Si Culun Menikahi Ceo Tampan

Si Culun Menikahi Ceo Tampan
kembali bekerja


__ADS_3

pagi harinya sebelum Alan berangkat ke kantor, Mey membantu suaminya itu untuk membenarkan dasi.


tidak seperti dulu, sekarang dia tidak mengeluh sedikitpun untuk melayani suaminya, kutukan demi kutukan yang terus terucap di hatinya dulu sekarang sudah tidak ada lagi, ia malah merasa senang hati melakukan pekerjaan itu.


sebenarnya ada sedikit keinginan dalam hatinya, tapi dia merasa ragu untuk mengatakan keinginannya itu kepada alan.


'aku kemarin kan sudah meminta sesuatu padanya, masa aku ingin minta lagi' itu yang ia fikirkan, dia merasa tidak enak mengatakan nya. tapi walaupun begitu, mey tetap saja mengatakan keinginannya kepada Alan.


setelah selesai memasangkan dasi di kerah baju Alan, mey pun akhirnya angkat bicara, berharap jika alan memenuhi permintaannya kali ini.


"anu... ini, itu... emmmm" ucapnya ragu².


"kau ingin bicara apa? ".


" anu... itu loh, aku ingin anu" alan tersenyum melihat mey yang sedang kebingungan ingin bicara apa. sungguh, bagi alan saat itu mey terlihat sangat imut.


alan mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya, lalu dengan tersenyum ia berkata "kau ingin anu? anu apa? ".


saat mey melihat senyuman alan, ia bisa mengetahui apa yang ada di dalam pikiran suaminya itu.


sumpah Demi apapun, aku seakan tau apa yang sedang kau pikirkan, dasar mesum.


mey menjauhkan wajahnya dari hadapan alan sembari mengayunkan kedua tangannya


" tidak, tidak. bukan itu yang ku inginkan" ucapnya gelagapan.


dengan bibir masih tersenyum, alan menjawab "lalu kau ingin apa? ".


" aku ingin, aku ingin kerja lagi" akhirnya kata² yang ingin di lontarkan nya dari tadi bisa ia ucapkan.


Tuhan, semoga dia tidak marah.


dengan mata yang dia pejamkan, Mey berdoa pada Tuhan dalam hati supaya suaminya itu memberikannya izin.


"kau bosan yha di rumah, jika itu bisa membuatmu senang, aku mengizinkanmu".


mey tercengang kaget mendapat jawaban itu, tidak ia sangka bahwa Alan akan dengan mudah memperbolehkannya bekerja lagi.


" Terima kasih" ujar mey lirih, untuk pertama kalinya, Alan mendengar kata² itu dari mulut mey walaupun dengan suara samar².dia pun memeluk tubuh mey dengan pikiran yang campur aduk, raut wajahnya yang menatap mey dengan senyuman tadi berubah seketika menjadi dingin.

__ADS_1


sedangkan mey membalas pelukan Alan itu dengan wajah ceria, bagai mentari pagi yang bersinar cerah.


________________


di rumah sakit, Micha terbangun dari tidurnya. berawal dari pura² pingsan, dan malah tidur beneran karena di suntikkan obat tidur.


dia turun dari ranjang rumah sakit, berjalan keluar dari kamar rawat.


saat ia akan membuka gagang pintu, tiba² Micha di kejutan dengan kedatangan sekretaris Bay.


"selamat pagi" ucap bay menyapa dengan suara dingin.


"kau siapa? " tanya Micha karena ia tidak mengenal sekretaris bay.


"perkenalkan,nama saya bay. tuan Alan meminta saya untuk mengecek bagaimana keadaan anda, sepertinya anda baik² saja. setelah Anda makan, tuan Alan menyuruh agar anda segera pergi meninggalkan negara ini".


" aku tidak mau makan, aku ingin bertemu dengan Alan, dimana dia? aku ingin bicara" ujar Micha bersikeras untuk pergi, tapi di hadang oleh sekretaris bay di depan pintu.


" maaf, saya harap anda mengerti. dari kemarin anda belum makan, alangkah baiknya jika anda makan terlebih dahulu agar tidak sakit".


