ia tidak sengaja menemukan lingerie yang di sembunyikan mey di lemari paling bawah.
apa ini,dia mempunyai baju seperti ini.ini pasti kerjaan bibi Li.
Alan pun tersenyum penuh makna tersirat dalam otaknya.
Alan pun mengganti pakaian mey dengan Lingerie berwarna merah muda itu,setelah pakaian itu sudah menempel di badan mey,Alan pun mengamatinya dengan tersenyum penuh nafsu,sungguh cocok untuk di pakaikan ke tubuh mey yang putih itu,bagai bunga sakura yang bermekaran di musim semi.
sebenarnya Alan ingin melahap istrinya tersebut,tapi dia mengurungkan niatnya karna ia berpegang teguh dengan pendiriannya.sebagai seorang yang terlahir dari keluarga bangsawan,seorang laki² tidak boleh menindas seorang wanita apa lagi dia dalam keadaan tidak sadar,itu adalah sebuah hal yang di larang.
lalu Alan menyemprotkan minyak wangi ke tubuh mey,kemudian mendekapnya dengan pelukan hangat sembari tertawa cekikikan.
aku bisa menjamin,saat dia bangun besok,dia pasti akan kaget setengah mati setelah melihat baju yang ia kenakan ini.
batin Alan yang terus tertawa senang menjahili istrinya tersebut.
__ADS_1