Micha hanya diam saja, dia tau kalau dia terus beradu mulut dengan orang yang ada di depannya itu,semua tidak akan selesai, lebih baik jika dia diam dan memutar otak mencari jalan agar bisa bertemu dengan Alan.


kemudian Micha duduk di sisi ranjang, memikirkan kenapa Alan tiba² tidak ingin bertemu dengannya lagi, apa ini karena kejadian 5 tahun yang lalu? saat ia menolak permintaan Alan untuk menikah dengannya?


hanya pikiran itu saja yang terbesit dalam otaknya.


tidak lama kemudian, ada seseorang yang membuka pintu. ternyata itu adalah bibi sea, pembantu Micha yang ia bawa dari Inggris, bisa di katakan bahwa dia adalah orang kepercayaannya.


"selamat pagi nona" ucap bibi sea menyapa dengan membungkukkan badan.


Micha hanya diam saja, tidak membalas sapaan itu, bahkan hanya dengan senyuman pun tidak.


"nona kenapa? " tanya bi sea.


"menurutmu? apa yang harus aku lakukan agar aku bisa bertemu dengan Alan? ".


bi sea tersenyum dengan penuh arti yang sulit untuk di jelaskan, lalu ia melihat ke sekeliling rungan itu, dan menemukan CCTV yang di leterletak dalam ruangan tersebut.


" anda tidak perlu makan, saya yakin sekretaris tadi akan melapor pada tuannya, dan saya bisa menjamin tuan Alan tidak akan tega melihat kondisi nona seperti ini, kemudian dia akan menghampiri nona dengan sendirinya" semua yang di katakan bi sea masuk akal, Micha hanya perlu menahan lapar agar tujuannya tercapai.

__ADS_1


________________


setelah Alan berangkat ke kantor, mey langsung pergi ke perpustakaan untuk bekerja.


sudah beberapa hari ini dia tidak pergi ke perpustakaan, sudah dapat ia rasakan olehnya bahwa akhir bulan nanti ia akan dapat komplain-an dari pemilik toko karena jarang berangkat.


sudah gajinya sedikit, jarang berangkat pula, kalo begini terus kapan aku kaya.


keluhnya dalam hati.


setelah mey sampai di perpustakaan tersebut dan masuk ke tempat itu, ada aura suram yang terpancar dari tubuh moly. dengan langkah berat, mey melangkah mendekati moly dan sela.


mey meletakkan tasnya di atas meja kemudian bertanya kepada moly "kau kenapa? ".


" jelaskan padaku, apa itu benar? " .


mey merasa tidak paham dengan apa yang di katakan moly. ' apa itu benar? apanya yang benar? '


"apa maksudmu? aku tidak mengerti".


" tentang kau dan presdir Alan, apa kau benar² istrinya? kapan kau menikah? kenapa kau tidak mengundang kami dan memberitahu kami jika kau sudah menikah? kau tidak menganggap kami teman ya? teganya" tanya moly panjang lebar.


yang benar saja, ini masih pagi dan aku harus mendengar ocehannya? . ini pasti sela yang memberi tahukannya, mulut dia kan ember.


saat mey melirik ke arah sela, sela langsung memelengoskan wajahnya ke arah yang lain dan pura² tidak tau.


mey menghela nafas dan mulai menjawab pertanyaan moly tadi yang beruntun bagaikan sepur.


"oke aku jawab. iya, aku istrinya ".


" hiks... hiks... hatiku patah, padahal tadi malam aku baru bermimpi di gendong Alan dan tiba² pagi ini aku mendengar kenyataan yang sepahit ini" sungguh moly yang dramatis, dia menemplokkan tubuhnya dan memeluk sela.


untung itu hanya mimpi, kalo benar² terjadi aku pasti kasihan pada Alan yang akan punya penyakit encok setelah menggendong mu.


batin sela.


"lalu kenapa kau bisa menikah dengannya? " tanya sela penasaran.


mey terdiam sejenak "ah sudah jam 8,kita harus cepat membereskan perpustakaan ini sebelum pengunjung berdatangan kemari" jawab mey mengalihkan pembicaraan, tidak mungkin dia akan menjawab karena untuk menebus hutang ayahnya, itu adalah sebuah kalimat yang terlihat sangat konyol.

__ADS_1


__ADS_2